Sunday, July 9, 2017

Sabar dan syukur

Papa ingat banget, waktu Altaf sedang asyik nonton tivi sama Papa, mamamu beranjak ke kamar, siap siap menikmati waktu sendirinya. Waktu baru saja mama merebahkan diri mau nonton sssuatu di hape-nya, Altaf membuka pintu kamar dan mulai memanggil "Mama"... Mamamu langsung gusar dan berteriak, Altaf pun langsung menangis. Papa yang melihat ini langsung shock juga, papa rangkul Altaf, langsung papa ajak jalan keluar, pergi beli mainan, berusaha keras mengalihkan pikiranmu dari kejadian barusan.
Untungnya Altaf termasuk anak yang kuat, setelah jalan sama papa, pulangnya sudah ceria dan sayang sayangan lagi sama Mama. Tapi entahlah dalam hatinya, mudah mudahan kejadian tadi tidak menyebabkan trauma di dalam jiwamu. Tidak seharusnya anak sekecil kamu dapat bentakan dan teriakan seperti itu, papa takut itu mempengaruhi jiwamu.
Papa harap anak anak papa maklum dengan mamamu, maafkan papa yang tidak selalu ada di rumah untuk melindungimu dari trauma trauma yang bisa terjadi sama kalian. Mudah mudahan mamamu bisa jadi orang yang lebih sabar dan lebih bersyukur. Seandainya kita jadi orang yang bersyukur, semua beban insyaallah bisa jadi lebih ringan, karena banyak orang lain yang memiliki beban masalah yang lebih besar.

Friday, June 23, 2017

Minggu lalu..

Minggu lalu, waktu papa antar kakak Arum beli laptop, Altaf cerewet banget, Altaf terus minta liat youtube di iPad yang didisplay. Papa berharap mamamu bisa mengurus pembayarannya, tapi mamamu pun ribet banget waktu ditawarin tambahan aplikasi. Kesabaran papa habis, Papa paling nggak betah kalau mamamu mulai ngomel ngomel. Sementara Altaf cerewet mau liat iPad, akhirnya Papa turunkan Altaf, maksud papa supaya Altaf turun dari gendongan Papa, tapi tak dinanya, kamu malah terjatuh, mulutmu sempat menyentuh lantai dan sedikit berdarah.
Sampai sekarang Papa menyesal banget, masih terbayang tangisanmu. Papa minta maaf banget, papa harap anak anak papa bisa mengerti. Papa janji akan lebih sabar, tapi kalian juga harus berjanji untuk lebih maklum.

Saturday, February 18, 2017

Altaf 2.5 tahun

Bulan ini kamu berumur 2.5 tahun, alhamdulillah sudah banyak kosa kata yang bisa kamu ucapkan. Walaupun masih banyak kosa kata yang sepertinya singkatan singkatan saja, seperti sucho (susu coklat), suping (susu pink/strawberry) dan sama (sayang mama). Kamu juga sekarang suka bernyanyi, lagu yang paling kamu suka adalah twinkle twinkle little star dan lagu lagu dari film film kesukaanmu seperti Thomas and Friends, Go Jetters, Tayo dan Super Wings..
Papa selalu mensyukuri dan menikmati waktu bersamamu, bahkan saat kamu menangis dan rewel. Karena bagi papa, bisa mendengar kamu menangis menandakan kamu masih ada di dekat papa, karena tidak setiap hari papa bisa dekat dekat kamu.
Kamu juga pintar mengambil hati mamamu, kamu sering mencium dan memeluk mamamu, terutama saat mamamu marah. Papa tau banget bahwa mamamu pasti luluh setiap kali kamu memeluk dan menciumnya.
Papa bahkan juga menikmati saat saat kamu ribut atau rebutan sama kakakmu. Karena sebentar lagi kakakmu akan sekolah di luar Kota, kamu akan jarang bertemu kakakmu. Bahkan papa perkirakan, kakakmu tidak akan pulang untuk menetap lagi di rumah, karena dia akan terus kuliah Dan kerja di luar Kota. Nikmatilah waktu waktu bersama adikmu Arumdapta, seperti papa yang selalu menikmati waktu dengan kamu dan adikmu. Karena kita tidak tau, sampai Kapan kita bisa terus bersama.
Tapi papa selalu berdoa semoga kita semua dipanjangkan Umur kita dalam kebersamaan, kesehatan, Kasih sayang dan Iman. Amin..

