Tuesday, September 19, 2017

Papa kerja

2 minggu lalu.
Baru kali ini altaf nangis waktu papa berangkat kerja. Biasanya kamu tidak nangis, biasa saja, paling 1-2 hari nyari nyari tapi sesudah dijelaskan bahwa papa kerja kamu diam saja. Tapi kali kamu nangis, nempel di gendongan papa. Papa gendong kamu waktu papa taruh tas di Mobil crew change. Baru Papa kasihkan kamu ke Mamamu.
Papa juga sedih meninggalkan Altaf, Papa sedih kurang lama off untuk Altaf. Tapi Papa janji, kalau papa off, papa akan habiskan waktu sebanyak banyaknya dengan Altaf. Kita akan bermain, sepedaan, ke lapangan merdeka, kasih makan burung, kasih makan ikan Dan beli mainan. Sebisa mungkin kita ke tempat tempat yang baru yang belum pernah kamu datangi. Tapi Papa tidak bisa berjanji akan selalu ada di rumah bersama Altaf. Karena Papa punya kewajiban atas Altaf, kakak Arumdapta dan Mamamu.
Jadilah anak yang kuat, agar bisa menjaga Mamamu saat Papa tidak di rumah.

Sunday, August 27, 2017

6 Agustus

6 Agustus

Aku tidak pernah merayakan ulang tahunku, bagiku hari ulang tahun sama saja seperti hari hari yang lain. Yang rutin ngucapin selamat selain istriku adalah adikku, ibu Wiwi dan ponakan ponakan dekat aja. Notifikasi ulang tahun di fesbuk pun kumatikan, jadi nggak ada temen temen fesbuk yang tau ulang tahunku. Paling temanku Maya Airin yang juga ingat, karena aku rutin ngucapin ulang tahunnya dia juga setiap tanggal 10 mei.
Tapi tahun ini agak beda, karena Arum sudah sekolah di Jakarta, baru 3 minggu sih. Tapi karena baru kali ini berpisah lama dengan Arum, jadi beberapa minggu ini sedang kangen kangennya dengan Arum. Siang harinya, aku dapat sms dari Arum, dia sms "selamat ulang tahun Pa, nanti Arum telpon ya....". Sms itu aja sudah sangat membuatku bahagia. Ku stand by kan handphone ku di tempat yang kuat sinyalnya, karena waktu itu aku sedang di lokasi kerja, dan waktu Arum telpon aku langsung bangun. Nggak banyak yang aku omongkan, cuman memastikan dia sudah terima kode booking pesawat untuk kepulangannya minggu depan. Tapi aku sangat bahagia sekali waktu itu, walaupun aku nggak bisa bilang betapa kangennya aku sama anakku tersayang.
Agak sore, ibuku telpon, ngucapin selamat ulang tahun juga. Padahal dari pagi aku berniat telpon ibuku, cuma sekedar nanya kabar. Walaupun dalam hati aku ingin mengucapkan terima kasih, karena 42 tahun yang lalu ibu sudah berjuang melahirkan aku.
Seharusnya bukan hanya ucapan selamat ulang tahun yang Kita terima, tapi juga terima kasih kepada ibu kita yang sudah bertaruh nyawa melahirkan kita dan membesarkan Kita.

Tuesday, August 22, 2017

Pa, Ayo Pa...

Pa, ayo Pa...

Pa, Ayo Pa... Itu kata kata yang selalu Altaf kalau mengajak main Papa, dengan kalimatnya yang sangat jelas, walau sebenarnya bicaramu belum terlalu jelas. Tapi untuk beberapa kata, bicaramu sudah sangat jelas.
Kalau Altaf sudah mengajak main, Papa susah menolaknya. Apapun yang Papa lakukakan, Papa hentikan kalau bisa. Walaupun ada hal yang penting yang sedang Papa kerjakan, Papa berusaha tidak mengecewakanmu.
Papa sangat senang kalau kamu ajak main, untuk menghindarkanmu dari kebanyakan nonton tivi atau main hape papa. Papa lebih suka Altaf main dengan mainannya, atau jalan jalan ke taman, atau bersepeda dengan Papa. Pernah juga Altaf mengajak Papa Japan jalan Naik sepeda. Sebab sudah lama Kita nggak pernah jalan jalan naik sepeda lagi.
Papa sebenarnya pengen mengajak kamu berenang dan bermain air di kolam renang. Tapi terakhir kali Papa ajak berenang kamu masih takut takut. Mudah mudahan kita ada waktu lagi untuk bermain di kolam renang.
Mudah mudahan Papa lebih banyak waktu untuk mengajakmu bermain, berpetualang dan belajar.

