Kau panggil namaku, saat aku rindu, khawatir dan gundah.
Kugenggam tangan kecilmu saat aku hilang arah, hilang keseimbangan dan saat aku harus bangkit dari keterpurukan.
Kau berlindung di balik pundakku, saat aku perlu dorongan, pijakan dan rasa aman.
Kau meringkuk di pelukanku, saat aku perlu kehangatan, kedamaian dan mimpi indah.
Kau cium pipiku, saat aku perlu tambahan energi, semangat dan harapan.
Dan kau hadir, saat aku membutuhkan dunia dan seisinya.
I love you my little princess.
Buah Pikiran dan Tulisan, Pesan untuk buah hatiku... Arumdapta dan Altaf
Saturday, December 18, 2010
Saturday, November 20, 2010
Arum dan bukunya
Minggu lalu, aku membuka tas sekolah Arum, cuman mau ngecek apakah bukunya sudah lengkap untuk besok, dan aku kaget. Di dalam tasnya ada juga buku Dinosaurus Pop-Up dan satu buku ilmu pengetahuan. Padahal buku sekolahnya sudah banyak dan berat, dia masih menambahkan buku kesukaannya itu lagi.
"Kenapa bawa buku dinosaurus juga, Sayang?"
"Nggak papa, Arum mau mbaca nanti kalau istirahat."
"Nggak tambah berat tasnya nanti, Sayang?"
"Nggak papa, Pa."
"Kalau istirahat Arum nggak main sama temannya?"
"Malas Pa...."
Arum memang kurang suka bersosialisasi, persis seperti Mamanya, tapi dia punya teman cukup banyak. Dia lebih suka membaca buku-buku pengetahuan yang sering kubelikan.
"Kenapa bawa buku dinosaurus juga, Sayang?"
"Nggak papa, Arum mau mbaca nanti kalau istirahat."
"Nggak tambah berat tasnya nanti, Sayang?"
"Nggak papa, Pa."
"Kalau istirahat Arum nggak main sama temannya?"
"Malas Pa...."
Arum memang kurang suka bersosialisasi, persis seperti Mamanya, tapi dia punya teman cukup banyak. Dia lebih suka membaca buku-buku pengetahuan yang sering kubelikan.
Tuesday, November 2, 2010
Supervisor
Klien tempatku bekerja, sebuah perusahaan pemegang hak pengelolaan blok migas, secara rutin, hampir tiap 2 tahun, merekrut anak-anak muda calon supervisor lapangan. Notabene, mereka adalah calon supervisor kita nantinya.
Pada masa-masa training (trainee), mereka, yang sering bertanya-tanya pada kami orang lapangan, terlihat sopan dan hormat pada kami. Tapi anehnya, kalau sudah "in charge", rata-rata mereka jadi sombong dan angkuh.
Entah mereka memang dìdidik seperti itu, atau bawaan aslinya memang sombong dan angkuh, atau memang posisi mereka yang membuat mereka merasa berhak angkuh dan sombong terhadap kami, bawahannya.
Akibatnya, banyak diantara kami yang malas mengajari mereka. Kami berpikir, buat apa? Nanti kalau sudah in charge malah jadi sombong.
Aku sendiri pernah mengalaminya, ada beberapa supervisor yang dulu sempat bertanya-tanya sama aku, sekarang malah jadi sombong. Tapi aku sendiri sebenarnya tidak kapok. Karena menurutku, kalau kita mengajari orang, insyaallah kita bisa menambah ilmu lagi. Paling nggak, menyegarkan kembali yang dulu pernah dipelajari.
Lagipula, tidak pernah ada salahnya jika kita berbuat baik kepada orang.
Alhamdulillah, masih ada beberapa supervisor yang baik, ramah dan enak untuk diajak bekerjasama.
Pada masa-masa training (trainee), mereka, yang sering bertanya-tanya pada kami orang lapangan, terlihat sopan dan hormat pada kami. Tapi anehnya, kalau sudah "in charge", rata-rata mereka jadi sombong dan angkuh.
Entah mereka memang dìdidik seperti itu, atau bawaan aslinya memang sombong dan angkuh, atau memang posisi mereka yang membuat mereka merasa berhak angkuh dan sombong terhadap kami, bawahannya.
Akibatnya, banyak diantara kami yang malas mengajari mereka. Kami berpikir, buat apa? Nanti kalau sudah in charge malah jadi sombong.
Aku sendiri pernah mengalaminya, ada beberapa supervisor yang dulu sempat bertanya-tanya sama aku, sekarang malah jadi sombong. Tapi aku sendiri sebenarnya tidak kapok. Karena menurutku, kalau kita mengajari orang, insyaallah kita bisa menambah ilmu lagi. Paling nggak, menyegarkan kembali yang dulu pernah dipelajari.
Lagipula, tidak pernah ada salahnya jika kita berbuat baik kepada orang.
Alhamdulillah, masih ada beberapa supervisor yang baik, ramah dan enak untuk diajak bekerjasama.
