Wednesday, July 18, 2018

Hari Pertama Sekolah Altaf

Tanggal 17 Juli kemaren adalah hari Pertama Sekolah Altaf. Di umur 4 tahun Altaf mulai sekolah di KB Namirah, di mesjid Namirah di dekat rumah Kami.
Hari pertama sekolah Altaf tidak cerewet, tidak minta ditungguin mamanya. Altaf nampaknya senang karena banyak temannya.
Pulang sekolah waktu dijemput mamanya, bibirnya Altaf bengkak, katanya waktu main trampolin tabrakan dengan kakak kelas yang lalu memukul Altaf hingga bibir Altaf bengkak.
Papa senang kamu tidak berkelahi dengan kakak itu. Karena papa tidak pernah mengajarkan Altaf untuk memukul dan menyakiti orang lain. Papa tidak akan mengajarkan Altaf berkelahi, walau nanti mungkin nanti papa ajarkan untuk bela diri.
Papa akan ajarkan ke Altaf banyak masalah yang bisa diselesaikan tanpa berkelahi. Utamakan solusi tanpa kekerasan, yang jauh lebih elegan.

Monday, July 16, 2018

Kosa Kata Altaf

Mungkin karena terlalu sering menonton film seri animasi Noddy in Toyland, kosa kata Altaf terdengar sangat baku. Kalau Altaf bertanya sering menggunakan Bahasa Indonesia yang baku misalnya, "Mama, apakah Aku bisa memakan ini?"
Yang bikin papa terkejut waktu minggu lalu Altaf bilang.
"Apakah kau bisa menggantinya?" Waktu Altaf minta papa untuk mengganti video yang sedang diputar di mobil.

Saturday, July 14, 2018

mesjid

Minggu ini, papa selalu ajak Altaf sholat berjamaah ke mesjid. Setiap ada waktu untuk ke mesjid, papa selalu ajak Altaf untuk ikut sholat di mesjid kecuali subuh. Walaupun di mesjid kamu masih jarang ikut sholat, tetap papa akan ajak Altaf ke mesjid. Awalnya Altaf berdiri di samping papa, tapi pas papa sudah takbir Altaf langsung ngacir. Sebab kamu tau, banyak anak anak lain di belakang yang kamu bisa ajak main.
Setelah sholat papa tanya ke Altaf, kenapa tadi nggak ikut sholat? Dan kamu selalu jawab, "tadi Altaf main sama kakak". Papa tidak memarahi kamu, papa tidak mau kamu trauma ikut ke mesjid. Papa mau Altaf menjadikan mesjid sebagai lingkungan yang Altaf familiar dengannya. Papa mau Altaf menjadi generasi muda yang hatinya selalu terpaut dengan mesjid.
Papa tidak akan berhenti mengajak Altaf ke mesjid, papa sungguh sungguh berharap Altaf menjadi anak yang sholeh, selalu mendoakan papa dan mama.
Dari dulu papa selalu memimpikan punya anak laki laki yang selalu bersama papa ke mesjid.

Friday, June 29, 2018

Papa sayang kalian

Arumdapta, Altaf, anak anak papa. Papa cuma mau bilang papa sangat sayang sama kalian. Papa berusaha keras kalian mendapatkan yang terbaik dalam hidup kalian, papa berusaha keras agar kalian mendapatkan kasih sayang yang penuh dari Papa.
Kalau papa sampai marah dan kalian sampai sedih atau marah, insyaallah itu agar kalian bisa menjadi lebih baik. Tapi papa akui kadang kadang papa terlalu sayang sampai kurang tegas sama kalian. Di situlah peran mama kalian, mama kalian menjadi tegas bahkan cerewet supaya kalian bisa menjadi lebih baik.
Papa bukan mengharapkan kalian menjadi yang terbaik Di kelas atau di sekolah kalian, tapi papa mengharapkan kalian selalu mengeluarkan yang terbaik dari diri kalian.
Sayangilah juga mama kalian, karena papa tau betul, mamamu cuma memberikan yang terbaik untuk kalian.
Ingatlah selalu, papa sayang sekali sama kalian.

