Monday, January 31, 2011

27 jan


27 Januari 2011

Kami berangkat dari Balikpapan jam 10 pagi, sampai di Jakarta jam 11-an. Rencananya kami mau nunggu di lounge yang ada di bandara Soetta sambil nunggu pesawat ke Singapur jam 17:00. Tapi ternyata kami baru bisa check in 2 jam sebelum jam keberangkatan, jadinya kami makan di Hoka-Hoka Bento sambil nunggu waktu check in.
Pesawat kami sampai Singapur jam 19:05, setelah melewati imigrasi dan pengambilan barang, kami antri untuk taksi sampai jam 8-an malam. Di imigrasi Singapur, banyak banget orang Indonesia. Nampaknya, memang sudah lumrah orang Indonesia yang ke Singapur.
Di taksi menuju hotel, sempet heran juga waktu aku cuman bilang hotel Fragrance Bugis dan supirnya tidak tahu pasti tempatnya. Sialnya aku juga tidak punya alamat lengkapnya seperti yang diminta si supir taksi. Dia menyarankan, lain kali kita harus punya alamat lengkap suatu tempat kalau mau naik taksi, karena semua taksi menggunakan GPS dan sangat mengandalkan alat tersebut. Kecuali kita mendatangi tempat yang sudah sangat terkenal. Tapi alhamdulillah, kami sampai juga ke hotel tanpa terlalu memutar-mutar.
Tarif Hotel Fragrance Bugis S$ 149, untuk kamar ukuran standar dengan single bed. Ukuran kamarnya kecil banget, cuman cukup untuk bed ukuran queen, lemari kecil dan kamar mandinya pun kecil. Memang hotel di Singapur termasuk yang paling mahal di Asia. Tapi prinsipnya, kita kan mau jalan-jalan, jadi cuman perlu kamar buat tidur dan istirahat.
Tapi hotel Fragrance Bugis ini menurutku sangat strategis, sekitar 200 meter jalan, kita sudah bisa menemukan tempat makan yang Halal, namanya Tong Seng, menu yang umum disini adalah Chiken Rice yang kebetulan merupakan kegemaran Arum. Rata-rata harga makanan disini harganya S$ 3, cukup murah. Berjarak 1 warung dari Tong Seng ini ada juga rumah makan halal yang menjual makanan arab, India dan Ayam Penyet Indonesia.

Di seberang jalan langsung ada Bugis Junction, sebuah mal cukup lengkap yang suasanya menurutku mirip mal Paris van Java di Bandung. Di seberangnya lagi ada Bugis Street, sebuah pasar yang banyak menjual souvenir dan baju-baju dengan aneka model. Sangat strategis, apalagi MRT station ada di bawah Bugis Junction ini, sekitar 500 meter dari hotel Fragrance Bugis. Sangat direkomendasikan.
Setelah melihat-lihat situasi di Bugis Street, kami kembali ke hotel untuk istirahat, karena selain sudah capek, kami juga harus menyiapkan tenaga untuk ke Universal Studio Singapore besok paginya.

Saturday, December 18, 2010

Genggam tanganku

Kau panggil namaku, saat aku rindu, khawatir dan gundah.
Kugenggam tangan kecilmu saat aku hilang arah, hilang keseimbangan dan saat aku harus bangkit dari keterpurukan.
Kau berlindung di balik pundakku, saat aku perlu dorongan, pijakan dan rasa aman.
Kau meringkuk di pelukanku, saat aku perlu kehangatan, kedamaian dan mimpi indah.
Kau cium pipiku, saat aku perlu tambahan energi, semangat dan harapan.
Dan kau hadir, saat aku membutuhkan dunia dan seisinya.
I love you my little princess.

Saturday, November 20, 2010

Arum dan bukunya

Minggu lalu, aku membuka tas sekolah Arum, cuman mau ngecek apakah bukunya sudah lengkap untuk besok, dan aku kaget. Di dalam tasnya ada juga buku Dinosaurus Pop-Up dan satu buku ilmu pengetahuan. Padahal buku sekolahnya sudah banyak dan berat, dia masih menambahkan buku kesukaannya itu lagi.
"Kenapa bawa buku dinosaurus juga, Sayang?"
"Nggak papa, Arum mau mbaca nanti kalau istirahat."
"Nggak tambah berat tasnya nanti, Sayang?"
"Nggak papa, Pa."
"Kalau istirahat Arum nggak main sama temannya?"
"Malas Pa...."
Arum memang kurang suka bersosialisasi, persis seperti Mamanya, tapi dia punya teman cukup banyak. Dia lebih suka membaca buku-buku pengetahuan yang sering kubelikan.

