Seminggu sebelum lebaran istriku sudah berhenti berpuasa karena dokter tidak memperbolehkan istriku puasa karena sedang hamil muda. Waktu USG pertama dokter Tengku bilang kalau janinnya kecil, jadi harus diperbanyak makan dan minum susu.
Tapi waktu lebaran, dimana kehamilan yang harusnya sudah mencapai 8 minggu, istriku selalu mengeluhkan kok perutnya terasa kempes. Dia juga selalu khawatir apakah bayinya masih ada. Setelah lebaran, istriku menemukan bercak darah di celana dalamnya, tambah khawatir lah dia.
Seharusnya istriku kontrol ke dokter lagi tanggal 8 September, tapi karena ada bercak darah itu dan karena tanggal 7 aku harus kembali kerja, akhirnya kami pergi ke dokter tanggal 5 september.
Waktu di USG, dokter bilang kalau janinnya itu tidak berkembang, dan dokter Tengku menyarankan untuk di kuret. Katanya itu kasus dimana janin tidak berkembang, mungkin karena bibitnya kurang mantap, atau mungkin kurang pasokan nutrisi waktu istriku puasa ramadahan itu.
Besoknya kami ke rumah sakit pertamina untuk melakukan proses kuret dengan dokter tengku juga. Pagi-pagi kami sudah datang untuk mendaftar dan melalui prosedur pengujian darah dan detak jantung sebelum di kuret. Setelah menunggu dengan rasa was-was akhirnya jam 3 sore istriku mulai dikuret. Prosesnya tidak lama, mungkin sekitar 20 menit-an saja. Dan setelah biusnya hilang dan istriku bisa berjalan lagi, akhirnya kami pulang.
Sepulang dari rumah sakit istriku beberapa kali nangis, dia sangat merasa kehilangan anak yang sudah lama dinantikan. Aku cuma bisa menghiburnya, aku bilang, nggak papa, nanti kita coba terus lagi yah Mama.
Sesampainya di rumah malam harinya istriku masih sedih, dia merasa anak itu sudah hadir, bahkan terakhir kali kami memilih-milih nama, dia sudah menetapkan kalau anak itu akan dinamai Altaf.
Selamat jalan Altaf..
Buah Pikiran dan Tulisan, Pesan untuk buah hatiku... Arumdapta dan Altaf
Showing posts with label My Family. Show all posts
Showing posts with label My Family. Show all posts
Monday, September 12, 2011
Monday, April 5, 2010
Kemalingan
Hari ini rumahku kemalingan, 1 unit TV dan beberapa sepatu hilang dicuri dari rumahku. Tapi anehnya, aku tidak merasa sedih sama sekali, karena aku sangat bersyukur bahwa anak dan istriku tidak apa-apa. Itu yang utama bagiku.
Sebenarnya, semuanya hampir seperti yang kurencanakan. Aku memasang teralis yang tidak terlalu kuat di rumah dengan harapan hanya untuk menghambat orang dari luar, bukan mengurung keluargaku jika terjadi hal-hal yang buruk. Terbukti, teralis itu tidak terlalu susah dibuka.
Aku juga membiarkan beberapa barang berharga di luar kamar, dengan harapan jika ada orang jahat yang bisa masuk, tak perlu dia melukai anak dan istriku, cukup barang itu aja yang mereka bawa.
Yang aku herankan, TV yang dicuri itu cukup besar. Berarti, pengawasan dari security kurang tinggi.
Sekarang, aku berusaha mengambil hikmahnya aja. Mungkin kita kurang bersedekah, mungkin kita kurang mensyukuri rezeki kita dengan jalan yang benar. Aku sangat bersyukur bahwa Allah memperingatkan aku "hanya" dengan sebuah televisi.
Sebenarnya, semuanya hampir seperti yang kurencanakan. Aku memasang teralis yang tidak terlalu kuat di rumah dengan harapan hanya untuk menghambat orang dari luar, bukan mengurung keluargaku jika terjadi hal-hal yang buruk. Terbukti, teralis itu tidak terlalu susah dibuka.
Aku juga membiarkan beberapa barang berharga di luar kamar, dengan harapan jika ada orang jahat yang bisa masuk, tak perlu dia melukai anak dan istriku, cukup barang itu aja yang mereka bawa.
Yang aku herankan, TV yang dicuri itu cukup besar. Berarti, pengawasan dari security kurang tinggi.
Sekarang, aku berusaha mengambil hikmahnya aja. Mungkin kita kurang bersedekah, mungkin kita kurang mensyukuri rezeki kita dengan jalan yang benar. Aku sangat bersyukur bahwa Allah memperingatkan aku "hanya" dengan sebuah televisi.
Thursday, March 11, 2010
Istri bekerja
Semenjak lulus kuliah, istriku tidak pernah nganggur, dia selalu bekerja. Sempat pindah kerja beberapa kali, hingga di Schlumberger, tempat kami pertama bertemu. Waktu kami sama-sama keluar dari Schlumberger, dan aku bekerja di Barikin, dia sempat memutuskan untuk tidak bekerja lagi. Tapi karena waktu itu, gajiku tidak mencukupi dan ada kesempatan bagus di Total, walau bukan karyawan permanen, akhirnya dia bekerja lagi.
Selama 3 tahun lebih bekerja di Total, ada aja kejadian atau tingkah laku teman kerjanya yang membuat dia merasa tidak betah. Hingga ada suatu keadaan yang membuat rasa jengkelnya memuncak dan membuatnya memutuskan berhenti.
Walau aku tidak pernah meminta dia berhenti bekerja, tapi waktu itu aku bahagia sekali. Karena aku jadi lebih tenang bekerja, tahu bahwa anakku sepenuhnya diurus oleh istriku.
Ada yang sempat menyayangkan karier yang dilepas istriku, termasuk gaji yang lumayan. Tapi istriku berpendapat, lebih baik kerja keras mengurus keluarga membahagiakan anak dan suami, daripada kerja keras untuk kebahagian bos di tempat kerja.
Yang pasti, istri yang bekerja mengurus keluarga di rumah, pahalanya jauh lebih besar. Jauh lebih bernilai dari gaji yang dia dapatkan dulu.
Sudah hampir 3 tahun sejak dia berhenti kerja, dan katanya, tidak sedikitpun dia menyesal, dan tidak sedikitpun dia ingin kembali bekerja.
Terima kasih istriku, I love you full.
Selama 3 tahun lebih bekerja di Total, ada aja kejadian atau tingkah laku teman kerjanya yang membuat dia merasa tidak betah. Hingga ada suatu keadaan yang membuat rasa jengkelnya memuncak dan membuatnya memutuskan berhenti.
Walau aku tidak pernah meminta dia berhenti bekerja, tapi waktu itu aku bahagia sekali. Karena aku jadi lebih tenang bekerja, tahu bahwa anakku sepenuhnya diurus oleh istriku.
Ada yang sempat menyayangkan karier yang dilepas istriku, termasuk gaji yang lumayan. Tapi istriku berpendapat, lebih baik kerja keras mengurus keluarga membahagiakan anak dan suami, daripada kerja keras untuk kebahagian bos di tempat kerja.
Yang pasti, istri yang bekerja mengurus keluarga di rumah, pahalanya jauh lebih besar. Jauh lebih bernilai dari gaji yang dia dapatkan dulu.
Sudah hampir 3 tahun sejak dia berhenti kerja, dan katanya, tidak sedikitpun dia menyesal, dan tidak sedikitpun dia ingin kembali bekerja.
Terima kasih istriku, I love you full.
Subscribe to:
Posts (Atom)