Buah Pikiran dan Tulisan, Pesan untuk buah hatiku... Arumdapta dan Altaf
Thursday, December 29, 2016
Singapore, again
Thursday, December 8, 2016
Sekarang papa sering banget buka Instagram, selain sebagai media sosial papa, papa juga selalu menunggu posting-anmu Arumdapta. Dengan makin dekatnya kamu dengan media sosial dan internet, kamu terasa makin jauh dari keluargamu sendiri. Di Instagram papa juga bisa memonitor kegiatan kamu, walau mungkin nggak bisa sepenuhnya terpantau. Paling tidak, dari posting-anmu dan kondisi yang papa liat langsung, papa bisa menebak moodmu.
Papa juga follow akun Instagram teman teman dekatmu, dan cukup terhibur kalau fotomu muncul di akun temanmu. Karena wajahmuu sendiri malah jarang nampak di akun Instagrammu. Yang paling bikin papa tersenyum waktu kamu posting video dimana adikmu Altaf juga muncul. Tapi papa juga sedih waktu kamu posting kemarahanmu sama Papa karena adikmu merusak mobil remote-mu. Kamu mempertanyakan jawaban papa yang menganggap itu nggak papa karena kamu baru saja beli sepatu lagi dengan harga yang mahal. Padahal mobil itu sudah lama rusak, dan kamu pun nggak pernah memainkannya lagi. Harusnya kamu bisa merelakannya, biar adikmu bisa main. Entah apa alasannya sampai gara gara mobil itu kamu sampai marah besar.
Mungkin nanti waktu kamu sudah jauh dari rumah, Papa cuman bisa mengintip akun Instagrammu, berharap wajahmu muncul supaya papa bisa terhibur.
Saat ini sepertinya kamu lagi gandrung sama salah satu boy band korea. Papa masih bisa mentolerirnya, masih lebih baik daripada kamu keluyuran di luar rumah dengan orang orang belum tentu berniat baik sama kamu. Tapi sayang, kamu masih sulit disuruh sholat, itu yang paling papa sedihkan sekarang. Dengan kamu bersekolah di IIHS, papa harap kamu bisa rajin sholat dan jadi anak yang bertakwa.
Saat ini sudah hampir 2 minggu kamu marahan sama mamamu. Padahal cuma karena komentar mamamu mengenai pemilihan baju hitam untuk photo year book dengan teman temanmu. Kamu jadi nggak pernah makan siang di rumah. Dan papa jadi sedih melihatnya. Kamu harus lebih bersabar dan memaklumi mamamu, papa tau kadang mamamu berlebihan kalau cerewet atau berkomentar, tapi papa lebih memilih untuk diam dan memakluminya aja.
Thursday, December 1, 2016
IIHS
Semenjak beberapa bulan lalu Arum meminta untuk sekolah di IIHS di Jakarta. Sekolah ini setingkat SMA dengan dasar Islam dan sistem boarding. Sebelumnya kita memang menyarankan dia untuk sekolah islam dengan sistem boarding di luar Kalimantan. Dengan harapan supaya Arum bisa lebih belajar tentang Islam dan bisa rajin sholat dan jadi anak yang sholehah. Pilihan pertama yaitu SMA Dwi Warna di daerah jawa barat ditolaknya, begitu juga sekolah pesantren islam di Malang. Setelah dia liat IIHS, dimana ada kakak kelasnya yang juga bersekolah di sana, dia meminta untuk sekolah di sana.
Minggu lalu akhirnya Arum dan mamanya pergi tes ke Jakarta dan senin kemaren alhamdulilah, kami diberitahu bahwa Arum keterima di IIHS. Dan setelah itu kami membayar uang awalnya total 69 juta rupiah. Itu sudah termasuk uang masuk, seragam, kesehatan dan uang bulanan 4 bulan pertama. Untuk perkiraan biaya total selama sekolah disana sampai 270-an juta. Itu belum termasuk biaya program ke luar negeri yang bisa mencapai 1500 US Dollar.
