Wednesday, July 15, 2015

11 bulan

Umurmu 11 bulan hari ini, jalanmu sudah tambah lancar. Waktu kamu 10 bulan pun jalanmu sudah lancar, membuat kami semua bangga dan bahagia karena kamu sehat. Kamu juga yang mampu mengisi rumah dengan dinamika baru. Kakakmu pun sangat sayang sama kamu karena kelucuan dan keimutanmu. Mamamu juga senang karena kepintaran dan kelucuanmu, walau kadang Mamamu mengeluhkan keaktifanmu. Nenek, Ibu Nila, bu Yana dan Ibu Wiwi pun sangat gemas sama kamu. Walau kamu tidak mau mereka gendong atau cium. Entah kenapa, kamu tidak suka dicium..
Bagi Papa, Papa selalu bangga sama kamu, kamu pintar dan kamu aktif, itu tandanya kamu sehat.. Papa nggak pernah keberatan mengikuti terus aktifitassmu, itu salah satu moment berharga Papa.
Semoga kamu selalu tetap sehat ya... Mucil sedikit nggak papa, asal tetap di jalur yang benar...

Friday, June 26, 2015

Sholat

Anakku Arumdapta yang tersayang, satu yang Papa minta saat ini sama kamu, yaitu Papa minta kamu jangan melalaikan sholat 5 waktu. Kamu sudah masuk aqil baligh, kamu sudah bertanggung jawab atas dosa dan perbuatanmu sendiri. Papa takut, kalau kamu dipanggil Allah saat kamu masih muda, kamu tidak bisa masuk surga. Karena Papa perhatikan kamu lebih banyak bolong sholat daripada tidaknya.
Mungkin salah Papa atau Mama yang kurang tegas menyuruhmu sholat. Yang bikin sedih, setiap Papa suruh kamu sholat, kamu ngambek atau marah. Mungkin Papa harus lebih tegas lagi, biarpun kamu marah sama Papa. Kalau kamu berdosa sama Papa, pasti Papa mau memaafkan, tapi kalau kamu durhaka sama Allah, Papa tidak sanggup menghapuskan dosamu.
Papa terus berdoa agar kita sekeluarga menjadi orang orang yang selalu mendirikan sholat. Nanti kalau Papa pulang, Papa akan mulai tegas sama kamu, tapi Papa akan jaga supaya kamu tidak malah menjadi antipati karenanya.
Begitu pula anakku Altaf, sampai kapan pun nanti, jangan pernah kamu meninggalkan sholat. Papa akan berusaha lebih tegas sama kamu, demi kebaikanmu sendiri. Papa berharap, di akhirat nanti, kita akan berkumpul kembali di surganya Allah. Amin....

Saturday, June 6, 2015

Mei 2015

Bulan ini Altaf berumur 9 bulan, alhamdulillah Altaf sehat, walaupun berat badannya lambat bertambah. Tapi Dokter Lita juga bilang, mungkin Karena Altaf sangat aktif makanya badannya agak susah gemuk. Altaf memang aktif sekali, jarang sekali diam, kecuali pas tidur atau nenen. Bahkan di usiamu yang 9 bulan, kamu sudah mulai berjalan walau cuma 4-5 langkah. Mamamu sering kewalahan menjagamu, Karena kamu aktif kemana mana.
Sebenarnya papa tau, kamu itu cuma punya rasa ingin tahu yang tinggi, kamu selalu ingin mengeksplore hal hal yang baru. Makanya kamu kadang cerewet kalau kelamaan di dalam Rumah saja.
Anehnya, kamu kurang tertarik dengan mainan mainan yang papa belikan. Kamu lebih tertarik dengan barang barang yang Ada di Rumah, yang bisa kamu genggam Dan bisa kamu main mainkan.

