Showing posts with label Arumdapta. Show all posts
Showing posts with label Arumdapta. Show all posts

Wednesday, January 11, 2012

Kursus dan mengaji-nya Arum


Barusan aku nelpon istriku, dia cerita kalau Arum tadi baru aja mulai ngaji di mesjid Namirah yang di dekat rumah. Kata istriku, Arum keliatan bersemangat untuk ngaji, karena dari dulu dia suka mengaji. Malahan dia tidak mau ditunggui mamanya, dia mau pulang sendiri katanya, pake sepeda.
Dan karena raport semester ganjilnya menurun, jadi dia harus kursus di Artha setiap hari. Jadi jadwalnya Arum sekarang, kursus bhs Inggris, kursus Artha dan mengaji di mesjid.
Meski keliatannya jadwalnya padat, aku harap Arum kuat dan sanggup. Karena aku mau membiasakan Arum untuk kerja keras dari sejak dini. Karena kerja keras hanya akan menjadikan kita orang yang sukses atau orang yang tangguh.

Monday, January 9, 2012

Arum pulang liburan

Kemaren Arum akhirnya pulang dari liburannya dengan ibu Nila sekeluarga. Betapa leganya aku ngeliat dia nongol di ruang kedatangan bandara sepinggan, langsung kami berpelukan dan terus nempel sesudahnya.
Dia nampaknya sangat kangen sama mamanya, karena dia jarang terpisah dari mamanya. Karena kalau terpisah dengan aku sudah terbiasa.
Kuperhatikan Arum sudah banyak perubahan. Dia lebih mandiri dan dewasa. Mungkin karena terbiasa mandiri sewaktu liburan. Malam itu juga kami sempatkan untuk berjalan-jalan ke mall karena kebetulan dia juga mau potong rambut.
Sayangnya, aku cuman bisa semalam sama Arum. Karena aku harus naik kerja lagi hari ini. Nggak papa, yang penting Arum sudah pulang dengan sehat dan selamat. Alhamdulillah.

Tuesday, December 27, 2011

Kuliah

Waktu kuliah, walaupun nggak yang paling pintar, tapi nilai-nilaiku lumayan bagus. Aku nampaknya paling beruntung untuk mata kuliah Kalkulus, Mekanika, Baja dan Beton. Yang bagi sebagian besar teman-temanku merupakan momok. Tapi untuk mata kuliah pelabuhan dan statistik, aku nyerah, C aja cukup deh.
Sebenarnya dengan modal itu, aku pengen melanjutkan kuliah lagi. Malah aku sebenarnya berangan-angan untuk bisa kuliah di luar negeri, karena salah satu temanku, Monita, beruntung bisa melanjutkan S-2 ke Inggris.
Tapi aku mengubur angan-anganku itu. Bukan karena aku menyerah dengan keadaan. Kondisi keuangan keluargaku tidak memungkinkan, waktu itu masih dalam masa krisis ekonomi. Sedangkan untuk beasiswa, terus terang aku tidak tahu harus mencari kemana.
Aku cuma menjalani jalan hidup yang terbentang dihadapanku, aku tidak menyesali yang sudah terjadi yang membawaku ke titik ini.
Mungkin kalau aku waktu itu bisa melanjutkan kuliah, aku tidak akan bertemu istriku yang sekarang, yang memberiku anak yang sangat kusayangi, Arumdapta.
Alhamdulillah, ternyata sedari kecil pun Arum sudah berniat untuk sekolah di luar negeri.
Insyaallah, papa akan mewujudkan cita-citamu, sayang. Semua yang papa kerjakan sekarang untuk mewujudkan cita-citamu. Mudah-mudahan Allah mengabulkan cita-citamu yang mulia. Bukan demi papa, tapi demi ibadah. Amin.

Thursday, November 10, 2011

Movieholic

Sekitar 2 minggu yang lalu, Arum ikut acara Movieholic di tempat kursus bahasa Inggris-nya. Jadi, hari sabtu jam 2 Arum diantar Kai supir, karena waktu itu aku sedang di lokasi, dan dijemput lagi jam 6 sore. Aku sempat khawatir juga, karena inilah pertama kalinya dia pergi keluar tanpa ditemani papa mama-nya atau keluarganya. Dia dibekali handphone dan uang secukupnya agar bisa dimonitor kapan saja. Dan ternyata film yang ditonton adalah Johny English, film favoritnya.
Ternyata anakku sekarang sudah besar. Walaupun khawatir, tapi ada saatnya kita harus melepaskan anak kita mengarungi dunianya. Mudah-mudahan bekal moral yang kita berikan cukup untuknya.

