Tuesday, November 8, 2011

Job interview

Beberapa hari yang lalu, aku menerima invitation letter untuk interview dari PT. Lansima di Jakarta. Istriku sebelumnya memang ada mengirim CV-ku ke Lansima ini setelah melihat info lowongan di internet. Nampaknya Lansima ini merupakan penyalur tenaga kerja untuk perusahaan-perusahaan di luar negeri.
Yang jadi masalah, jadwal interview ini rabu depan. Padahal rabu adalah hari crew change-ku. Kalaupun aku bisa cuma naik seminggu, tetap biasanya aku bisa off hari selasa, padahal interview-nya di Jakarta.
Mulanya aku pesimis, selain karena jadwal yang susah ini, juga karena aku nggak punya gambaran yang jelas seperti apa Lansima ini. Yang jelas, dia cuma penyalur tenaga kerja. Tapi istriku bersikeras untuk aku tetap mencobanya. Dia kayaknya sudah mulai jenuh dengan perusahaanku yang sekarang yang gajiannya suka nggak menentu.
Akhirnya aku coba nelpon pak Niti, teman sesama CO yang bisa diandalkan. Ternyata dia mau menggantikan aku tanggal 15 nanti. Syukurlah. Akhirnya aku putuskan akan mengikuti interview itu. Mengenai apa yang akan terjadi nanti di sana, aku serahkan aja pada Allah. Walaupun aku tidak diterima, paling nggak aku bisa ngajak anak istriku jalan-jalan.
Tapi masih ada kekhawatiran dalam diriku. Situasi lapangan yang tidak menentu bisa mengacaukan jadwal crew change kami. Padahal istriku sudah beli tiket pulang pergi nih.
Perhitunganku sih sudah matang, temanku pun bisa diandalkan, tapi takdir tetap di tangan Tuhan. Insyaallah, ada jalan.

Friday, October 28, 2011

Arumdapta



Waktu lahir dulu, Arum seukuran berat bayi pada umumnya, tidak terlalu besar dan tidak juga kecil. Rambutnya tipis, tengkorak kepalanya belum rata, agak putih dan matanya agak sipit seperti anak cina.
Sekarang, umur 9 tahun 5 bulan, tingginya sudah di bawah dagu mamanya, masih kurus walau kuat makan dan kakinya terlihat panjang. Rambutnya yang nggak pernah mau dia potong, agak kecoklatan, panjang dan agak bergelombang. Kalau sehari aja nggak pake shampo, pasti susah disisir. Rambutnya tidak setebal mamanya, tapi karena panjang, kalau jatuh ke depan membentuk wajahnya menjadi memanjang.
Wajahnya yang agak lonjong, sekarang agak kecoklatan karena matahari akibat aktifitasnya. Kalau dia pake seragam sekolah dan jilbabnya, wajahnya terlihat mungil dibanding teman-teman sekolahnya. Ada bekas luka di ujung alis kirinya. Giginya belum rata, jadi kalau tersenyum seperti ada gigi gingsul. Kalau dia tersenyum lebar, matanya menyipit.
Matanya indah sekali, dengan bulu mata yang lentik, bersinar cerah jika sedang semangat. Dari kecil, sinar matanya tampak selalu bersinar.
Badannya sekarang juga agak coklat karena sering berenang dan bersepeda. Karena badannya yang kurus, pake baju apapun dan warna apapun, kayaknya cocok. Tapi dia terlihat lebih cantik kalau pake baju dengan warna-warna yang terang dan menyolok. Yang entah mengapa, tidak terlihat norak kalau dia pake.
Seringkali, kalau kami lihat dia sekarang, kami terharu. Kami tidak menyangka, bayi mungil itu dulu, sekarang sudah besar dan mulai dewasa. Kami hanya bisa bersyukur dia bisa tumbuh dengan sehat.
Ya Allah, berikanlah dia selalu kesehatan dan keselamatan. Dan berikanlah kami kesehatan dan keselamatan, agar kami dapat melihatnya tumbuh dewasa. Dan berkahilah umur panjang kami dengan kasih sayang dan kerukunan. Amin.