Tuesday, January 10, 2017

Perempuan

Anakku Altaf Malik Amma, hargailah dan hormati selalu mamamu. Banyak sekali pengorbanan mamamu untuk kamu. Banyak sekali kepayahan yang mamamu rasakan dalam mengurus dan membesarkanmu. Dengarkan selalu kata kata mamamu. Dan jika yang dia sampaikan tidak berkenan Di hatimu, diam saja. Sebenarnya mamamu cuma ingin melepaskan rasa lelahnya. .
Dan bila kau besar nanti, hormatilah semua perempuan. Apapun profesinya dan bagaimanapun penampilannya, kamu tetap harus menghormati mereka. Janganlah kamu memperlakukan mereka hanya berdasarkan asumsi atau praduga atas penampilan mereka. Dan jika mereka bertindak atau berlaku tidak baik, tetaplah hormati mereka, tunjukan bahwa mereka mungkin selama ini diperlakukan salah oleh orang lain. Dan jika tindakan mereka tetap tidak baik, maka tinggalkan mereka dengan baik baik.
Terhadap perempuan lebih kan mendengar daripada didengar, lebihkan menyimak daripada menghujat. Dan lebihkan memuji daripada menghina, walau dalam konteks bercanda.
Dan jangan juga kamu mengukur perempuan dari segi ibadah dan keimannya, Karena belum tentu kita lebih dulu masuk surga daripada mereka.
Tapi hati hatilah dengan hati mereka. Jangan sampai kau hancurkan hati mereka, jika memang dia bukan pilihan hatimu, tetapkanlah batasnya dengan hati hati. Dan jika kamu sudah menikah, junjunglah tinggi hati istrimu diatas perempuan perempuan lain, kecuali mamamu.Jadikanlah mamamu selalu nomer 1 Di hatimu.

Thursday, December 29, 2016

Number 1 Girl

Bagi papa, Arum itu tetap cewek nomer 1 di hati papa. Arum tetap anak nomer 1 papa. Cuman Arum yang papa panggil sayang di dunia ini, bahkan mamamu dan adikmu Altaf tidak papa panggil sayang, walaupun sayang papa ke mamamu dan adikmu tidak kalah besarnya.
Suatu saat nanti, kamu akan mengerti kenapa papa kadang marah sama kamu. Suatu saat nanti, kamu akan mengerti kenapa papa ngasih kamu batasan dan larangan laranganmu. Mungkin nanti kalau kamu punya anak, baru kamu mengerti mengapa papa marah dan larang larang kamu. Karena papa pun begitu, banyak hal yang mbah lakukan atau larang ke papa, baru papa mengerti maksudnya setelah papa punya anak kamu dan Altaf.
Sampai kapan pun, papa tetap sayang kamu. Bahkan jika nanti ada laki laki yang mencintai dan menikahimu, yakinlah sayang papa masih lebih besar. Sampai kapan pun, selama papa masih hidup, kamu bisa mengandalkan papa. Jangan takut minta apapun sama papa.
Makanya papa sempat heran waktu kamu sakit, kamu papa tawarin tidur di kasur, dan papa tidur di lantai kamu tanya "nggak papa kah?". Anakku Arumdapta, bahkan jiwa papa pun rela papa korbankan untukmu.
Dan ingat juga Papa tetap akan selalu kangen sama kamu.