Monday, November 1, 2010
Arum Sakit
Kemaren istriku ngasih kabar kalau Arum muntah-muntah di sekolah dan akhirnya pulang. Sejak itu pikiranku jadi nggak karuan, aku khawatir banget.
Selama ini, alhamdulillah Arum itu jarang sakit. 2 tahun-an yang lalu memang sering panas karena amandelnya, tapi sekarang sudah enggak lagi. Yang paling parah adalah waktu Arum kena cacar air.
Sekarang ini Arum katanya panas badannya, tapi pagi ini muntah juga. Dan sekarang sedang di rumah sakit pertamina untuk periksa. Mudah-mudahan sakitnya tidak terlalu mengkhawatirkan.
Arum sayang, kalau saja bisa, papa rela memberikan seluruh kesehatan papa buat Arum. Cepat sembuh ya sayang.
Selama ini, alhamdulillah Arum itu jarang sakit. 2 tahun-an yang lalu memang sering panas karena amandelnya, tapi sekarang sudah enggak lagi. Yang paling parah adalah waktu Arum kena cacar air.
Sekarang ini Arum katanya panas badannya, tapi pagi ini muntah juga. Dan sekarang sedang di rumah sakit pertamina untuk periksa. Mudah-mudahan sakitnya tidak terlalu mengkhawatirkan.
Arum sayang, kalau saja bisa, papa rela memberikan seluruh kesehatan papa buat Arum. Cepat sembuh ya sayang.
Friday, October 22, 2010
Kasak kusuk cari lowongan
Sudah seminggu ini istriku sibuk kasak kusuk di internet, nyari lowongan buat aku. Dia pengen aku untuk mencoba kerja di tempat lain, yang lebih baik, lebih profesional dan syukur-syukur gajinya lebih besar.
Selain karena di perusahaan yang sekarang banyak faktor yang mulai bikin nggak betah, aku juga ingin mengembangkan kemampuanku dengan mencari pengalaman bekerja di lokasi lain. Walaupun sudah tidak terlalu muda lagi, tapi mumpung masih sehat dan recordku masih bagus di sini, aku mau mencoba cari pengalaman lagi.
Karena sebenarnya, masih banyak hal-hal di bidangku ini yang masih belum aku kuasai sepenuhnya. Dan kalau aku masih terus di sini, sangat jarang untuk bisa menguasainya.
Jadi ingat 7 tahun-an yang lalu, waktu istriku juga kasak kusuk di internet mencari kerja buat aku. Walaupun kondisinya sekarang berbeda, tapi aku tidak pernah menyesali masa-masa sulit dulu. Masa-masa ujian kebersamaan dan kesabaran kami, semoga akan selalu menguatkan kami untuk melewati ujian-ujian-Mu berikutnya.
Amin.
I love you my wife, don't ever stop fighting.
Selain karena di perusahaan yang sekarang banyak faktor yang mulai bikin nggak betah, aku juga ingin mengembangkan kemampuanku dengan mencari pengalaman bekerja di lokasi lain. Walaupun sudah tidak terlalu muda lagi, tapi mumpung masih sehat dan recordku masih bagus di sini, aku mau mencoba cari pengalaman lagi.
Karena sebenarnya, masih banyak hal-hal di bidangku ini yang masih belum aku kuasai sepenuhnya. Dan kalau aku masih terus di sini, sangat jarang untuk bisa menguasainya.
Jadi ingat 7 tahun-an yang lalu, waktu istriku juga kasak kusuk di internet mencari kerja buat aku. Walaupun kondisinya sekarang berbeda, tapi aku tidak pernah menyesali masa-masa sulit dulu. Masa-masa ujian kebersamaan dan kesabaran kami, semoga akan selalu menguatkan kami untuk melewati ujian-ujian-Mu berikutnya.
Amin.
I love you my wife, don't ever stop fighting.
Monday, October 18, 2010
Amnesia
Aku masih berkutat dengan lemahnya ingatanku.
Banyaknya teman-teman sekolah, kuliah dan kerja yang kerap tidak kuingat namanya. Teman-teman yang dulu memang tidak terlalu dekat atau tidak ada kenangan bersama yang erat melekat.
Hal ini kerap membuatku salah tingkah waktu bertemu orang-orang yang ingat sama aku tapi aku lupa sama namanya, walau biasanya aku masih ingat wajahnya.
Tapi tenang saja teman-teman dan sahabat-sahabat karibku, yang pernah melalui masa-masa susah dan senang bersamaku, yang merekatkan erat memori itu di otakku selalu, aku takkan mungkin melupakan kalian.
Ada satu tips agar kita gampang mengingat nama seseorang, sering-seringlah memanggil namanya. Insyaallah, dia pun tak akan bisa melupakan kita.
Padahal dulu, pernah aku ingin memiliki amnesia, melupakan masa-masa pahit romansa yang berakhir pedih.
Banyaknya teman-teman sekolah, kuliah dan kerja yang kerap tidak kuingat namanya. Teman-teman yang dulu memang tidak terlalu dekat atau tidak ada kenangan bersama yang erat melekat.
Hal ini kerap membuatku salah tingkah waktu bertemu orang-orang yang ingat sama aku tapi aku lupa sama namanya, walau biasanya aku masih ingat wajahnya.