Sunday, October 23, 2011

19 oktober 2011

19 oktober 2011
Janji temu dengan dokter Tengku lagi, pas istriku haid setelah dikuret dulu. Kali ini kami cuma disuruh tes lab lagi untuk mengecek apakah ada diantara kami yang terkena virus Tokso. Karena hasil lab atas sample yang diambil waktu kuret, dipastikan bahwa memang janin yang kemaren itu memang tidak berkembang.
Istriku juga cuma diberi obat yang dimakan 1 kali sehari.
Waktu kami tanya biaya lab-nya, aku sempat kaget, ternyata biayanya lebih dari 2 juta tiap orang. Katanya sih nanti awal bulan bakal ada diskon 20 persen, tapi mungkin aku belum pulang dari lokasi. Akhirnya kami putuskan aku duluan yang ambil darah, alhamdulillah ada diskon 8 persen, sedangkan istriku rencananya ambil darah awal bulan nanti biar bisa lebih murah.
Sempat aku merasa berat, tapi memang ini konsekuensinya. Mudah-mudahan semua ini ada hikmahnya. Insyaallah, apapun yang diberi Allah, akan kami terima.

Sunday, October 9, 2011

Temanku

Temanku ini, sahabat kental waktu kuliah. Mungkin karena kami sama-sama dari kalimantan, kami lebih cepat akrab, kami juga sering jalan bareng dan ngerjain tugas bareng. Dia salah teman baikku waktu kuliah.
Temanku itu, menikah dengan teman KKN-nya waktu hampir selesai kuliah. Karena itu juga dan karena kesibukan mengerjakan tugas akhir kami agak jarang bertemu waktu kelulusan. Hingga kemudian dia kembali ke kotanya dan aku kembali ke kotaku setelah kuliah, kami jarang berkirim kabar.
Temanku ini, akhirnya kutemukan kembali seiring dengan maraknya Facebook. Kami sering berkomunikasi lewat fesbuk, dan kadang sms-an cuma untuk menjaga silaturahmi.
Temanku itu, dari status-status fesbuknya, terlihat sering dirundung gelisah. Karena aku peduli, sering aku tanyakan kenapa. Sempat dia inbox aku, dia bilang dia khawatir suaminya nikah lagi. Sebagai teman, aku berusaha menghibur dan menyemangatinya.
Temanku ini, status-status fesbuknya sering menjadi perhatianku, karena dia sering sekali update status. Aku mengikuti dari fase kegelisahannya, kecemburuannya, kemarahannya, hingga sekarang memasuki fase kepasrahannya.
Temanku ini, selalu menjawab tidak apa-apa ketika kutanya kabarnya, ketika kulihat statusnya, atau ketika aku sudah lama tidak mendengar kabarnya. Temanku, aku tidak tau pasti apa yang terjadi padamu, aku hanya bisa menerka-nerka. Aku hanya berharap kamu memang baik-baik saja. Jika ada yang bisa kubantu, mungkin hanya dengan mendengar keluh kesahmu, jangan sungkan menghubungiku.

Friday, October 7, 2011

Arum dan Kegiatannya

Arum dan Kegiatannya

Waktu Arum masih TK dan istriku berhenti bekerja, Arum mulai kursus bahasa Inggris, mewarnai dan mengaji di dekat rumah. Karena waktu istriku kerja, tidak ada yang bisa mengantar Arum kursus dan mengaji kalau aku naik ke lokasi. Itu juga yang jadi salah satu alasan istriku berhenti bekerja.
Walau kursus mewarnai cuma setahun, tapi kursus bahasa Inggris tetap berlanjut hingga sekarang ini.
Di kelas 4 ini, jadwal Arum tambah padat. Senin sampai kamis pulang sekolah jam 2 siang, sampe rumah paling cepat jam 14.45. Senin, rabu, jumat dan sabtu kursus mata pelajaran di Artha dekat rumah. Selasa, kamis dan jumat kursus bahasa Inggris di Britton. Hari kamis les keilmuwan di sekolah, sabtu eskul bahasa Inggris.
Kadang aku kasihan liat dia dengan jadwalnya yang padat, tapi dia tetap semangat. Walau kadang dia kecapekan atau lagi malas aja, tapi aku selalu tekankan untuk tetap datang kursus.
Aku cuma bisa kasih semangat dan dukungan, selama aku masih membiayai, aku akan selalu mendukung apa aja kegiatan positif yang dia lakukan. Dan aku juga tetap memperhatikan kebutuhan dia untuk bermain.