Singapore, again

Tanggal 17 desember kemarin kami me Singapur lagi. Kali ini agak beda, karena kami bersama keluarga dari istriku, total jumlahnya ada 11 orang. 5 dewasa, 3 ABG dan 3 Anak Anak. Kali ini juga kami nginep Di sebuah apartemen di Wilkie road, dekat selegie. Apartemennya cukup kecil, cuma 1 kamar Utama dan 1 kamar semi permanen, tapi dilengkapi dapur dan mesin cuci. Disediakan juga rice cooker oleh apartemennya, jadi lumayan bisa menghilangkan biaya sarapan selama di sana. Total biaya sewa apartemennya 18 juta rupiah untuk 6 malam.
Untuk jalan jalan, standard lah, ke Universal Studio, Singapore Flyer, Merlion, Bugis dan Orchard. Nggak terlalu banyak sih, soalnya agak repot dengan bawa banyak anak kecil, persiapan aja bisa sampe 2 jam, belum lagi stamina 2 anak bu Nila yang gampang capek, jadi banyak tempat yang terlewatkan. Termasuk juga harus kompromi dengan yang lain mau kemana aja.
Kali ini aku membeli kartu telepon Singtel selama disana. Lumayan dengan harga Sing $ 15, bisa dapat 5 hari telpon, SMS dan terutama data Internet sebesar 4 GB. Ini penting juga untuk komunikasi kalau kami terpisah dan internet untuk buka Map dan mengecek jalur bus. Dengan adanya internet, kita bisa mencari jalur bus ketempat tempat yang kita tuju. Dengan bus bisa lebih nyaman bisa liat liat suasana kota, apalagi kebetulan apartemen kita tidak terlalu dekat dengan MRT.
Satu tips lagi jika kita memerlukan transport untuk maksimal 13 orang, kita bisa menggunakan mobil besar yang mereka sebut combo. Harganya bisa lebih murah daripada harus pake 3 taksi biasa.

Thursday, December 8, 2016

Instagram

Sekarang papa sering banget buka Instagram, selain sebagai media sosial papa, papa juga selalu menunggu posting-anmu Arumdapta. Dengan makin dekatnya kamu dengan media sosial dan internet, kamu terasa  makin jauh dari keluargamu sendiri. Di Instagram papa juga bisa memonitor kegiatan kamu, walau mungkin nggak bisa sepenuhnya terpantau. Paling tidak, dari posting-anmu dan kondisi yang papa liat langsung, papa bisa menebak moodmu.
Papa juga follow akun Instagram teman teman dekatmu, dan cukup terhibur kalau fotomu muncul di akun temanmu. Karena wajahmuu sendiri malah jarang nampak di akun Instagrammu. Yang paling bikin papa tersenyum waktu kamu posting video dimana adikmu Altaf juga muncul. Tapi papa juga sedih waktu kamu posting kemarahanmu sama Papa karena adikmu merusak mobil remote-mu. Kamu mempertanyakan jawaban papa yang menganggap itu nggak papa karena kamu baru saja beli sepatu lagi dengan harga yang mahal. Padahal mobil itu sudah lama rusak, dan kamu pun nggak pernah memainkannya lagi. Harusnya kamu bisa merelakannya, biar adikmu bisa main. Entah apa alasannya sampai gara gara mobil itu kamu sampai marah besar.
Mungkin nanti waktu kamu sudah jauh dari rumah, Papa cuman bisa mengintip akun Instagrammu, berharap wajahmu muncul supaya papa bisa terhibur.
Saat ini sepertinya kamu lagi gandrung sama salah satu boy band korea. Papa masih bisa mentolerirnya, masih lebih baik daripada kamu keluyuran di luar rumah dengan orang orang belum tentu berniat baik sama kamu. Tapi sayang, kamu masih sulit disuruh sholat, itu yang paling papa sedihkan sekarang. Dengan kamu bersekolah di IIHS, papa harap kamu bisa rajin sholat dan jadi anak yang bertakwa.
Saat ini sudah hampir 2 minggu kamu marahan sama mamamu. Padahal cuma karena komentar mamamu mengenai pemilihan baju hitam untuk photo year book dengan teman temanmu. Kamu jadi nggak pernah makan siang di rumah. Dan papa jadi sedih melihatnya. Kamu harus lebih bersabar dan memaklumi mamamu, papa tau kadang mamamu berlebihan kalau cerewet atau berkomentar, tapi papa lebih memilih untuk diam dan memakluminya aja.