Friday, October 28, 2011

Arumdapta



Waktu lahir dulu, Arum seukuran berat bayi pada umumnya, tidak terlalu besar dan tidak juga kecil. Rambutnya tipis, tengkorak kepalanya belum rata, agak putih dan matanya agak sipit seperti anak cina.
Sekarang, umur 9 tahun 5 bulan, tingginya sudah di bawah dagu mamanya, masih kurus walau kuat makan dan kakinya terlihat panjang. Rambutnya yang nggak pernah mau dia potong, agak kecoklatan, panjang dan agak bergelombang. Kalau sehari aja nggak pake shampo, pasti susah disisir. Rambutnya tidak setebal mamanya, tapi karena panjang, kalau jatuh ke depan membentuk wajahnya menjadi memanjang.
Wajahnya yang agak lonjong, sekarang agak kecoklatan karena matahari akibat aktifitasnya. Kalau dia pake seragam sekolah dan jilbabnya, wajahnya terlihat mungil dibanding teman-teman sekolahnya. Ada bekas luka di ujung alis kirinya. Giginya belum rata, jadi kalau tersenyum seperti ada gigi gingsul. Kalau dia tersenyum lebar, matanya menyipit.
Matanya indah sekali, dengan bulu mata yang lentik, bersinar cerah jika sedang semangat. Dari kecil, sinar matanya tampak selalu bersinar.
Badannya sekarang juga agak coklat karena sering berenang dan bersepeda. Karena badannya yang kurus, pake baju apapun dan warna apapun, kayaknya cocok. Tapi dia terlihat lebih cantik kalau pake baju dengan warna-warna yang terang dan menyolok. Yang entah mengapa, tidak terlihat norak kalau dia pake.
Seringkali, kalau kami lihat dia sekarang, kami terharu. Kami tidak menyangka, bayi mungil itu dulu, sekarang sudah besar dan mulai dewasa. Kami hanya bisa bersyukur dia bisa tumbuh dengan sehat.
Ya Allah, berikanlah dia selalu kesehatan dan keselamatan. Dan berikanlah kami kesehatan dan keselamatan, agar kami dapat melihatnya tumbuh dewasa. Dan berkahilah umur panjang kami dengan kasih sayang dan kerukunan. Amin.

Friday, October 7, 2011

Arum dan Kegiatannya

Arum dan Kegiatannya

Waktu Arum masih TK dan istriku berhenti bekerja, Arum mulai kursus bahasa Inggris, mewarnai dan mengaji di dekat rumah. Karena waktu istriku kerja, tidak ada yang bisa mengantar Arum kursus dan mengaji kalau aku naik ke lokasi. Itu juga yang jadi salah satu alasan istriku berhenti bekerja.
Walau kursus mewarnai cuma setahun, tapi kursus bahasa Inggris tetap berlanjut hingga sekarang ini.
Di kelas 4 ini, jadwal Arum tambah padat. Senin sampai kamis pulang sekolah jam 2 siang, sampe rumah paling cepat jam 14.45. Senin, rabu, jumat dan sabtu kursus mata pelajaran di Artha dekat rumah. Selasa, kamis dan jumat kursus bahasa Inggris di Britton. Hari kamis les keilmuwan di sekolah, sabtu eskul bahasa Inggris.
Kadang aku kasihan liat dia dengan jadwalnya yang padat, tapi dia tetap semangat. Walau kadang dia kecapekan atau lagi malas aja, tapi aku selalu tekankan untuk tetap datang kursus.
Aku cuma bisa kasih semangat dan dukungan, selama aku masih membiayai, aku akan selalu mendukung apa aja kegiatan positif yang dia lakukan. Dan aku juga tetap memperhatikan kebutuhan dia untuk bermain.