Sunday, September 25, 2011

Arum dan Bahasa Inggris

Arum dan Bahasa Inggrisnya

Arum sudah mulai kursus bahasa Inggris sejak dia masih TK, karena dia sepertinya berbakat bahasa Inggris dan dia bersemangat untuk belajar.
Total hingga tahun 2011 ini, sudah ada 4 tempat kursus yang pernah dia jalani. Di tempat kursus yang ketiga, dia minta berhenti kursus karena dia bosan, katanya kebanyakan menulis aja.
Akhirnya sekarang dia kursus di Briton, tempat kursus yang baru buka di Balikpapan waktu itu. Walaupun agak mahal, 450 ribu sebulan, tapi sepertinya bagus dan bertaraf internasional. Dan Arum pun sepertinya menikmatinya, walau kadang-kadang ada rasa malas karena capek atau karena ada sepupunya main ke rumah. Tapi aku selalu menekankan untuk selalu pergi kursus, karena selain mahal, aku juga ingin supaya Arum bekerja keras dan berusaha. Menurutku, lebih baik dia bekerja keras sejak masih kecil kalau mau sukses.
Susahnya Arum itu nggak pernah mau dicek kemampuan bahasa inggrisnya oleh aku atau mamanya. Tapi dari nilai-nilai di sekolah dan kursusnya yang rangking 2, aku tau bahwa kemampuannya cukup bagus. Apalagi sekarang juga dia ikut eskul bahasa inggris, dan terpilih dalam tim pidato bahasa inggris.
Papa selalu bangga sama kamu anakku sayang. Jangan pernah berhenti bekerja dan belajar.

Monday, September 12, 2011

Altaf

Seminggu sebelum lebaran istriku sudah berhenti berpuasa karena dokter tidak memperbolehkan istriku puasa karena sedang hamil muda. Waktu USG pertama dokter Tengku bilang kalau janinnya kecil, jadi harus diperbanyak makan dan minum susu.
Tapi waktu lebaran, dimana kehamilan yang harusnya sudah mencapai 8 minggu, istriku selalu mengeluhkan kok perutnya terasa kempes. Dia juga selalu khawatir apakah bayinya masih ada. Setelah lebaran, istriku menemukan bercak darah di celana dalamnya, tambah khawatir lah dia.
Seharusnya istriku kontrol ke dokter lagi tanggal 8 September, tapi karena ada bercak darah itu dan karena tanggal 7 aku harus kembali kerja, akhirnya kami pergi ke dokter tanggal 5 september.
Waktu di USG, dokter bilang kalau janinnya itu tidak berkembang, dan dokter Tengku menyarankan untuk di kuret. Katanya itu kasus dimana janin tidak berkembang, mungkin karena bibitnya kurang mantap, atau mungkin kurang pasokan nutrisi waktu istriku puasa ramadahan itu.
Besoknya kami ke rumah sakit pertamina untuk melakukan proses kuret dengan dokter tengku juga. Pagi-pagi kami sudah datang untuk mendaftar dan melalui prosedur pengujian darah dan detak jantung sebelum di kuret. Setelah menunggu dengan rasa was-was akhirnya jam 3 sore istriku mulai dikuret. Prosesnya tidak lama, mungkin sekitar 20 menit-an saja. Dan setelah biusnya hilang dan istriku bisa berjalan lagi, akhirnya kami pulang.
Sepulang dari rumah sakit istriku beberapa kali nangis, dia sangat merasa kehilangan anak yang sudah lama dinantikan. Aku cuma bisa menghiburnya, aku bilang, nggak papa, nanti kita coba terus lagi yah Mama.
Sesampainya di rumah malam harinya istriku masih sedih, dia merasa anak itu sudah hadir, bahkan terakhir kali kami memilih-milih nama, dia sudah menetapkan kalau anak itu akan dinamai Altaf.
Selamat jalan Altaf..