Saturday, May 16, 2020

Altaf Belajar Sholat

Minggu lalu, Mama mengirim ke papa foto dan video Altaf sedang belajar sholat. Altaf Belajar sholat sendiri karena waktu itu Mama sedang tidak sholat. Mama dan Papa bangga banget, dan berdoa semoga Altaf jadi anak yang sholeh.
Papa dan Mama sangat berharap Altaf dan Arum bisa menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Itu saja sudah cukup bagi papa dan mama. Kalian tidak perlu jadi yang paling pintar atau paling hebat di sekolah, cukup jadi orang yang beriman dan bertakwa.
Karena dengan Iman dan takwa, insyaallah semua rintangan kehidupan bisa dilewati. Dan semoga dengan menjadi anak yang sholeh dan sholehah, kalian bisa membawa papa dan mama ke surga. Amin.

Thursday, May 14, 2020

Bedtime Stories

Ritual membaca cerita untuk Altaf Masih berlanjut sampai sekarang. Setelah sering minta cerita tentang kereta api, Altaf suka dengar cerita bagaimana Papa menangkap kumbang dan serangga di kapal waktu papa kerja. Karena hampir setiap malam minta cerita, papa berimprovisasi cerita tentang bagaimana kumbang sejak lahir hingga sampai ke kapal papa.
Sekarang, karena ada lampu baca buat tidur, papa bisa bercerita dari buku buku yang Ada. Saat ini Altaf suka sekali dibacakan cerita dari buku Plants Vs Zombie edisi Laut. Makanya Papa akhirnya belikan Altaf buku Plants Vs Zombie yang edisi dinosaurus dan serangga.
Papa harap, kamu bisa jadi anak.yang juga hobi membaca, seperti papa, mama dan kakak Arum.

Wednesday, May 13, 2020

Hidayah

Anak papa yang paling papa sayang, Arumdapta. Dalam doa papa, papa selalu minta agar anak papa diberikan tempat yang terbaik, sekolah yang terbaik, lingkungan yang terbaik dan teman teman yang terbaik. Terbaik untuk jiwamu, untuk kehidupanmu dan untuk akhlakmu. Karena papa sadar, cuma Allah yang bisa memberikan itu. Papa pun tidak akan mampu lagi menentukan dengan siapa kamu nanti berteman. Tapi paling tidak papa masih bisa mengarahkan agar kamu bersekolah ditempat yang baik, paling tidak di sekolah yang bisa menjauhkan kamu dari pengaruh pengaruh negatif.
Paling tidak Papa sudah menyekolahkan kamu di SMA islami. Walaupun SD dan SMP bukan sekolah Islam, paling tidak papa tau ada pelajaran pelajaran Islam di Sana.
Papa juga selalu berdoa agar anak anak papa menjadi anak anak yang sholeh dan sholehah, pintar, sehat dan kuat. Karena papa dan mama sadar, mungkin amal ibadah papa dan mama tidak cukup untuk membawa papa dan mama ke surga.
Kalau anak papa tidak mendapat hidayah Allah lagi, mungkin Papa akan malu pada semua orang dan semua keluarga. Tapi rasa malu itu tidak seberapa dibanding kesedihan papa karena tidak bisa bersatu dengan anak anak papa di surga.
Selalu lah mendekatkan diri pada Allah, jangan pernah tinggalkan sholat. Walau Iman kita masih lemah, atau sedang turun, jangan pernah tinggalkan sholat. Papa tidak akan pernah putus berdoa, agar anak anak papa dan mama selalu diberi hidayah oleh Allah. Karena Allah lah yang Maha Penguasa, Maha Membolak balikan hati. Dan Maha Pemberi Hidayah.
Tapi kita juga harus terus berusaha untuk meraih hidayah, jangan malah menjauhinya. Jadi, perbanyaklah ilmu ilmu agama. Paling tidak, jangan tinggalkan sholat.
Ya Allah, berikanlah anak anakku, tempat terbaik, sekolah terbaik dan teman terbaik. Terbaik untuk jiwanya, untuk masa depannya dan untuk akhlaknya. Amin

Saturday, May 2, 2020

April 2020

Dikarenakan sedang wabah Covid 19, papa kerja hampir 4 minggu bulan maret ini. Konsekuensinya, papa off 4 minggu juga. Tampaknya Altaf yang paling senang karena Papa off nya lama.
Sebelum papa pulang, Altaf selalu bertanya kapan Papa pulang, atau berapa Hari lagi Papa pulang.
Selama 4 minggu, Altaf maunya main terus sama Papa. Sayangnya, karena sedang wabah, kita hampir nggak bisa kemana mana. Papa berusaha keras supaya Altaf tidak bosan di rumah aja, walaupun sebenarnya Altaf sangat suka bermain di luar rumah. Papa cuma bisa sekali sekali mengajak Altaf naik sepeda keliling komplek, dan main di taman komplek.
Papa juga belikan aquarium kecil untuk Altaf. Karena dari sejak lama Altaf pengen punya aquarium.
Kita juga sempat bikin 2 video untuk diupload ke YouTube. 
Walaupun sebenarnya kita pengen sekali sholat di mesjid, tapi ada hikmahnya, Altaf, Papa dan Mama lebih sering sholat berjamaah di rumah.
Kita juga sibuk mengerjakan tugas dari sekolah Altaf, setoran hapalan surah surah pendek, dan ikut Sekolah dari Rumah lewat aplikasi online.
Waktu tinggal 2 malam sebelum papa kerja, papa baru merasa bahwa Papa masih kurang bermain sama Altaf, dan papa merasa menyesal. Mudah mudahan, off berikutnya kita lebih banyak bermain.

