25 November 2015
Artha Ningsasi, adikku yang paling bungsu. Karena yang paling bungsu, menjadi anak yang paling disayang sama bapakku. Kami kakak kakaknya pun sangat menyayanginya. Yang paling kuingat adalah, dia sering tertidur waktu nonton tipi di lantai bawah, jadi aku sering menggendongnya naik kekamar atas. DIa sendiri mengaku bahwa, kadang kadang dia pura pura tidur biar tetap kugendong naik kekamar.
Tanggal 25 November menjelang tengah malam kemarin dia meninggal dunia, meninggalkan kami dan 3 anak yang masih kecil kecil. Memang sudah sejak 4 bulan terakhir ini kondisinya menurun, berat badannya terus turun. Dia yang dulunya gemuk dan chubby dalam 4 bulan turun 30 kilo-an. Sudah beberapa kali masuk rumah sakit, tapi hasilnya selalu berbeda-beda. Terakhir di rumah sakit dokter memvonis kanker ovarium. Tapi sayang, waktu diketahui penyakitnya itu, sudah terlambat. Kondisinya drop sampe titik terendah. Badannya tinggal tulang, nafasnya sudah susah. Setelah koma lagi selama 2 hari, dia meninggal dunia.
Aku sedih karena tidak pernah bisa membantu banyak di saat dia sakit dan di saat dia melewati masa masa sulit bersama anak anak dan suaminya. HArus diakui, dia telah melewati masa masa sulit setelah menikah karena ulah suaminya yang kadang kadang kurang menunjukan tanggung jawab.
Setelah dia meninggal, rasanya kami ingin marah dengan suaminya, tapi kami sadar itu tidak akan mengembalikan Artha.
Selamat jalan adikku tersayang, semoga Allah menghapus dosa dosamu. Semoga penyakit yang kamu derita mengangkat dosa dosamu dan semoga anak anakmu jadi anak yang sholeh dan sholehah sehingga bisa memasukanmu ke surga.
Buah Pikiran dan Tulisan, Pesan untuk buah hatiku... Arumdapta dan Altaf
Saturday, December 5, 2015
25 November 2015
Sunday, November 22, 2015
November 2015
Dan minggu ini nampaknya mamamu tambah kewalahan, Arum yang sudah besar tambah suka membantah Mama, Altaf yang tambah aktif makin susah dijaga, belum lagi urusan acara keluarga yang urusan rumah yang tampaknya menjadi beban buat mamamu. Arum, bantulah mamamu walau cuma sedikit. Paling tidak, bantulah supaya tidak terlalu suka membantah. Sangat bagus kalau kamu bisa membantu menjaga adikmu Altaf waktu mama sedang sibuk dengan yang lainnya.
Papa jadi nggak bisa tenang kerja, Papa selalu kepikiran beban mamamu, papa kepikiran Altaf yang suka jadi sasaran emosi mamamu. Nggak ada yang bisa papa lakukan lagi yang bisa membantu mengurangi beban mamamu. Karena kondisi pekerjaan papa yang tidak bisa membantu lebih banyak menjaga Altaf.
Altaf lebih sabar ya... Jangan terlalu membebani mama. Nanti papa off, papa janji menjaga Altaf setiap waktu. Nanti papa ajak Altaf bertualang lagi, jalan jalan lagi. Sementara papa belum pulang, ALtaf main main di rumah aja ya...
Mama harus lebih sabar yah, harus lebih bersyukur... Insyaallah cuma pahala yang besar untuk mama imbalannya.
Amin...
Tuesday, October 27, 2015
Father Time
Papa selalu berusaha meluangkan waktu sebanyak mungkin dengan Altaf, papa selalu mencoba mengisi kegiatan dengan Altaf. Papa ingin mengajari sebanyak banyaknya pekerjaan papa kalau di rumah kepada Altaf.
Days off ini, papa sekali lagi mengajak Altaf memindahkan tanaman yang Baru papa beli. Papa juga mengajak Altaf membersihkan motor. Sengaja papa biarkan Altaf berbasah-basahan sambil membantu papa. Karena dengan mamamu, tidak banyak petualangan yang Altaf dapatkan. Papa bermimpi bisa mengajak Altaf menjelajah alam, berarung jeram, berkemah dan mendaki gunung.
Monday, October 26, 2015
Shake it
Altaf ternyata suka sekali dengan video klip-nya Sistar yang judulnya Shake It. Awalnya aku yang memang sangat suka dengan Sistar sering memutar single terbaru Sistar tersebut. Mungkin dia sering ikut dengar juga dan lagunya yang memang catchy dan riang banget, serta video klip-nya yang colorful menarik perhatiannya. Jadi kalau ada lagu Sistar itu diputar, dia pasti diam, malah sekarang senyum senyum sambil goyang tangan atau tepuk tangan. Jadi kalau Altaf agak cerewet di mobil, langsung aja kami putar lagu itu dia langsung anteng.