Sunday, September 25, 2011

Arum dan Bahasa Inggris

Arum dan Bahasa Inggrisnya

Arum sudah mulai kursus bahasa Inggris sejak dia masih TK, karena dia sepertinya berbakat bahasa Inggris dan dia bersemangat untuk belajar.
Total hingga tahun 2011 ini, sudah ada 4 tempat kursus yang pernah dia jalani. Di tempat kursus yang ketiga, dia minta berhenti kursus karena dia bosan, katanya kebanyakan menulis aja.
Akhirnya sekarang dia kursus di Briton, tempat kursus yang baru buka di Balikpapan waktu itu. Walaupun agak mahal, 450 ribu sebulan, tapi sepertinya bagus dan bertaraf internasional. Dan Arum pun sepertinya menikmatinya, walau kadang-kadang ada rasa malas karena capek atau karena ada sepupunya main ke rumah. Tapi aku selalu menekankan untuk selalu pergi kursus, karena selain mahal, aku juga ingin supaya Arum bekerja keras dan berusaha. Menurutku, lebih baik dia bekerja keras sejak masih kecil kalau mau sukses.
Susahnya Arum itu nggak pernah mau dicek kemampuan bahasa inggrisnya oleh aku atau mamanya. Tapi dari nilai-nilai di sekolah dan kursusnya yang rangking 2, aku tau bahwa kemampuannya cukup bagus. Apalagi sekarang juga dia ikut eskul bahasa inggris, dan terpilih dalam tim pidato bahasa inggris.
Papa selalu bangga sama kamu anakku sayang. Jangan pernah berhenti bekerja dan belajar.

Tuesday, August 2, 2011

Pesan untuk anakku

Anakku sayang,
Papa harap kamu tidak salah memilih suami jika kamu dewasa nanti. Papa cuma minta kamu jangan menikah dengan lelaki yang merokok, tidak beriman, apalagi yang beda agama.
Karena bagi papa, orang yang merokok adalah kebodohan terbesar. Tidak perlu lagi panjang lebar tentang bahaya rokok. Karena perokok itu tidak menyayangi dirinya, bagaimana dia bisa menyayangimu kelak?
Jangan pula kamu pilih lelaki yang lemah agamanya, karena lelaki adalah imam pemimpin keluarga. Bagaimana dia bisa membimbingmu ke surga jika dia pun tidak bisa ke surga?
Jangan pula kamu memilih lelaki yang tidak beragama islam. Apalagi kamu harus pindah agama karenanya. Karena menikah dengan lelaki yang beda agama sama saja dengan pindah agama.
Tidak perlu beralasan bahwa cinta datangnya tak terduga. Karena bagi papa, cinta bisa diduga datangnya, bahkan bisa kita arahkan datangnya. Jika ada lelakì yang tidak memenuhi syarat, janganlah kamu mendekatinya, atau membiarkannya mendekatimu. Karena sekali saja kamu membuka celah, dia bisa masuk dan sangat mungkin merebut hatimu. Karena cinta pasti datang perlahan melewati proses kedekatan yang bertahap. Itulah cara kita mengarahkan datangnya cinta.
Papa yakin, pada saatnya nanti, masih banyak lelaki yang tidak merokok dan beriman.
Semoga papa bisa membimbingmu untuk memilih lelaki yang baik sampai engkau menikah nanti.

Saturday, July 30, 2011

Kelas Cimipa

Kelas Cimipa

Waktu Arum naik kelas IV ini, dia ikut seleksi untuk kelas Cimipa (Cerdas Istimewa Matematika dan IPA), dan alhamdulilah dia berada di peringkat 2 untuk seleksi ini. Jadinya dia masuk kelas IV A (Cimipa) yang pelajarannya lebih banyak memfokuskan pada Cimipa dan beberapa buku pelajarannya dua bahasa, Inggris dan Indonesia.
Aku sangat bangga sekali dengan dia, aku memotivasi Arum bahwa kelas ini bagus untuk anak yang berniat kuliah atau sekolah di bidang Science. Dia juga bilang, kalau kelas ini juga dipersiapkan untuk perlombaan-perlombaan Science di Indonesia sampai dunia.
Maju terus sayang, jangan pernah berhenti belajar..
Papa selalu bangga sama kamu.