Thursday, May 28, 2015

13 Tahun

Sejak beberapa minggu ini, Arum sering menyebut-nyebut nama kak Agung, seniornya di Marching band. Berbeda dengan nama cowok cowok yang lain yang sering kamu sebut, yang satu ini kayaknya intens berkomunikasi dengan kamu. Nampaknya dia sering chatting lewat Line dengan kamu, dan mungkin, tanpa kita tahu kamu sering telpon-telponan. Papa dan Mama sudah menduga, bahwa kamu mungkin sudah mulai jatuh hati sama dia, walau kamu terus mengelak dengan alasan bahwa kak Agung itu sudah punya pacar. AKhirnya, hari minggu kemaren, setelah baru 3 hari kamu menginjak umur 13 tahun, kamu meminta ijin supaya bisa ketemuan dengan kak Agung, berdua saja. Mamamu langsung menolak, sedang Papa membolehkan dengan syarat Papa, Mama dan Altaf ikut juga. Kamu langsung ngambek, tapi kami biarkan, kami harap nanti ada waktu buat Mamamu membicarakan hal ini dengan lebih pelan dan dari hati ke hati.
Kami sempat kaget, walaupun sudah pernah menduga, tapi tidak pernah menyangka akan sedini ini kamu dekat dengan laki laki. Kami sadar bahwa kamu sudah aqil baligh, tapi kami tetap tidak menyangka secepat ini. Mungkin Papa Mama membandingkan dengan waktu Papa Mama masih seumurmu. Waktu seumurmu, Papa dan Mama cuma sibuk sekolah dan bermain, belum ada pacar-pacaran. Tapi memang kita hidup di masa kita masing masing, Papa dan Mama tidak bisa begitu saja menyamakan. DUnia sudah berubah lebih cepat, teknologi pun jauh lebih maju, jadi wajar pergaulan pun lebih luas dan intens. Tapi anakku Arumdapta tersayang, demi Allah, Papa melarang dan membatasimu semata-mata hanya untuk melindungimu.
Walaupun saat ini kamu marah sama Mama sama Papa, tapi percayalah, nanti kamu juga akan sadar. Paling lambat, kamu akan sadar kalau nanti kamu sendiri punya anak. Jadi, kami biarkan saat ini kamu marah sama Mama sama Papa.
ALhamdulillah, beberapa hari kemarin kamu tidak terlihat marah lagi. Malah kamu tidak pernah mengungkit-ungkit lagi, mungkin kamu sudah sadar, atau memang rencana itu tidak jadi.
Ada saatnya nanti kamu serius terlibat hubungan dengan laki-laki, tapi Papa harap saat itu orientasimya adalah untuk menikah, untuk membina rumah tangga. Bukan untuk senang senang yang mengundang resiko. Dan Papa percaya, sekarang bukanlah saatnya.

Sunday, May 10, 2015

24 April

Hari ini kami pulang balik ke Balikpapan. Agak sedih juga karena rasanya belum puas jalan jalan di sini. Tapi lega juga karena Altaf sudah sehat sampai saatnya kita pulang. Sebelumnya waktu Altaf sakit kami bahkan sempat berfikir untuk pulang duluan, tapi untung istriku masih bisa bersabar dan yakin kalau Altaf bakal sehat kembali.
Pagi pagi aku dan istriku dan Altaf jalan jalan di sekitar hotel dan Mustafa, dan kami menemukan tempat sarapan yang halal dekat sini. Pagi itu yang tersedia sih cuma roti Prata dan teh tarik, jadi kami memesan itu. Ternyata roti Prata nya enak sekali, itu sejenis roti India yang dimakan dengan kuah kari daging. Akhirnya kami bungkus lagi roti Prata dan Roti bakar Long John untuk Arum dan Devy. Dan ternyata roti Long John nya juga enak. Long John itu seperti roti hot dog yang besar yang isinya daging dan sayuran, lalu di bakar di atas wajan seperti martabak dan dimakan dengan saus tomat dan mayonaise. Menyesal juga baru tau ada tempat makan enak di saat kami sudah mau pulang.