Tuesday, November 2, 2010

Supervisor

Klien tempatku bekerja, sebuah perusahaan pemegang hak pengelolaan blok migas, secara rutin, hampir tiap 2 tahun, merekrut anak-anak muda calon supervisor lapangan. Notabene, mereka adalah calon supervisor kita nantinya.
Pada masa-masa training (trainee), mereka, yang sering bertanya-tanya pada kami orang lapangan, terlihat sopan dan hormat pada kami. Tapi anehnya, kalau sudah "in charge", rata-rata mereka jadi sombong dan angkuh.
Entah mereka memang dìdidik seperti itu, atau bawaan aslinya memang sombong dan angkuh, atau memang posisi mereka yang membuat mereka merasa berhak angkuh dan sombong terhadap kami, bawahannya.
Akibatnya, banyak diantara kami yang malas mengajari mereka. Kami berpikir, buat apa? Nanti kalau sudah in charge malah jadi sombong.
Aku sendiri pernah mengalaminya, ada beberapa supervisor yang dulu sempat bertanya-tanya sama aku, sekarang malah jadi sombong. Tapi aku sendiri sebenarnya tidak kapok. Karena menurutku, kalau kita mengajari orang, insyaallah kita bisa menambah ilmu lagi. Paling nggak, menyegarkan kembali yang dulu pernah dipelajari.
Lagipula, tidak pernah ada salahnya jika kita berbuat baik kepada orang.
Alhamdulillah, masih ada beberapa supervisor yang baik, ramah dan enak untuk diajak bekerjasama.

Monday, November 1, 2010

Arum Sakit

Kemaren istriku ngasih kabar kalau Arum muntah-muntah di sekolah dan akhirnya pulang. Sejak itu pikiranku jadi nggak karuan, aku khawatir banget.
Selama ini, alhamdulillah Arum itu jarang sakit. 2 tahun-an yang lalu memang sering panas karena amandelnya, tapi sekarang sudah enggak lagi. Yang paling parah adalah waktu Arum kena cacar air.
Sekarang ini Arum katanya panas badannya, tapi pagi ini muntah juga. Dan sekarang sedang di rumah sakit pertamina untuk periksa. Mudah-mudahan sakitnya tidak terlalu mengkhawatirkan.
Arum sayang, kalau saja bisa, papa rela memberikan seluruh kesehatan papa buat Arum. Cepat sembuh ya sayang.

Friday, October 22, 2010

Kasak kusuk cari lowongan

Sudah seminggu ini istriku sibuk kasak kusuk di internet, nyari lowongan buat aku. Dia pengen aku untuk mencoba kerja di tempat lain, yang lebih baik, lebih profesional dan syukur-syukur gajinya lebih besar.
Selain karena di perusahaan yang sekarang banyak faktor yang mulai bikin nggak betah, aku juga ingin mengembangkan kemampuanku dengan mencari pengalaman bekerja di lokasi lain. Walaupun sudah tidak terlalu muda lagi, tapi mumpung masih sehat dan recordku masih bagus di sini, aku mau mencoba cari pengalaman lagi.
Karena sebenarnya, masih banyak hal-hal di bidangku ini yang masih belum aku kuasai sepenuhnya. Dan kalau aku masih terus di sini, sangat jarang untuk bisa menguasainya.
Jadi ingat 7 tahun-an yang lalu, waktu istriku juga kasak kusuk di internet mencari kerja buat aku. Walaupun kondisinya sekarang berbeda, tapi aku tidak pernah menyesali masa-masa sulit dulu. Masa-masa ujian kebersamaan dan kesabaran kami, semoga akan selalu menguatkan kami untuk melewati ujian-ujian-Mu berikutnya.
Amin.
I love you my wife, don't ever stop fighting.

Monday, October 18, 2010

Amnesia

Aku masih berkutat dengan lemahnya ingatanku.
Banyaknya teman-teman sekolah, kuliah dan kerja yang kerap tidak kuingat namanya. Teman-teman yang dulu memang tidak terlalu dekat atau tidak ada kenangan bersama yang erat melekat.
Hal ini kerap membuatku salah tingkah waktu bertemu orang-orang yang ingat sama aku tapi aku lupa sama namanya, walau biasanya aku masih ingat wajahnya.
Tapi tenang saja teman-teman dan sahabat-sahabat karibku, yang pernah melalui masa-masa susah dan senang bersamaku, yang merekatkan erat memori itu di otakku selalu, aku takkan mungkin melupakan kalian.
Ada satu tips agar kita gampang mengingat nama seseorang, sering-seringlah memanggil namanya. Insyaallah, dia pun tak akan bisa melupakan kita.
Padahal dulu, pernah aku ingin memiliki amnesia, melupakan masa-masa pahit romansa yang berakhir pedih.