Error Icon

Address not found

Your message wasn't delivered to haddori.vancouver@blogger.com because the address couldn't be found, or is unable to receive mail.
LEARN MORE
The response was:

The email account that you tried to reach does not exist. Please try double-checking the recipient's email address for typos or unnecessary spaces. Learn more at https://support.google.com/mail/answer/6596

Show quoted text

Tuesday, October 29, 2019

29 Oktober 2019

29 Oktober

Papa dan Mama sudah berusaha sebaik mungkin membuat Arum senang, Papa Mama bahkan hampir menghabiskan uang yang kami punya supaya bisa memenuhi impianmu untuk nonton konser BTS di Korea sana. Tapi Papa tetap memberikan batasan batasan, karena bagaimanapun, uang Papa dan Mama terbatas. Tapi Papa berusaha memberikan yang terbaik, Papa bahkan membelikan tiket Garuda PP, supaya kamu nggak pake transit transit ke Korea. Memang waktu kamu tanya harga tiket konser yang 6 juta rupiah Papa sempat marah marah karena menurut Papa harga itu sangat mahal. Dan waktu Arum akhirnya bilang dapat yang harga 4.5 juta, Papa cukup lega.
Sampai waktu terakhir sebelum Papa berangkat kerja sebelum kamu berangkat ke Korea pun Papa berusaha menyiapkan semuanya untukmu. Papa berusaha supaya semua urusanmu lancar dan nyaman waktu ke Korea. Papa Mama pun berkali kali menanyakan tiket konsermu, untuk memastikan semuanya aman, tapi kamu menjawab dengan pasti kalau semua sudah aman. Papa dan Mama nggak berpengalama mengenai nonton konser di luar negeri, bahkan nonton konser di dalam negri pun kami nggak pernah. Jadi kami percayakan saja semuanya sama kamu dan orang yang kami pikir membantumu mengurusnya.
Tapi takdir Allah berkata lain, ternyata kamu tidak bisa menonton konser, walaupun sebenarnya kamu sudah di depan pintu masuk. Semua uang yang Papa Mama keluarkan dan semua usaha yang kita lakukan seakan akan menjadi sia sia. Sebelumnya Papa Mama ikut senang kamu bisa berangkat, tapi kami juga sangat sedih kamu nggak bisa nonton konser itu. Papa sampe lemes karena nggak bisa berbuat apa apa untuk membantu kamu.
Papa cuma bisa berdoa, semoga ini bisa menjadi pelajaran untuk kita semua, supaya kita bisa menjadi bisa lebih sabar dan lebih bersyukur. Mungkin ini teguran buat kita semua dari Allah.
Ingatlah anak Papa Arumdapta yang Papa sayang. Hanya Sabar dan syukur modal kita menghadapi semua takdir Allah. Ketahuilah, Papa dan Mama pun sedih sekali, walau mungkin tak sesedih yang kamu rasakan.
Jagalah sikapmu terhadap Papa Mama, karena walau mungkin kami ada salah, itu bukanlah kesengajaan kami.

Monday, September 9, 2019

Arum dan Altaf

Mungkin keputusan kita untuk membiarkan Arum tidak kuliah tahun ini adalah keputusan yang tepat. Setahun terakhir di SMA sepertinya Arum tidak betah. Arum terlihat tertekan dan bahagia. Setelah berusaha 3 kali masuk perguruan tinggi negri tidak lulus, akhirnya diputuskan untuk tidak kuliah dulu tahun ini. Sekalian menenangkan kondisi psikis Arum dulu.
Beberapa bulan di rumah terlihat perubahan pada diri Arum. Sebelumnya Arum terlihat sensitif dan gampang marah, sekarang tidak lagi. Arum terlihat lebih ceria, lebih sabar dan jarang ribut lagi sama Mamanya. Bahkan sekarang lebih sering bermain sama adeknya. Walaupun adeknya suka bermain Yang keras sampai kakaknya kesakitan, tapi Arum nggak marah. Bahkan Arum melindungi adeknya waktu adeknya mau dipukul mamanya.
Sekarang Arum terlihat lebih dekat sama adeknya. Bahkan kemaren pertama kali Arum jalan jalan keluar berdua saja sama adeknya. Cuma ke Starbucks dan makan kue aja sih, tapi sudah bisa bikin papa dan mama bangga.
Mudah mudahan kalian berdua tetap saling menyayangi sampai tua nanti.

Tuesday, August 6, 2019

Bedtime stories

Sekarang, hampir setiap malam sebelum tidur, Papa bercerita ke Altaf. Tidak seperti kakakmu yang dari kecil sekali selalu papa ceritakan sebelum tidur, Altaf papa cerita kan baru mulai 1 tahun-an ini.
Tapi berbeda dengan kakakmu yang bisa papa ceritakan dongeng umum yang populer, Altaf lebih suka cerita tentang kereta. Pada awalnya ceritanya berasal dari buku bukumu, kemudian cerita nya dari imajinasi papa sendiri.
Sekarang, Karena kadang papa kehabisan ide cerita, Altaf lah yang menentukan jalur ceritanya. Dari jalur cerita Altaf itulah papa mengarang cerita. Pastinya ceritanya tentang kereta api Thomas dan teman temannya.
Bercerita sebelum tidur ke Altaf adalah salah satu momen favorit Papa. Kalau Altaf mau, papa akan Cerita sebanyak mungkin ke Altaf, untuk menggantikan waktu papa yang hilang dengan Altaf.