Sebenarnya biayanya cukup berat bagi kami, apalagi dengan kondisi perminyakan sekarang. Bahkan beberapa bulan ini ada penurunan pendapatanku. Ditambah adanya pengumuman dari perusahaan minggu lalu mengenai penghapusan beberapa tunjangan untuk kami.
Tapi istriku tidak terlalu khawatir, alasannya, inilah investasi kami yang sebenarnya. Inilah yang kami bayar dari hasil tabungan kami selama bertahun tahun. Untuk anak kami jadi anak yang sholehah itulah sebenarnya investasi kami di akhirat nanti. Kami sudah merencanakan, rumah akan kami jual untuk sekolahnya nanti. Lagian memang 1 rumah itu kami rencanakan untuk biaya sekolah anak kami nanti.
Sebenarnya, mungkin inilah jawaban Allah atas doa kami agar anak kami bisa jadi anak yang sholeh dan sholehah. Karena selama ini kalau di rumah, Arum susah sekali untuk disuruh sholat. Sekarang Arum malah sering ribut sama mamanya. Mungkin lebih baik kalau Arum mulai belajar mandiri.
Harapan kami, Arum bisa belajar sebaik baiknya. Rajin sholat dan beribadah, supaya kami orang tuanya bisa masuk surga, amin.
Just the two of us (2)
Tanggal 18 sampai 20 November kemaren mamamu dan kakakmu jadi ke Jakarta untuk kakakmu ikut tes di IIHS. Kamu sama Papa di rumah aja.
Waktu mamamu berangkat, kamu papa ajak jalan, ke bank dan cuci mobil. Maksudnya supaya kamu tidak melihat mamamu berangkat, karena kalau kamu melihat mamamu berangkat, kamu pasti nangis. Kamu memang biasa meninggalkan mama pergi sama papa, tapi kamu pasti nangis kalau mama yang pergi meninggalkan kamu, walau cuma sebentar. Waktu akhirnya kita pulang, seperti yang sudah diduga, kamu berteriak mencari mamamu. Supaya kamu nggak nangis, papa ajak kamu jalan. Tapi setiap pulang, kamu pasti tetap cari mamamu kalau kamu tidak sibuk bermain. Malamnya, waktu papa coba menidurkanmu, kamu ngamuk, kamu minta keluar mencari mamamu. Akhirnya papa ajak kamu jalan pake mobil, putar putar kota, sambil nonton filmmu di mobil, sampai akhirnya kamu tertidur di mobil hampir jam 1 malam.
Paginya kamu terbangun, nempel ke papa, pegang pegang nenen, trus kamu sadar bukan nenen mamamu, lalu kamu nangis lagi mencari mamamu.
Pagi itu kamu papa ajak ke taman supaya kamu nggak nangis, sampai kamu lupa. Trus kita pulang, kamu asyik main sampe siang. Siangnya kita cari makan, tapi kamu nggak mau, hingga akhirnya tertidur di gendongan papa. Kali ini kamu tertidur hampir 3 jam, mungkin karena malamnya kamu kurang tidur.
Bangun tidur kamu asyik main lagi sampai sore. Setelah mandi sore, main lagi sampai sesudah isya baru papa ajak kamu keluar. Kita jalan jalan ke mall biar kamu senang, dan ketika sudah keliatan ngantuk, papa ajak kamu mutar mutar sampai kamu tertidur di mobil sekitar jam 11 baru kita pulang dan kamu tidur sampai subuh.
Minggu pagi kamu bangun lebih pagi, seperti kemaren nya, kamu mencari mamamu lagi. Setelah terang, papa ajak kamu jalan jalan ke lapangan mereka, karena minggu sebelumnya kamu suka main pancing pancingan di lapangan merdeka, dan kamu bisa main hingga satu jam lebih. Tapi baru sebentar putar putar di lapangan merdeka, kamu malah tertidur. Akhirnya kita pulang dan kamu tidur lagi. Siangnya, papa ajak kamu lagi ke lapangan merdeka sebentar, trus ke mall liat cat show dan pulang lagi. Siangnya kamu sempat tertidur lagi.
