Temanku ini, sahabat kental waktu kuliah. Mungkin karena kami sama-sama dari kalimantan, kami lebih cepat akrab, kami juga sering jalan bareng dan ngerjain tugas bareng. Dia salah teman baikku waktu kuliah.
Temanku itu, menikah dengan teman KKN-nya waktu hampir selesai kuliah. Karena itu juga dan karena kesibukan mengerjakan tugas akhir kami agak jarang bertemu waktu kelulusan. Hingga kemudian dia kembali ke kotanya dan aku kembali ke kotaku setelah kuliah, kami jarang berkirim kabar.
Temanku ini, akhirnya kutemukan kembali seiring dengan maraknya Facebook. Kami sering berkomunikasi lewat fesbuk, dan kadang sms-an cuma untuk menjaga silaturahmi.
Temanku itu, dari status-status fesbuknya, terlihat sering dirundung gelisah. Karena aku peduli, sering aku tanyakan kenapa. Sempat dia inbox aku, dia bilang dia khawatir suaminya nikah lagi. Sebagai teman, aku berusaha menghibur dan menyemangatinya.
Temanku ini, status-status fesbuknya sering menjadi perhatianku, karena dia sering sekali update status. Aku mengikuti dari fase kegelisahannya, kecemburuannya, kemarahannya, hingga sekarang memasuki fase kepasrahannya.
Temanku ini, selalu menjawab tidak apa-apa ketika kutanya kabarnya, ketika kulihat statusnya, atau ketika aku sudah lama tidak mendengar kabarnya. Temanku, aku tidak tau pasti apa yang terjadi padamu, aku hanya bisa menerka-nerka. Aku hanya berharap kamu memang baik-baik saja. Jika ada yang bisa kubantu, mungkin hanya dengan mendengar keluh kesahmu, jangan sungkan menghubungiku.
Buah Pikiran dan Tulisan, Pesan untuk buah hatiku... Arumdapta dan Altaf
Showing posts with label Friends. Show all posts
Showing posts with label Friends. Show all posts
Sunday, October 9, 2011
Saturday, May 22, 2010
Matchmaker
Aku pernah berusaha menjodohkan teman-temanku. Tapi sampai saat ini, belum ada yang berhasil hingga ke pelaminan. Ada 4 kasus yang paling kuingat.
Pertama, aku mengenalkan teman kerjaku dengan adik temen kuliahku. Waktu itu aku merasa mereka bakalan cocok. Dan memang, nggak lama mereka menjadi akrab. Waktu keakraban mereka mulai meningkat, aku menjadi khawatir, karena aku tau cowok itu sudah punya pacar. Tapi waktu itu aku belum tau seberapa serius hubungan mereka dan aku berharap cowok itu memilih temanku ini. Tapi ternyata dia lebih memilih pacar lamanya. Dan cewek itu marah besar setelah dia tau aku sebenarnya sudah tau kalau cowok itu sudah punya pacar. I'm sorry Lin, I should have told you.
Kedua, aku mengenalkan temanku, seorang mekanik dengan teman kerjaku dulu. Aku yakin banget mereka cocok, dan ternyata mereka memang cocok, tapi sayangnya si cewek ini ternyata sudah punya calon suami.
Ketiga, aku mengenalkan lagi teman mekanikku ini dengan teman club english-ku dulu. Cewek ini seorang perawat dan umurnya sudah waktunya menikah. Waktu kenalan, mereka berkomitmen untuk mencari suami/istri dan bukan mencari pacar. Setelah melalui masa pendekatan, cewek ini menanyakan komitmen cowok ini lewat aku. Dan aku marah waktu cowok ini bilang belum siap. Karena dari segi umur, mental dan finansial menurutku dia sudah cukup siap. Apalagi si cewek ini juga sudah bekerja sebagai perawat PNS.
Keempat, aku mengenalkan operatorku dengan teman adikku. Mulanya aku nggak yakin mereka cocok, tapi belum sebulan kenalan, ternyata mereka jadian. Walaupun jarang ketemu karena si cewek di samarinda dan si cowok di balikpapan, tapi mereka sering telpon-telponan.
Sekarang aku lagi mengamati perkembangannya nih. Aku nggak bisa dan nggak mau mengarahkan hubungan mereka. Biar mereka aja yang memutuskan.
Pertama, aku mengenalkan teman kerjaku dengan adik temen kuliahku. Waktu itu aku merasa mereka bakalan cocok. Dan memang, nggak lama mereka menjadi akrab. Waktu keakraban mereka mulai meningkat, aku menjadi khawatir, karena aku tau cowok itu sudah punya pacar. Tapi waktu itu aku belum tau seberapa serius hubungan mereka dan aku berharap cowok itu memilih temanku ini. Tapi ternyata dia lebih memilih pacar lamanya. Dan cewek itu marah besar setelah dia tau aku sebenarnya sudah tau kalau cowok itu sudah punya pacar. I'm sorry Lin, I should have told you.
Kedua, aku mengenalkan temanku, seorang mekanik dengan teman kerjaku dulu. Aku yakin banget mereka cocok, dan ternyata mereka memang cocok, tapi sayangnya si cewek ini ternyata sudah punya calon suami.
Ketiga, aku mengenalkan lagi teman mekanikku ini dengan teman club english-ku dulu. Cewek ini seorang perawat dan umurnya sudah waktunya menikah. Waktu kenalan, mereka berkomitmen untuk mencari suami/istri dan bukan mencari pacar. Setelah melalui masa pendekatan, cewek ini menanyakan komitmen cowok ini lewat aku. Dan aku marah waktu cowok ini bilang belum siap. Karena dari segi umur, mental dan finansial menurutku dia sudah cukup siap. Apalagi si cewek ini juga sudah bekerja sebagai perawat PNS.
Keempat, aku mengenalkan operatorku dengan teman adikku. Mulanya aku nggak yakin mereka cocok, tapi belum sebulan kenalan, ternyata mereka jadian. Walaupun jarang ketemu karena si cewek di samarinda dan si cowok di balikpapan, tapi mereka sering telpon-telponan.
Sekarang aku lagi mengamati perkembangannya nih. Aku nggak bisa dan nggak mau mengarahkan hubungan mereka. Biar mereka aja yang memutuskan.
Tuesday, November 10, 2009
Terima kasih teman

Percakapan panjang melalui dunia maya kemaren, dengan seorang teman lama, menggali banyak memori memori manis. Memori yang sempat terkubur karena keterbatasan otakku yang belum di upgrade.
Betapa aku dulu pernah menjadi pemuda biasa, yang jatuh hati dan patah hati. Yang pernah dibuai oleh kelembutan wanita dan yang pernah dipatahkan oleh kepergiannya.
Betapa aku dulu pernah menjadi pemuda yang berjuang, mengatasi keterbatasan bekal, banyak mengandalkan teman, dan memaksimalkan niat untuk belajar.
Betapa banyak teman-teman yang berjasa membantu. Meminjamkan duit, memberikan tumpangan, meminjamkan dan mengajarkan komputer, berpartner dalam tugas dan bersedia menjadi temanku.
Aku ingin berterima kasih pada mereka semua, atas semua yang pernah mereka berikan, dan yang mereka contohkan, bagaimana cara menyayangi.
Special Thanks to : Adhi, Mimi, Wikan, Afrian, Liana, Lely, Fityan, Dewi Arni, Wisnu, Monie, Yuli dan Monita. Mas Putu, mas Robert dan mbak Nining.
Subscribe to:
Posts (Atom)