Buah Pikiran dan Tulisan, Pesan untuk buah hatiku... Arumdapta dan Altaf
Friday, June 23, 2017
Minggu lalu..
Saturday, February 18, 2017
Altaf 2.5 tahun
Tuesday, January 10, 2017
Perempuan
Thursday, December 29, 2016
Number 1 Girl
Singapore, again
Thursday, December 8, 2016
Sekarang papa sering banget buka Instagram, selain sebagai media sosial papa, papa juga selalu menunggu posting-anmu Arumdapta. Dengan makin dekatnya kamu dengan media sosial dan internet, kamu terasa makin jauh dari keluargamu sendiri. Di Instagram papa juga bisa memonitor kegiatan kamu, walau mungkin nggak bisa sepenuhnya terpantau. Paling tidak, dari posting-anmu dan kondisi yang papa liat langsung, papa bisa menebak moodmu.
Papa juga follow akun Instagram teman teman dekatmu, dan cukup terhibur kalau fotomu muncul di akun temanmu. Karena wajahmuu sendiri malah jarang nampak di akun Instagrammu. Yang paling bikin papa tersenyum waktu kamu posting video dimana adikmu Altaf juga muncul. Tapi papa juga sedih waktu kamu posting kemarahanmu sama Papa karena adikmu merusak mobil remote-mu. Kamu mempertanyakan jawaban papa yang menganggap itu nggak papa karena kamu baru saja beli sepatu lagi dengan harga yang mahal. Padahal mobil itu sudah lama rusak, dan kamu pun nggak pernah memainkannya lagi. Harusnya kamu bisa merelakannya, biar adikmu bisa main. Entah apa alasannya sampai gara gara mobil itu kamu sampai marah besar.
Mungkin nanti waktu kamu sudah jauh dari rumah, Papa cuman bisa mengintip akun Instagrammu, berharap wajahmu muncul supaya papa bisa terhibur.
Saat ini sepertinya kamu lagi gandrung sama salah satu boy band korea. Papa masih bisa mentolerirnya, masih lebih baik daripada kamu keluyuran di luar rumah dengan orang orang belum tentu berniat baik sama kamu. Tapi sayang, kamu masih sulit disuruh sholat, itu yang paling papa sedihkan sekarang. Dengan kamu bersekolah di IIHS, papa harap kamu bisa rajin sholat dan jadi anak yang bertakwa.
Saat ini sudah hampir 2 minggu kamu marahan sama mamamu. Padahal cuma karena komentar mamamu mengenai pemilihan baju hitam untuk photo year book dengan teman temanmu. Kamu jadi nggak pernah makan siang di rumah. Dan papa jadi sedih melihatnya. Kamu harus lebih bersabar dan memaklumi mamamu, papa tau kadang mamamu berlebihan kalau cerewet atau berkomentar, tapi papa lebih memilih untuk diam dan memakluminya aja.
Thursday, December 1, 2016
IIHS
Semenjak beberapa bulan lalu Arum meminta untuk sekolah di IIHS di Jakarta. Sekolah ini setingkat SMA dengan dasar Islam dan sistem boarding. Sebelumnya kita memang menyarankan dia untuk sekolah islam dengan sistem boarding di luar Kalimantan. Dengan harapan supaya Arum bisa lebih belajar tentang Islam dan bisa rajin sholat dan jadi anak yang sholehah. Pilihan pertama yaitu SMA Dwi Warna di daerah jawa barat ditolaknya, begitu juga sekolah pesantren islam di Malang. Setelah dia liat IIHS, dimana ada kakak kelasnya yang juga bersekolah di sana, dia meminta untuk sekolah di sana.
Minggu lalu akhirnya Arum dan mamanya pergi tes ke Jakarta dan senin kemaren alhamdulilah, kami diberitahu bahwa Arum keterima di IIHS. Dan setelah itu kami membayar uang awalnya total 69 juta rupiah. Itu sudah termasuk uang masuk, seragam, kesehatan dan uang bulanan 4 bulan pertama. Untuk perkiraan biaya total selama sekolah disana sampai 270-an juta. Itu belum termasuk biaya program ke luar negeri yang bisa mencapai 1500 US Dollar.
Sebenarnya biayanya cukup berat bagi kami, apalagi dengan kondisi perminyakan sekarang. Bahkan beberapa bulan ini ada penurunan pendapatanku. Ditambah adanya pengumuman dari perusahaan minggu lalu mengenai penghapusan beberapa tunjangan untuk kami.
Tapi istriku tidak terlalu khawatir, alasannya, inilah investasi kami yang sebenarnya. Inilah yang kami bayar dari hasil tabungan kami selama bertahun tahun. Untuk anak kami jadi anak yang sholehah itulah sebenarnya investasi kami di akhirat nanti. Kami sudah merencanakan, rumah akan kami jual untuk sekolahnya nanti. Lagian memang 1 rumah itu kami rencanakan untuk biaya sekolah anak kami nanti.
Sebenarnya, mungkin inilah jawaban Allah atas doa kami agar anak kami bisa jadi anak yang sholeh dan sholehah. Karena selama ini kalau di rumah, Arum susah sekali untuk disuruh sholat. Sekarang Arum malah sering ribut sama mamanya. Mungkin lebih baik kalau Arum mulai belajar mandiri.
Harapan kami, Arum bisa belajar sebaik baiknya. Rajin sholat dan beribadah, supaya kami orang tuanya bisa masuk surga, amin.