Jam 9-an kami check out, menuju Changi, langsung check in. Proses check in cukup lama karena mungkin karena transit lanjut ke Balikpapan. Setelah imigrasi, kami sempat jalan jalan di dalam bandara yang seperti mall sambil menunggu boarding. Sempat aku liat kalau gate-nya A-1, jadi kita tunggu di depat gate A-1 yang belum buka. Waktu gate-nya sudah buka dan kami masuk, ternyata kami salah, harusnya gate A-19. Karena sudah hampir waktu boarding, jadi kami lari lari menuju gate A-19 yang ternyata di ujung terminal. Sempat panik juga aku dan istriku, takut ketinggalan pesawat, tapi alhamdulillah ternyata pesawatnya delay 1/2 jam. Baru kali ini kami lega pesawat di delay.

Sesampainya di Jakarta, kami diberitahu kalau yang transit harus mengambil bagasinya terlebih dahulu, aku langsung ngomel ngomel. Karena bagasi kami cukup besar, kalau harus naik bis shuttle bandara pasti sangat merepotkan. Kata petugasnya sih itu memang aturan dari bea cukai. Untungnya lagi pas sampai Jakarta, ada SMS masuk dari Lion Air yang memberitahukan kalau pesawat kami yang harusnya jam 16:00 didelay sampai 18:20, dan kami disuruh mengambil kompensasi 100 ribu di keberangkatan Lion Air. Cukup kesel juga sih, tapi kami jadi tidak terburu buru untuk pindah terminal. Kami sempatkan makan dulu, baru naik taksi Blue Bird untuk ke terminal 2. Setelah check in lagi, kami masuk dan menunggu di lounge yang kami bayar dengan menggunakan Poin Halo Telkomsel kami. Lumayan lah, paling nggak kita bisa duduk nyaman sambil menunggu waktu boarding. Alhamdulillah nggak didelay lagi dan kami sampai dengan selamat di Balikpapan.

23 April, Kamis

Altaf sudah jauh lebih sehat, walaupun terlihat masih sedikit lemas dan kadang masih sedikit panas. Jadi kami memutuskan ke Jurong Bird Park, karena tiket sudah terbeli, jadi sayang kalau nggak dipake. Sengaja kami kesini di hari terakhir menunggu Altaf benar benar sehat, karena kami tahu ke Jurong Bird Park ini cukup jauh dan lama. Jadi kami harus naik MRT dulu kurang lebih 45 menit ke MRT Boon Lay, lalu naik bus yang stop dekat Jurong bird park ini. Kami sebelumnya pernah kesini, tapi kami kesini lagi karena Arum yang minta. Harapannya sih juga supaya ALtaf juga bisa melihat burung burung juga.


Sebenarnya Jurong Bird Park ini sangat luas dan lengkap. Atraksi yang paling menarik adalah Pinguin, Bird Show dan Loft, tempat kita bisa memberi makan dan berinteraksi dengan burung secara dekat. Ada juga air terjun buatan yang bagus dan sejuk tempatnya. Arum dan Devy lumayan banyak jalan, sedangkan istriku lebih banyak istirahat sambil memberi waktu untuk Altaf beristirahat. Sesudah dari sini, aku memutuskan untuk naik taksi saja ke Vivo City lagi, karena kasihan juga keluargaku kalau harus naik bus dan MRT lagi. Sekalian melihat pemandangan Singapore dari atas, nggak dari bawah tanah terus. Sempat kaget juga supir taksinya waktu tau kami mau ke Vivo City, dia bilang itu cukup jauh, karena Jurong itu kalau nggak salah di sisi barat dan Vivi City di ujung selatan. Katanya sih sekitar 30 km dan 25 menit perjalanan, tapi nggak papa, supaya Altaf juga bisa istirahat lagi.
Supir taksinya cukup ramah, keturunan India. Dan dia banyak cerita tentang mahalnya harga rumah di Singapur, katanya untuk rumah yang tanpa kamar saja bisa sampai 170 ribu dollar, atau sekitar 1.7 Milliar rupiah. Dan katanya rumah di Singapur nggak ada yang murah.
Sampai di di Vivo City Mall ternyata tarifnya 17 dolar, atau sekitar 170 ribu. Nggak mahal sih menurutku, apalagi Altaf dan istriku sempat istirahat di taksi. Seperti biasa di sini kita makan lagi di Sedap. Lalu lanjut jalan jalan di sekitar mall saja sampai sore. Lalu lanjut pulang ke hotel yang dari sini nggak perlu pindah kereta.