Thursday, July 21, 2011

Arum dan Sepedanya

Arum punya hobi baru, bersepeda.
Waktu baru pindah ke rumah yang sekarang, aku mulai mengajari Arum bersepeda roda 2. Kebetulan kontur kompleks rumahku yang sekarang sangat mendukung, jalannya datar semua, tidak ada tanjakan dan turunan. Tidak seperti kompleks yang lama yang menurun.
Dalam 2 hari aja, Arum sudah bisa bersepeda roda dua. Mulailah dia sering bersepeda. Mulanya cuman di depan rumah aja, kemudian memutari blok hingga akhirnya dia berani memutari kluster sendirian. Dan sekarang dia pergi kursus dengan naik sepeda sendiri. Aku juga membelikan dia helm bersepeda dan lampu signal di belakang sepedanya agar dia aman bersepeda kalau cuaca sudah gelap.
Sempat juga ada rasa khawatir, apalagi dia cewek. Tapi aku sadar, kita tidak bisa terus mengekang anak kita. Yang penting kita sudah memberikan pemahaman tentang batas-batas aman.
Bulan lalu, sepeda lamaku yang selama ini nangkring di tempat mertuaku diambil istriku. Setelah bolak-balik masuk bengkel, akhirnya kondisinya kembali oke.
Jadi sekarang aku punya rutinitas baru, sepedahan dengan Arum menjelajahi kompleks. Aku merasa, bersepeda dengan anakku mengelilingi kompleks saja, memberikan quality time yang lebih daripada jalan-jalan ke luar kota atau keluar negeri.
Akibatnya Arum terlihat lebih gelap karena sering bersepeda, apalagi sejak kakak Ridho-nya juga kursus ditempat yang sama, jadi mereka bersepeda berdua ketempat kursus.

Sunday, July 3, 2011

Manja


istriku kemaren ngomong, "Arum itu jangan terlalu dimanja, nanti jadi manja dia". Dan aku bilang, "Papa nggak manjain dia, papa cuman mau dia tau kalau papa sayang sama dia. Papa kasian liat Devi (ponakanku) yang nggak pernah lagi dilihat sama bapaknya".
Lagian istriku tau, kadang kalau memang Arum salah, aku juga marah, marah besar kadang.
Aku ingin membangun pendidikan kepada anakku yang berbasis kasih sayang bukan berbasis takut. Jadi anak patuh karena dia sayang sama orang tua bukan kaRena takut sama orang tua. Jadi kalaupun tidak ada orang tua, dia tetap patuh.

Friday, July 1, 2011

Kangen

"Arum kangen papa...."
Sampai 3 kali Arum ngetik itu tadi malam.
Waktu tadi malam aku online dari laptop Slb, aku liat Arum online di fesbuk, padahal sudah jam 11. Nggak biasanya dia belum tidur selarut ini.
Waktu kutanya, katanya nggak bisa tidur, jadi dia main tablet mamanya. 3 kali dia bilang kangen sama papa. Memang biasanya sebelum tidur aku suka membacakan cerita seram sampai dia ngantuk. Atau kalau aku yang ngantuk duluan, dia membaca sendiri sampai ngantuk.
Aku bilang, coba baca cerita hantu dulu. Dan dia mengiyakan. Nggak lama dia bilang lagi, "Arum sudah ngantuk". Sudah hampir jam 12, waktu kuliat Arum sign out.
Papa juga kangen banget sama Arum.

Thursday, June 2, 2011

Arum dan Senandungnya

Aku baru saja membuat CD kompilasi mp3 lagu-lagu Beyonce dan Rihanna. Dan beberapa hari ini terus kuputar di mobil. Dan beberapa hari terakhir ini kuperhatikan Arum sering bersenandung lagu "Take A Bow"-nya Rihanna. Dan dia menyenandungkannya dengan lafal dan pengucapan yang baik. Padahal dia belum pernah membaca liriknya.
I'm proud of you my little princess.

Sunday, May 22, 2011

Arum dan Verbal-nya

Waktu aku jemput Arum pulang dari kursus bahasa Inggris, kami menuju Tahu Campur langganan kami. Tapi ternyata langganan kami itu tutup, dan langganan yang baru juga tutup. Karena aku sedang nyetir, aku suruh Arum untuk memberitahukan ke mamanya. Dia bilang; "Mama, tahu tek langganan kita itu nggak jualan. Tahu tek yang depan telkom yang Arum makan kemarin juga tutup. Mama mau makan apa?"
Aku waktu itu sempat amazed, kata-katanya teratur banget dan dia ngomongnya tenang banget, seolah dia membaca.
Mungkin ini pengaruh cerita-cerita yang selalu aku bacakan sebelum tidur. Walaupun cerita-cerita seram, tapi aku berusaha membacakan dengan lafal dan intonasi yang benar. Kadang-kadang kita juga mengkritik kalau ada cerita yang penceritaannya nggak runut atau tidak mengalir. Ternyata itu bisa mempengaruhi kemampuan verbalnya.

