Terjadi lagi, crew change yang kacau. Aku cuma bekerja dengan 2 orang crew untuk 1 hari. Penyebabnya, si Dwi nggak tau kalau dia harus naik sama Kiki. Parahnya lagi, Kiki datang terlambat, selisih 3 jam dari kedatangannya Dwi, jadi kalaupun Dwi tau, tetap aja kelamaan nunggu Kiki.
Penyebab lainnya, Kiki tidak berangkat satu mobil dengan Dwi. Kiki malah berangkat sama si A yang ternyata menyempatkan diri singgah di mall di samarinda.
Aku sempet dongkol, dan kutulis di status fesbuk-ku. Kusebut juga gara-gara bos besar yang datang telat. Nah rupanya si bos besar ini, entah tau dari istrinya atau teman kami juga, baca statusku ini. Waktu tadi malam naik dan ketemu di barge dia sempet ngomong, "lain kali jangan tulis sembarangan di fesbuk, telpon aja langsung". Aku yang sudah tau maksudnya cuma mengiyakan.
Semalaman aku sempat merasa nggak enak, yang ditandai dengan mual di perutku. Bukan apa, aku bakal ketemu dia terus 2 minggu ini, kalau gini caranya, kerja kita nggak akan kondusif.
Sebenarnya bukan aku aja yang capek dan dongkol dengan tingkahnya. Orang kantor pun rupanya sudah dongkol juga. Dan aku sedikit lega juga dia tau itu, mungkin dia selama ini nggak tau kalau dia sering dicaci orang.
Tapi ada sedikit penyesalan dalam diriku, aku harusnya bisa lebih mengontrol apa yang kutuliskan di depan publik, apalagi aku tau ada resiko orang yang kusinggung bakal melihatnya.
Aaahhh.... Hal-hal gini dan orang-orang kayak gitu yang bikin aku malas kerja ditempat ini. Insyaallah kalau ada tantangan baru akan kuambil.
Buah Pikiran dan Tulisan, Pesan untuk buah hatiku... Arumdapta dan Altaf
Showing posts with label Work. Show all posts
Showing posts with label Work. Show all posts
Wednesday, December 21, 2011
Tuesday, November 2, 2010
Supervisor
Klien tempatku bekerja, sebuah perusahaan pemegang hak pengelolaan blok migas, secara rutin, hampir tiap 2 tahun, merekrut anak-anak muda calon supervisor lapangan. Notabene, mereka adalah calon supervisor kita nantinya.
Pada masa-masa training (trainee), mereka, yang sering bertanya-tanya pada kami orang lapangan, terlihat sopan dan hormat pada kami. Tapi anehnya, kalau sudah "in charge", rata-rata mereka jadi sombong dan angkuh.
Entah mereka memang dìdidik seperti itu, atau bawaan aslinya memang sombong dan angkuh, atau memang posisi mereka yang membuat mereka merasa berhak angkuh dan sombong terhadap kami, bawahannya.
Akibatnya, banyak diantara kami yang malas mengajari mereka. Kami berpikir, buat apa? Nanti kalau sudah in charge malah jadi sombong.
Aku sendiri pernah mengalaminya, ada beberapa supervisor yang dulu sempat bertanya-tanya sama aku, sekarang malah jadi sombong. Tapi aku sendiri sebenarnya tidak kapok. Karena menurutku, kalau kita mengajari orang, insyaallah kita bisa menambah ilmu lagi. Paling nggak, menyegarkan kembali yang dulu pernah dipelajari.
Lagipula, tidak pernah ada salahnya jika kita berbuat baik kepada orang.
Alhamdulillah, masih ada beberapa supervisor yang baik, ramah dan enak untuk diajak bekerjasama.
Pada masa-masa training (trainee), mereka, yang sering bertanya-tanya pada kami orang lapangan, terlihat sopan dan hormat pada kami. Tapi anehnya, kalau sudah "in charge", rata-rata mereka jadi sombong dan angkuh.
Entah mereka memang dìdidik seperti itu, atau bawaan aslinya memang sombong dan angkuh, atau memang posisi mereka yang membuat mereka merasa berhak angkuh dan sombong terhadap kami, bawahannya.
Akibatnya, banyak diantara kami yang malas mengajari mereka. Kami berpikir, buat apa? Nanti kalau sudah in charge malah jadi sombong.
Aku sendiri pernah mengalaminya, ada beberapa supervisor yang dulu sempat bertanya-tanya sama aku, sekarang malah jadi sombong. Tapi aku sendiri sebenarnya tidak kapok. Karena menurutku, kalau kita mengajari orang, insyaallah kita bisa menambah ilmu lagi. Paling nggak, menyegarkan kembali yang dulu pernah dipelajari.
Lagipula, tidak pernah ada salahnya jika kita berbuat baik kepada orang.
Alhamdulillah, masih ada beberapa supervisor yang baik, ramah dan enak untuk diajak bekerjasama.
Saturday, June 5, 2010
Banyak Nyamuk
Disinilah aku sekarang, hampir jam 12 malam, masih bekerja. Perkiraan, kalau lancar, akan selesai jam 1-an. Malam ini, nyamuk banyak banget, bahkan Autan pun tak cukup untuk mengusirnya.
Beginilah pekerjaanku. Kalau panas kepanasan, kalau hujan kehujanan, kalau dingin kedinginan. Kuperhatikan teman-temanku, walaupun begitu, tetap semangat bekerja, demi anak istri di rumah. Aku nggak tau, apakah anak istri mereka tau bahwa kamu bekerja seperti ini.
Yang paling melelahkan sebenarnya bukan panasnya terik matahari, dinginnya hujan dan angin malam atau ganasnya nyamuk-nyamuk hutan, tapi bos yang cerewet dan kurang toleransi. Dibandingkan itu, walau kehujanan malam-malam kedinginan sampai kedalam celana dalam, nggak ada apa-apanya. Tapi jika semuanya itu dikombinasikan, rasanya pengen cari kerjaan lain aja.
Semoga jadi cermin bagi kita, sebagai pemimpin, kita harus arif dan bijak. Pemimpin yang baik bukanlah pemimpin yang kata-katanya selalu didengar, tapi pemimpin yang mau mendengarkan bawahannya.
Beginilah pekerjaanku. Kalau panas kepanasan, kalau hujan kehujanan, kalau dingin kedinginan. Kuperhatikan teman-temanku, walaupun begitu, tetap semangat bekerja, demi anak istri di rumah. Aku nggak tau, apakah anak istri mereka tau bahwa kamu bekerja seperti ini.
Yang paling melelahkan sebenarnya bukan panasnya terik matahari, dinginnya hujan dan angin malam atau ganasnya nyamuk-nyamuk hutan, tapi bos yang cerewet dan kurang toleransi. Dibandingkan itu, walau kehujanan malam-malam kedinginan sampai kedalam celana dalam, nggak ada apa-apanya. Tapi jika semuanya itu dikombinasikan, rasanya pengen cari kerjaan lain aja.
Semoga jadi cermin bagi kita, sebagai pemimpin, kita harus arif dan bijak. Pemimpin yang baik bukanlah pemimpin yang kata-katanya selalu didengar, tapi pemimpin yang mau mendengarkan bawahannya.
Subscribe to:
Posts (Atom)