Di hotel kami siap siap, karena besok sudah harus pulang. Waktu istriku minta dibelikan coklat Magnum lagi, aku belikan di Serangoon Plaza di seberang hotel kami. Ternyata di sini banyak coklat coklat yang murah murah juga, lumayan buat oleh oleh. Kali ini kami cuma beli coklat saja sebagai oleh oleh. Kami bahkan tidak membeli gantungan kunci atau kaos sebagai oleh oleh, karena tas kami sudah kepenuhan.

22 April, Rabu

Hari ini kami kembali ke Bugis tapi kami mencoba menggunakan bus kota, lumayan juga kami harus jalan kaki dulu menuju bus stop yang dilalui bus yang menuju Bugis. Padahal Bugis sebenarnya nggak terlalu jauh, tapi kami memang ingin merasakan lebih banyak naik bus.
Turun di Bugis++, mall yang berada di seberang Bugis Vilage, mula mula kami mencari tas untuk Arum dan Devy, karena mereka sudah ngomel ngomel karena tas yang mereka taksir di Sentosa Harbour Walk dulu sudah tidak ada kesempatan lagi mencarinya. Setelah putar putar ditambah sedikit drama, akhirnya ketemu juga tas yang mereka inginkan. Walau nggak sesuai dengan keinginan awal mereka untuk memiliki tas yang sama, tapi paling nggak masing masing dapat tas sesuai selera masing masing. Kebetulan tas yang mereka pilih sama sama tas ransel mungil yang trendi, seharga 28 dollar. Setelah dapat tas nya, kami kembali pulang ke hotel untuk beristirahat.
Sorenya, sekitar jam 5-an, karena disini maghrib jam 7, kami jalan jalan ke Orchard. Sekedar memenuhi syarat kalau ke Singapore, nggak ada niat untuk belanja belanja, hanya mau jalan jalan dan menikmati jalan paling terkenal se Singapore. Sesampainya di MRT Orchard, exit-nya sudah basement-nya ION Orchard Mall, kami mencari food court untuk makan malam dulu.
Saat kami baru saja mulai makan, aku melihat ada sekeluarga di depan kami. Sempat kudengar mereka berbahasa Indonesia. Waktu sang Ibu ke toilet, sang bapak yang menggendong anak perempuan mereka yang berusia 2 tahun. Tiba tiba anak itu pingsan, sang bapak terlihat panik. Aku langsung menanyakan dan membantu bapak itu untuk keluar mall untuk mencari taksi ke rumah sakit. Bapak itu tampak panik sekali, sampai sampai dia minta aku untuk ikut dia ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit Mount Elizabeth, segera anak itu masuk ke emergency. Ternyata anak itu mengalami panas tinggi, mungkin kecapekan mengikuti orang tuanya jalan jalan. Yah, kurang lebih sama seperti anak kami. Untungnya Altaf tidak sempat step seperti anak itu. ALhamdulillah setelah sampai dan ditangani dokter anak itu cepat pulih. Walaupun sebenarnya waktu di taksi anak itu sudah mulai sadar setelah terus kami panggil panggil dan bangunkan. Setelah ibu sang anak menyusul ke rumah sakit, barulah aku kembali ke keluargaku yang menunggu di food court di ION Mall yang ternyata cukup dekat dari rumah sakit Mount Elizabeth.

Lalu kami keluar dari mall, jalan-jalan sedikit, beli Es Krim potong yang terkenal itu, lalu masuk lagi ke mall sebelahnya, karena di sini ada toko buku Kinokinuya. Tadinya aku mau beli komik SUperman atau Batman, tapi setelah liat harganya diatas 40 dollar, aku jadu mikir-mikir. Masih sayang duit segitu kalau buat beli komik aja. Akhirnya kami tidak membeli apa apa dan lalu pulang dengan menggunakan taksi saja.