Tapi tenang saja teman-teman dan sahabat-sahabat karibku, yang pernah melalui masa-masa susah dan senang bersamaku, yang merekatkan erat memori itu di otakku selalu, aku takkan mungkin melupakan kalian.
Ada satu tips agar kita gampang mengingat nama seseorang, sering-seringlah memanggil namanya. Insyaallah, dia pun tak akan bisa melupakan kita.
Padahal dulu, pernah aku ingin memiliki amnesia, melupakan masa-masa pahit romansa yang berakhir pedih.
Sunday, October 3, 2010
Tablig Akbar
Hari ini aku menghadiri tabligh akbar di mesjid dekat rumahku. Sebuah mesjid setengah jadi di komplek perumahan elit yang dihuni oleh mayoritas non-muslim.
Acara pertama adalah sambutan dari ketua pembina mesjid. Sang ketua menceritakan latar belakang mesjid tersebut. Bahwa mesjid itu didirikan mulanya dari proses yang panjang, karena developer adalah non-muslim dan nampaknya sangat berat untuk memberikan tanah.
Acara kedua adalah penjelasan teknis yang ternyata berupa penggalangan dana untuk menyelesaikan mesjid itu oleh sang arsitek yang juga seorang ustad. Penggalangan dana dilakukan dengan paparan volume pekerjaan lantai, plafon dan cat, lalu para hadirin "ditantang" untuk memberikan komitmen, dalam satuan meter pekerjaan, sekecil apapun itu. Beberapa orang yang memang terkenal sangat kaya bahkan ditawarin untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan lantai. Hasilnya, 3 orang sekaligus bersedia menanggung pekerjaan lantai sebesar 450 juta. Sedangkan, pekerjaan plafon dan cat dibagi kepada jamaah dengan variasi jumlah komitmen. Menakjubkan, dalam 45 menit, berhasil didapatkan komitmen sebesar 725 juta rupiah. Tahun lalu bahkan didapatkan 1.2 milyar rupiah.
Arum tanya aku, "kenapa papa nggak nyumbang?" Aku menjawab, "kalau kita nyumbang, nggak perlu orang lain tahu".
Walaupun hasilnya sangat baik, tapi aku merasa, ada unsur riya di dalamnya. Harusnya, jika tangan kanan kita memberi, tangan kiri kita tidak perlu mengetahuinya. Wallahualam.
Tapi, bagiku, ini merupakan gambaran kekuatan islam yang terpendam. Aku yakin banyak muslimin di seluruh Indonesia yang kaya raya, yang mau menyumbangkan hartanya untuk kemaslahatan umat. Wallahualam.
Yang menarik, ustad itu sempat bertanya, "bapak-bapak, ibu-ibu yang tahun lalu menyumbang untuk mesjid ini, apakah harta bapak-bapak, ibu-ibu ada yang berkurang?" dan semua jemaah menjawab tidak.
Acara pertama adalah sambutan dari ketua pembina mesjid. Sang ketua menceritakan latar belakang mesjid tersebut. Bahwa mesjid itu didirikan mulanya dari proses yang panjang, karena developer adalah non-muslim dan nampaknya sangat berat untuk memberikan tanah.
Acara kedua adalah penjelasan teknis yang ternyata berupa penggalangan dana untuk menyelesaikan mesjid itu oleh sang arsitek yang juga seorang ustad. Penggalangan dana dilakukan dengan paparan volume pekerjaan lantai, plafon dan cat, lalu para hadirin "ditantang" untuk memberikan komitmen, dalam satuan meter pekerjaan, sekecil apapun itu. Beberapa orang yang memang terkenal sangat kaya bahkan ditawarin untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan lantai. Hasilnya, 3 orang sekaligus bersedia menanggung pekerjaan lantai sebesar 450 juta. Sedangkan, pekerjaan plafon dan cat dibagi kepada jamaah dengan variasi jumlah komitmen. Menakjubkan, dalam 45 menit, berhasil didapatkan komitmen sebesar 725 juta rupiah. Tahun lalu bahkan didapatkan 1.2 milyar rupiah.
Arum tanya aku, "kenapa papa nggak nyumbang?" Aku menjawab, "kalau kita nyumbang, nggak perlu orang lain tahu".
Walaupun hasilnya sangat baik, tapi aku merasa, ada unsur riya di dalamnya. Harusnya, jika tangan kanan kita memberi, tangan kiri kita tidak perlu mengetahuinya. Wallahualam.
Tapi, bagiku, ini merupakan gambaran kekuatan islam yang terpendam. Aku yakin banyak muslimin di seluruh Indonesia yang kaya raya, yang mau menyumbangkan hartanya untuk kemaslahatan umat. Wallahualam.
Yang menarik, ustad itu sempat bertanya, "bapak-bapak, ibu-ibu yang tahun lalu menyumbang untuk mesjid ini, apakah harta bapak-bapak, ibu-ibu ada yang berkurang?" dan semua jemaah menjawab tidak.
Subscribe to:
Posts (Atom)