Saturday, January 20, 2018

Minggu

Di satu hari minggu, mamanya Altaf janjian ketemuan sama temen temennya. Artinya papa harus menjaga Altaf sampai mama selesai ketemuan sama temen temennya. Sebenarnya ini bukan hal yang sulit, tapi Altaf sudah terlalu lengket sama mamanya, jadi kalau terlalu lama jauh dari mamanya Altaf pasti mulai cerewet nyari mamanya. Jadi aku harus pintar pintar mengalihkan perhatiannya.
Awalnya Altaf kubawa ke lapangan merdeka, di sini ada beberapa tempat permainan yang dia suka. Seperti memancing, main excavator dan naik kereta. Lumayan, bisa sampai 1 jam-an disini. Karena sudah terlihat bosan aku mengajak Altaf untuk membeli mainan ke toko mainan di daerah gunung pasir. Kalau biasanya Altaf cuma boleh mainan yang murah, kali ini Altaf boleh beli mainan kereta yang lebih besar. Altaf tampaknya senang sekali, jarang sekali dia dapat mainan yang besar besar.
 Lalu aku ajak dia makan di KFC. Selagi aku mengantri, Altaf mulai bongkar mainan keretanya, dan mulai menyusun rel keretanya. Sambil makan, aku bantu dia menyusun rel dan main dengan kereta apinya. Selesai makan, aku ajak dia pulang. Waktu kugandeng dia pulang, senyumnya lebar sekali. Itu membuatku sangat bahagia, sudah lama rasanya kita tidak menghabiskan waktu berdua saja.
Papa berjanji, kita akan menghabiskan waktu lebih banyak berdua saja, kalau papa ada kesempatan.

