Thursday, August 4, 2011

Batal pulang

Terjadi lagi... Aku nggak jadi days off, cuma gara-gara rekan kerja yang tidak profesional.
Kemaren beritanya mr.a yang akan menggantikan aku, tapi siangnya tiba-tiba aja ada berita kalau mr.a nggak jadi naik. Padahal dia sudah naik mobil penjemput, waktu mendengar dia akan masuk siang, dia langsung balik arah, pulang, nggak jadi kerja.
Alasan yang konyol, yang membuat orang yang mendengarnya tertawa. Padahal kita, karyawan, digaji untuk kerja dimanapun kita ditunjuk.
Malamnya aku telpon bosku, dia juga nampaknya kesal banget. Dia bahkan bilang mr.a ini bagai bisul di pantat. Nggak enak banget deh kalau sampai disebut begitu.
Walaupun kecewa, tapi sebenarnya aku tidak terlalu kaget. Aku sudah menduga bakal nggak days off. Karena sebelumnya mr.b juga menuntut untuk pulang, walau baru seminggu, karena ada acara selamatan yang tidak bisa diundur satu hari aja. Konyol juga.
Yang berat, aku sudah kangen sama anakku, aku pun sudah berjanji untuk pulang. Kasian arum. Padahal aku pengen menemaninya melewati puasanya.
Sabar ya sayang, papa mau menunjukan bahwa kita harus kerja secara profesional, karena itulah yang diajarkan agama kita.

Tuesday, August 2, 2011

Pesan untuk anakku

Anakku sayang,
Papa harap kamu tidak salah memilih suami jika kamu dewasa nanti. Papa cuma minta kamu jangan menikah dengan lelaki yang merokok, tidak beriman, apalagi yang beda agama.
Karena bagi papa, orang yang merokok adalah kebodohan terbesar. Tidak perlu lagi panjang lebar tentang bahaya rokok. Karena perokok itu tidak menyayangi dirinya, bagaimana dia bisa menyayangimu kelak?
Jangan pula kamu pilih lelaki yang lemah agamanya, karena lelaki adalah imam pemimpin keluarga. Bagaimana dia bisa membimbingmu ke surga jika dia pun tidak bisa ke surga?
Jangan pula kamu memilih lelaki yang tidak beragama islam. Apalagi kamu harus pindah agama karenanya. Karena menikah dengan lelaki yang beda agama sama saja dengan pindah agama.
Tidak perlu beralasan bahwa cinta datangnya tak terduga. Karena bagi papa, cinta bisa diduga datangnya, bahkan bisa kita arahkan datangnya. Jika ada lelakì yang tidak memenuhi syarat, janganlah kamu mendekatinya, atau membiarkannya mendekatimu. Karena sekali saja kamu membuka celah, dia bisa masuk dan sangat mungkin merebut hatimu. Karena cinta pasti datang perlahan melewati proses kedekatan yang bertahap. Itulah cara kita mengarahkan datangnya cinta.
Papa yakin, pada saatnya nanti, masih banyak lelaki yang tidak merokok dan beriman.
Semoga papa bisa membimbingmu untuk memilih lelaki yang baik sampai engkau menikah nanti.

Saturday, July 30, 2011

Kelas Cimipa

Kelas Cimipa

Waktu Arum naik kelas IV ini, dia ikut seleksi untuk kelas Cimipa (Cerdas Istimewa Matematika dan IPA), dan alhamdulilah dia berada di peringkat 2 untuk seleksi ini. Jadinya dia masuk kelas IV A (Cimipa) yang pelajarannya lebih banyak memfokuskan pada Cimipa dan beberapa buku pelajarannya dua bahasa, Inggris dan Indonesia.
Aku sangat bangga sekali dengan dia, aku memotivasi Arum bahwa kelas ini bagus untuk anak yang berniat kuliah atau sekolah di bidang Science. Dia juga bilang, kalau kelas ini juga dipersiapkan untuk perlombaan-perlombaan Science di Indonesia sampai dunia.
Maju terus sayang, jangan pernah berhenti belajar..
Papa selalu bangga sama kamu.

Thursday, July 21, 2011

Arum dan Sepedanya

Arum punya hobi baru, bersepeda.
Waktu baru pindah ke rumah yang sekarang, aku mulai mengajari Arum bersepeda roda 2. Kebetulan kontur kompleks rumahku yang sekarang sangat mendukung, jalannya datar semua, tidak ada tanjakan dan turunan. Tidak seperti kompleks yang lama yang menurun.
Dalam 2 hari aja, Arum sudah bisa bersepeda roda dua. Mulailah dia sering bersepeda. Mulanya cuman di depan rumah aja, kemudian memutari blok hingga akhirnya dia berani memutari kluster sendirian. Dan sekarang dia pergi kursus dengan naik sepeda sendiri. Aku juga membelikan dia helm bersepeda dan lampu signal di belakang sepedanya agar dia aman bersepeda kalau cuaca sudah gelap.
Sempat juga ada rasa khawatir, apalagi dia cewek. Tapi aku sadar, kita tidak bisa terus mengekang anak kita. Yang penting kita sudah memberikan pemahaman tentang batas-batas aman.
Bulan lalu, sepeda lamaku yang selama ini nangkring di tempat mertuaku diambil istriku. Setelah bolak-balik masuk bengkel, akhirnya kondisinya kembali oke.
Jadi sekarang aku punya rutinitas baru, sepedahan dengan Arum menjelajahi kompleks. Aku merasa, bersepeda dengan anakku mengelilingi kompleks saja, memberikan quality time yang lebih daripada jalan-jalan ke luar kota atau keluar negeri.
Akibatnya Arum terlihat lebih gelap karena sering bersepeda, apalagi sejak kakak Ridho-nya juga kursus ditempat yang sama, jadi mereka bersepeda berdua ketempat kursus.

Wednesday, July 13, 2011

Berkebun

Hari ini aku beli pohon mangga gadung, 15 ribu dan belimbing 20 ribu. Langsung kutanam hari ini juga di depan rumah.

Sunday, July 3, 2011

Manja


istriku kemaren ngomong, "Arum itu jangan terlalu dimanja, nanti jadi manja dia". Dan aku bilang, "Papa nggak manjain dia, papa cuman mau dia tau kalau papa sayang sama dia. Papa kasian liat Devi (ponakanku) yang nggak pernah lagi dilihat sama bapaknya".
Lagian istriku tau, kadang kalau memang Arum salah, aku juga marah, marah besar kadang.
Aku ingin membangun pendidikan kepada anakku yang berbasis kasih sayang bukan berbasis takut. Jadi anak patuh karena dia sayang sama orang tua bukan kaRena takut sama orang tua. Jadi kalaupun tidak ada orang tua, dia tetap patuh.

Friday, July 1, 2011

Kangen

"Arum kangen papa...."
Sampai 3 kali Arum ngetik itu tadi malam.
Waktu tadi malam aku online dari laptop Slb, aku liat Arum online di fesbuk, padahal sudah jam 11. Nggak biasanya dia belum tidur selarut ini.
Waktu kutanya, katanya nggak bisa tidur, jadi dia main tablet mamanya. 3 kali dia bilang kangen sama papa. Memang biasanya sebelum tidur aku suka membacakan cerita seram sampai dia ngantuk. Atau kalau aku yang ngantuk duluan, dia membaca sendiri sampai ngantuk.
Aku bilang, coba baca cerita hantu dulu. Dan dia mengiyakan. Nggak lama dia bilang lagi, "Arum sudah ngantuk". Sudah hampir jam 12, waktu kuliat Arum sign out.
Papa juga kangen banget sama Arum.