Friday, August 4, 2017

Juli 2017

16 Juli 2017
Kami mengantar Arumdapta ke Jakarta untuk sekolah di IIHS. Dimulai dari acara penyambutan sekaligus verifikasi dokumen Dan keuangan, dilanjutkan ke asrama putri tempat tinggal Arumdapta. Di asrama, mama membantu pengecekan barang barang kebutuhan yang harus dibawa kemudian menyusun barang barang di lemari yang disediakan.
Setelah selesai, kami tinggalkan kamu, kami tidak akan bertemu kamu sampai waktu perpulanganmu. Tidak Ada drama yang berlebihan, kamu tidak terlihat sedih, Mamamu tidak sedih dan adikmu juga tidak terlalu perduli. Jauh jauh hari kami sudah bilang ke Altaf, nanti kakak sekolah ke Jakarta.
Setelah kami tinggalkan, sempat terasa ada yang hilang dan kurang. Sampai beberapa hari setelahnya, kami masih merasa ada yang kurang. Kami juga ingin tahu, betah kah kami disana. Karena disana kamu tidak boleh pegang handphone kecuali saat perpulangan. Komunikasi cuma bisa dilakukan lewat pengawas asramamu. Di grup WA saja kami bisa memantau kondisimu lewat foto foto yang dikirim pengawas asramamu. Sempat juga kamu nelpon tapi nggak bisa berbicara banyak. Alhamdulillah nampaknya kamu bisa menjalaninya.

Selalu berlari

Altaf yang selalu berlari
Altaf, sebentar lagi umurmu 3 tahun. Alhamdulillah kamu sehat, aktif dan pintar. Bicaramu pun sudah mulai lancar. Kamu aktif banget, seolah olah kamu selalu berlari kemana mana. Waktu disuruh Mandi, kamu lari menolak membuka baju kalau kamu masih asyik lagi main.
Alhamdulillah kamu sayang banget sama Mamamu dan kakakmu. Kamu juga sayang banget sama ibu Nila, kakak Tia dan kakak Adis. Tapi kadang kadang kamu suka mengganggu adek Rila kalau dia pegang pegang mainanmu.
Kalau kami sholat, kamu sering ikut sholat juga, sfebisa mungkin mengikuti gerakan gerakan sholat.
Teruslah tumbuh sehat, teruslah aktif dan sayang dengan orang orang sekitarmu. Papa selalu berdoa semoga kamu Dan kakakmu jadi anak yang sholeh, sehat, pintar dan kuat. Amin.

Sunday, July 9, 2017

Sabar dan syukur

Papa ingat banget, waktu Altaf sedang asyik nonton tivi sama Papa, mamamu beranjak ke kamar, siap siap menikmati waktu sendirinya. Waktu baru saja mama merebahkan diri mau nonton sssuatu di hape-nya, Altaf membuka pintu kamar dan mulai memanggil "Mama"... Mamamu langsung gusar dan berteriak, Altaf pun langsung menangis. Papa yang melihat ini langsung shock juga, papa rangkul Altaf, langsung papa ajak jalan keluar, pergi beli mainan, berusaha keras mengalihkan pikiranmu dari kejadian barusan.
Untungnya Altaf termasuk anak yang kuat, setelah jalan sama papa, pulangnya sudah ceria dan sayang sayangan lagi sama Mama. Tapi entahlah dalam hatinya, mudah mudahan kejadian tadi tidak menyebabkan trauma di dalam jiwamu. Tidak seharusnya anak sekecil kamu dapat bentakan dan teriakan seperti itu, papa takut itu mempengaruhi jiwamu.
Papa harap anak anak papa maklum dengan mamamu, maafkan papa yang tidak selalu ada di rumah untuk melindungimu dari trauma trauma yang bisa terjadi sama kalian. Mudah mudahan mamamu bisa jadi orang yang lebih sabar dan lebih bersyukur. Seandainya kita jadi orang yang bersyukur, semua beban insyaallah bisa jadi lebih ringan, karena banyak orang lain yang memiliki beban masalah yang lebih besar.

Friday, June 23, 2017

Minggu lalu..

Minggu lalu, waktu papa antar kakak Arum beli laptop, Altaf cerewet banget, Altaf terus minta liat youtube di iPad yang didisplay. Papa berharap mamamu bisa mengurus pembayarannya, tapi mamamu pun ribet banget waktu ditawarin tambahan aplikasi. Kesabaran papa habis, Papa paling nggak betah kalau mamamu mulai ngomel ngomel. Sementara Altaf cerewet mau liat iPad, akhirnya Papa turunkan Altaf, maksud papa supaya Altaf turun dari gendongan Papa, tapi tak dinanya, kamu malah terjatuh, mulutmu sempat menyentuh lantai dan sedikit berdarah.
Sampai sekarang Papa menyesal banget, masih terbayang tangisanmu. Papa minta maaf banget, papa harap anak anak papa bisa mengerti. Papa janji akan lebih sabar, tapi kalian juga harus berjanji untuk lebih maklum.