Tuesday, January 16, 2018

Singapore, Akhir 2017

Singapore, Akhir 2017

Akhir tahun 2017 ini kami berlibur ke Singapur lagi. Sebenarnya agak bosen sih ke Singapur terus sih. Tapi pilihan liburan yg pas setelah ambil raport Arum selama 5 hari yah cuma di sana kayaknya.
Dari awal kita memang sudah berniat liburan kali ini kami mencoba tempat tempat yang belum pernah kita datangi. Kami merencanakan cuma datang ke tempat yang gratis gratis aja. Bahkan ke Merlion pun tidak. Karena dana kita juga agak ngepas, jadi tempat tempat seperti Universal Studio, SEA Aquarium, Garden by The Bay kami lewatkan. Tapi kompensasinya kami malah lebih banyak ke mall. ;-(
Sebenarnya alasan lainnya juga karena untuk masuk ke tempat tempat itu cukup mahal, sedangkan Altaf belum bisa maksimal menikmatinya. Mungkin 2-3 tahun lagi kalau Altaf sudah bisa naik wahana wahana yang ada disana.
Liburan kali ini ada beberapa hal yang baru. Kali ini kami nginep di MI Hotel, di jalan Bencoolen. Hotelnya lumayan bagus, masih baru, dan cukup murah, mungkin karena masih masa promo. Trus hotel ini dekat kemana mana. Ke Orchard road dan Bugis sekitar 15-an menit aja. Pintu masuk MRT Bencoolen pun tidak sampai 100 meter dari hotel. Di samping hotel malah ada mesjid dan rumah makan masakan Indonesia. Disini juga ada tersedia handphone yang gratis data dan nelpon sepanjang hari, dan ini membantu banget. Kalau tahun lalu aku harus beli SIM card untuk turis, 30 dolar untuk 5 hari, kali ini tidak perlu. Handphone ini membantu banget. Kita tinggal buka google maps, cari lokasi yang dituju, trus pencet aja Direction. Disini ditunjukan rute dan jarak kalau jalan kaki atau pake mobil, dan kalau kita pilih angkutan umum, detail banget info naik bis nomer berapa atau MRT jalur mana. Kalau tahun lalu aku musti install aplikasi Bus dan MRT Singapur, dengan Google maps sudah lengkap. Mungkin sudah lama, tapi aku kurang perhatiin fitur Google Maps ini.
Kali ini kami tidak terlalu banyak naik MRT, kami coba lebih banyak naik bis. Dan kalau tidak teralu jauh, kami memilih naik taksi. Karena sebenarnya, untuk beberapa tujuan, naik taksi lebih praktis. Untuk jarak 10 km-an, ongkosnya sekitar 20 dolar-an, atau sekitar 200 ribu-an rupiah. Cukup murah kalau melihat kepraktisannya. Selain itu, kalau naik taksi atau bus, kita bisa lebih banyak melihat suasana Singapur.
Yang agak baru kali ini, kami mendatangi Marina Bay Carnival. Ini semacam pasar malam ala barat. Disini banyak mainan dan wahana, banyak juga permainan ketangkasan seperti lempar bola basket, lempar balok, masukin gelang ke botol dan semacamnya. Hadiahnya bagus, kalau bisa 2 kali masuk lempar bola basket, bisa dapat boneka minion gede setinggi hampir 70 cm. Aku penasaran dan beberapa kali mencoba, tapi nggak ada yang berhasil. Tampaknya permainan permainan ini gampang, tapi ternyata sulit juga. Disini aku baru tau, ternyata Altaf mulai berani naik wahana wahana. Kalau tidak terlalu seram, seperti naik kereta api, dia berani naik sendiri. Tapi kalau naik roler coaster mini, dia mau aku temenin. Di roller coaster mini ini malah aku yang heboh, dia sih anteng aja.
Di hari terakhir kami ke Sentosa Island. Dari Vivo City Mall kami naik Sentosa Express, semacam LRT dengan membayar 4 dollar. Sentosa Express ini stop di Resort World Sentosa dan 2 stop di Sentosa Island. Kami stop di Imbiah Station, di sini tepat di bawahnya patung Merlion besar yang ada di Sentosa. Padahal kalau malam ada pertunjukan laser di patung ini, sayangnya kami datang agak siang. Dari Imbiah station kami jalan menuju beach station dan menuju Palawan beach. Pantainya bersih, bagus tenang dan tidak bergelombang. Yang menarik, di pantai ini ada wahana permainan air seperti water boom, tapi gratis. Bayangin, ada tempat kayak water boom yang gratis. Syaratnya cuma kita harus pakai baju renang yang proper. Kalau di Indonesia, water boom gini masuknya paling nggak 100 ribu per-orang. Altaf senang banget main disini, dan lebih dari 1 jam kami disini.
Tapi sebenarnya tujuan utama kita ke Singapur kali ini adalah untuk menonton kembang api Tahun baru yang kabarnya spektakuler, tapi sayangnya pas malam itu hujan, jadi agak gagal rencana kami.
Next post: Malam Tahun Baru 2018 di Singapur

Tuesday, September 19, 2017

Papa kerja

2 minggu lalu.
Baru kali ini altaf nangis waktu papa berangkat kerja. Biasanya kamu tidak nangis, biasa saja, paling 1-2 hari nyari nyari tapi sesudah dijelaskan bahwa papa kerja kamu diam saja. Tapi kali kamu nangis, nempel di gendongan papa. Papa gendong kamu waktu papa taruh tas di Mobil crew change. Baru Papa kasihkan kamu ke Mamamu.
Papa juga sedih meninggalkan Altaf, Papa sedih kurang lama off untuk Altaf. Tapi Papa janji, kalau papa off, papa akan habiskan waktu sebanyak banyaknya dengan Altaf. Kita akan bermain, sepedaan, ke lapangan merdeka, kasih makan burung, kasih makan ikan Dan beli mainan. Sebisa mungkin kita ke tempat tempat yang baru yang belum pernah kamu datangi. Tapi Papa tidak bisa berjanji akan selalu ada di rumah bersama Altaf. Karena Papa punya kewajiban atas Altaf, kakak Arumdapta dan Mamamu.
Jadilah anak yang kuat, agar bisa menjaga Mamamu saat Papa tidak di rumah.