Jadi, untuk yang ini, seleranya sama banget sama Papanya...
Saturday, October 24, 2015
October 2015
21 October 2015
Days off minggu ini kita padat acara, terutama hari sabtu minggu. Di minggu yang padat ini juga aku banyak waktu untuk Altaf. Selain acara rutin antar jemput Arum sekolah, ada acara arisan istriku dan family day di sekolah Arum.
Tidak seperti biasanya, setiap pagi mengantar Arum sekolah, Altaf kubawa serta. Berdiri di kursi samping supir, atau berdiri bersama aku sambil aku menyetir. Walaupun istriku sempat khawatir karena aku harus menyetir dan memegang Altaf, alhamdulillah aman aman aja. Tapi memang harus lebih konsentrasi dan tidak bisa terlalu laju mengemudinya. Alhamdulillah Altaf lebih anteng kalau pas ikut aku. Malah kadang kadang dia berdiri di kursi sebelahku.
Aku mau mengajak Altaf karena kadang kadang waktu seminggu off itu terasa tidak cukup banyak kuhabiskan dengan Altaf. Kalau dia ikut ngantar kakak Arum sekolah, dia bisa kupeluk dan kucium sering sering. Sekalian memberi waktu istirahat istriku paling nggak 30-45 menit sendiri. Saat off, aku berusaha memberi waktu sendiri untuk istriku, waktu dia bisa mengerjakan hal hal lain tanpa terus dibuntutin ALtaf.
Minggu ini lebih istimewa, hari sabtu istriku ikut acara jalan santai, bagian dari acara reuni temen teman SMA-nya. Aku coba membawa Altaf sendiri, dari jam 7-an sampe jam 10-an, sempat cerewet sih, tapi sebisa mungkin kualihkan perhatiannya. Kuajak main ke taman, main main sama kucing. Sampai akhirnya dia cerewet banget karena ngantuk, dan akhirnya tertidur di pangkuanku sambil aku menyetir. Malamnya istriku pergi ke acara reuni, dari jam 7 malam kami antar istriku ke acaranya, lalu kuajak Arum dan Altaf jalan jalan ke Mall beli buku, trus pulang ke rumah. Di rumah, Altaf sempat main sama kakak Arum sampai jam 9-an, trus karena ngantuk, cerewet sampai akhirnya tertidur di gendonganku. Waktu istriku datang jam 11, dia sudah tertidur dan baru terbangun besok pagi jam 5. Ini adalah rekor terlama Altaf berpisah dari mamanya. Aku sebenarnya nggak keberatan, tapi Altaf memang sangat tergantung sama mamanya, jadi sulit berpisah.
Kasian anakku Arumdapta, dia yang tampil di acara family day sekolahnya mengeluh karena kami tidak menontonnya saat dia tampil. Pagi itu istriku sedang jalan santai, sedang aku sibuk mengajak Altaf main. Maafkan papa yah, lain kali kalau Arum tampil papa akan usahakan untuk menonton Arum. Papa juga baru tau ternyata Arum berharap kami menonton dia tampil, padahal setahuku dia malu kalau melihat dia tampil. Minggu sebelumnya waktu dia tampil di pembukaan mall Pentacity kami tidak hadir, karena aku sedang di lokasi dan istriku repot mengurus Altaf. Papa usahakan supaya lain kali Arum tampil kami bisa menontonnya ya...
Thursday, August 20, 2015
1 Tahun
Minggu ini kamu berumur 1 tahun. Hanya syukur yang bisa Papa panjatkan pada Allah, karena kamu tumbuh sehat dan pintar. Sayangnya, di hari ulang tahunmu Papa tidak bisa menemanimu. Papa masih harus bekerja, seperti biasanya. Di masa masa yang akan datang, mungkin Papa jarang mendampingimu di hari ulang tahunmu, tapi Papa berjanji akan selalu ada di hari hari terpentingmu.
Jangan lupa, selalu sayangi Mamamu, Mamamu sudah bekerja keras merawatmu, siang malam supaya kamu sehat dan pintar. Sampai kapanpun, selalu hormati Dan sayangi Mamamu.
Papa selalu berdoa semoga kamu dan kakakmu jadi orang yang sholeh, sehat, pintar dan kuat.
Wednesday, July 15, 2015
11 bulan
Bagi Papa, Papa selalu bangga sama kamu, kamu pintar dan kamu aktif, itu tandanya kamu sehat.. Papa nggak pernah keberatan mengikuti terus aktifitassmu, itu salah satu moment berharga Papa.
Semoga kamu selalu tetap sehat ya... Mucil sedikit nggak papa, asal tetap di jalur yang benar...