Friday, May 13, 2011

Arum dan Konfliknya

Beberapa waktu yang lalu, Arum mengalami konflik dengan teman sekolahnya. Arum sebelumnya memang ada cerita kalau ada anak kelas lain yang tiba-tiba menuduh Arum ngomongin anak itu ke anak yang lain. Padahal aku tahu banget nggak mungkin Arum mau ngomongin orang lain, dia nggak perduli sama urusan orang lain. Mulanya kuanggap biasa aja, waktu itu aku cuman nyaranin dia untuk ngomong balik ke anak itu kalau dia nggak pernah begitu. Dia sih bilang dia cuman cuekin anak itu.
Rupanya, karena Arum nggak nanggapin, anak itu tambah menjadi-jadi, dia tambah berani sama Arum. Sampai suatu hari akibatnya Arum nangis dibuatnya. Waktu itu Kai Supir yang ngantar jemput Arum sekolah mulai kesal juga, jadi dia memarahi anak itu. Kai Supir kami ini memang sayang banget sama Arum dan Arum juga dekat sama dia.
Sorenya, ibu anak itu dan pamannya datang ke rumah melapor ke istriku. Rupanya rumahnya masih satu kompleks dengan kami. Ibunya, berdasarkan laporan anak itu, menuduh Arum telah sering ngomongin anak itu dan Kai Supir telah menendang anak itu. Istriku yang tau banget sifat Arum dan Kai Supir membantahnya, apalagi ibu itu bisa lihat sendiri kalau badan Arum itu jauh lebih kecil dari anak itu. Istriku menyuruh ibu itu menyelesaikan di sekolah aja keesokan harinya dengan Kai Supir dan Kepala Sekolah.
Besoknya, semuanya dikumpulkan, termasuk teman-teman anak itu dan teman-teman Arum. Kai Supir langsung membantah kalau dia menendang anak itu, dan hal ini dibenarkan oleh teman-teman anak itu sendiri. Akhirnya anak itu menangis dan mengaku salah.
Alhamdulillah Arum nggak jadi trauma pergi ke sekolah karenanya. Tapi aku sayangkan karena aku sendiri nggak terlalu menanggapi lebih dini masalah ini. Selain karena Arum sendiri agak susah bercerita, aku juga awalnya ingin agar Arum bisa mengatasi dan menyelesaikan masalah-masalahnya sendiri, seperti laki-laki. Tapi aku lupa bahwa Arum bukan laki-laki, walaupun dia agak galak di sekolah, tapi ada hal-hal yang bisa membuatnya tertekan.
Sekarang, aku berusaha meningkatkan kualitas komunikasi kami, terutama saat aku mengantar dan menjemputnya sekolah. Aku harap, sampai kapanpun nanti, aku bisa jadi orang tua dimana dia bisa curhat dan bercerita. Dengan begitu, kita akan bisa mengarahkan pendidikan moral dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai dia terjerumus ke hal-hal negatif karena rasa ingin tahu yang tidak terpenuhi.

Saturday, March 12, 2011

Arum dan lagunya

Awalnya aku mencoba memperdengarkan pada Arum semua jenis lagu. Tapi karena mengikuti seleraku, lebih banyak jenis lagu pop, R & B dan slow rock yang kuperdengarkan. Setelah hampir berbulan-bulan lagu Justin Bieber diputar berulang-ulang, akhirnya si Justin Bieber bisa istirahat juga.
Suatu hari aku kaget karena dia bilang dia suka lagu Usher yang "DJ Got Us Falling In Love Again". Lagu hip hop yang upbeat. Trus dia minta dibikinin CD semua lagu Usher. Oke sayang, your wish is my command.
Dengan flash unlimìted-ku, aku download lagu-lagu Usher yang pernah hits aja. Setelah jadi, giliran Usher yang wira-wiri nyanyi di mobil. Setelah beberapa minggu, Arum rupanya senang dengan lagu yang judulnya U Remind. Kulihat dia sering menyenandungkannya dengan lafal yang baik. Kelihatannya hasìl kursus bahasa inggrisnya mulai terasa.
Sekarang aku hobi melengkapi lagu-lagu yang disukainya dengan lirik, yang bila diputar di iPod, bisa dibaca. Karena nampaknya dia suka menelusuri lirik lagu sambil mendengarkan lagu itu. Persis seperti aku dulu, yang banyak belajar bahasa inggris dengan cara begitu.

Wednesday, March 9, 2011

Arum dan Buku Ilmu Pengetahuan-nya

Hari ini Arum memulai hobi barunya. Dia mendapatkan ide untuk mengumpulkan potongan ilmu pengetahuan pada sebuah buku. Contohnya, kecepatan virus flu yang dikeluarkan ketika kita batuk.
Dia memang suka membaca buku-buku ilmu pengetahuan selain majalah Princess tentunya. Dia juga suka membeli majalah Charlie and Lola karena banyak ide-ide prakarya di dalamnya.
Dia suka ilmu pengetahuan, nampaknya, karena aku selalu memberi jawaban-jawaban logis atas setiap pertanyaannya. Walaupun dia masih kecil, aku selalu menjawab dengan ilmiah yang kusederhanakan seolah dia sudah cukup bisa mengerti. Termasuk pertanyaan-pertanyaannya tentang hal-hal yang gaib dan mistis.
Dan jika aku menemukan buku atau gambar yang mendukung pertanyaannya, aku akan selalu menunjukannya.
Anakku yang cantik, jangan pernah berhenti mencari, belajar dan membaca. Karena itulah cara untuk membuka wawasan, menajamkan pikiran dan mengenali kebesaran Allah.

Saturday, December 18, 2010

Genggam tanganku

Kau panggil namaku, saat aku rindu, khawatir dan gundah.
Kugenggam tangan kecilmu saat aku hilang arah, hilang keseimbangan dan saat aku harus bangkit dari keterpurukan.
Kau berlindung di balik pundakku, saat aku perlu dorongan, pijakan dan rasa aman.
Kau meringkuk di pelukanku, saat aku perlu kehangatan, kedamaian dan mimpi indah.
Kau cium pipiku, saat aku perlu tambahan energi, semangat dan harapan.
Dan kau hadir, saat aku membutuhkan dunia dan seisinya.
I love you my little princess.

Saturday, November 20, 2010

Arum dan bukunya

Minggu lalu, aku membuka tas sekolah Arum, cuman mau ngecek apakah bukunya sudah lengkap untuk besok, dan aku kaget. Di dalam tasnya ada juga buku Dinosaurus Pop-Up dan satu buku ilmu pengetahuan. Padahal buku sekolahnya sudah banyak dan berat, dia masih menambahkan buku kesukaannya itu lagi.
"Kenapa bawa buku dinosaurus juga, Sayang?"
"Nggak papa, Arum mau mbaca nanti kalau istirahat."
"Nggak tambah berat tasnya nanti, Sayang?"
"Nggak papa, Pa."
"Kalau istirahat Arum nggak main sama temannya?"
"Malas Pa...."
Arum memang kurang suka bersosialisasi, persis seperti Mamanya, tapi dia punya teman cukup banyak. Dia lebih suka membaca buku-buku pengetahuan yang sering kubelikan.

Monday, November 1, 2010

Arum Sakit

Kemaren istriku ngasih kabar kalau Arum muntah-muntah di sekolah dan akhirnya pulang. Sejak itu pikiranku jadi nggak karuan, aku khawatir banget.
Selama ini, alhamdulillah Arum itu jarang sakit. 2 tahun-an yang lalu memang sering panas karena amandelnya, tapi sekarang sudah enggak lagi. Yang paling parah adalah waktu Arum kena cacar air.
Sekarang ini Arum katanya panas badannya, tapi pagi ini muntah juga. Dan sekarang sedang di rumah sakit pertamina untuk periksa. Mudah-mudahan sakitnya tidak terlalu mengkhawatirkan.
Arum sayang, kalau saja bisa, papa rela memberikan seluruh kesehatan papa buat Arum. Cepat sembuh ya sayang.