Sore setelah mandi, kita jalan jalan ke taman 3 generasi, trus ke Dome. Papa usahankan mengisi waktu supaya kamu tidak terlalu mencari cari mamamu. Rencananya mamamu pulang setelah maghrib. Setelah sholat maghrib, kita ke bandara untuk menjemput mama. Agak delay sedikit, dan akhirnya mamamu sampai dan kamu bisa ketemu mamamu dan kakakmu. Nampaknya kakakmu kangen juga sama kamu.
Papa rasa memang berat mengurusmu, tapi papa nggak mengeluh, papa mensyukuri semua waktu yang diberikan bersamamu. Alhamdulillah selama sama papa kamu tidak sakit, walau mungkin kamu sedikit kurang tidur dan makanmu tidak teratur. Dan papa juga sedih banget liat kamu nangis mencari mamamu.
Wednesday, November 9, 2016
Just the two of us
Minggu depan insyaallah mamamu dan kakakmu Arumdapta akan pergi ke Jakarta berdua saja. Kakakmu akan mengikuti tes masuk sebuah SMA swasta di sana. Sedangkan kamu Altaf, akan tinggal berdua saja dengan Papa di rumah.
Kenapa kita nggak ikut? Selain untuk mengurangi pengeluaran kita, Papa juga ingin memberi waktu untuk mamamu terlepas dari kamu. Papa ingin memberikan liburan untuk mamamu, tanpa Altaf dan Papa. Biar mama bisa melepaskan kejenuhan dari pekerjaan rumah. Sekalian juga mencoba menyapih kamu agar bisa berhenti menyusu badan, karena kamu sudah lebih dari 2 tahun.
Kamu tidak pernah jauh dari Mamamu lama lama. Paling lama kamu pisah dari mamamu adalah 4 jam. Papa harap kamu tidak terlalu cerewet kalau nanti berdua saja sama Papa.
Papa juga menantikan waktu kita bedua saja. Papa harap kedepannya kita lebih sering menghabiskan waktu berdua saja.
Wednesday, October 26, 2016
Waktu Bersamamu
Papa selalu berusaha setiap waktu bersamamu. Papa selalu berusaha bersamamu saat papa off. Papa selalu ingin mengajakmu bermain, jalan jalan dan bertualang. Papa menikmati saat kamu menarik narik tangan papa, meminta papa mengikutimu, melihat hal hal yang menarik hatimu. Papa menikmati memandikan dan mencebokimu. Papa juga menikmati waktu menemanimu menonton kartun kesukaanmu.
Tapi maafkan Papa yang tidak bisa setiap hari bersamamu. Maafkan Papa yang kadang masih mencuri waktu dengan hape papa waktu papa off. Maafkan juga papa yang pernah memarahimu. Maafkan juga mama yang suka marah dan bahkan meneriakimu.
Terima kasih tetap jadi anak yang ceria, yang menceriakan hidup papa, mama dan kakakmu, bahkan setelah kami membuatmu sedih dan menangis.
Saturday, October 8, 2016
Liburan Malang
Awal agustus kemaren kami sekeluarga liburan ke Malang. Kebetulan Arum masih belum aktif kegiatan sekolahnya dan kebetulan aku bisa off panjang.
Kebanyakan kami jalan jalan di daerah Batu, karena memang di daerah Batu banyak tempat wisata.
Kami menginap di Pohon Inn yang masih satu lokasi dengan Secret Zoo, Musium Satwa dan Eco Green Park. Secret Zoo dan Eco Green Park ternyata sangat bagus dan lengkap, penataan areanya efisien dan nyaman, dan cukup banyak koleksi satwanya. Sampai sampai kami kewalahan mengelilinginya.
Kami juga ke Musium Angkut yang memiliki koleksi yang sangat lengkap, kita bisa melihat mobil mobil dari semua generasi. Kami cukup takjub dengan koleksi dan penataannya yang luas.
Kami juga sempat ke Omah Kayu, bertempat di ketinggian kota Batu, tempat ini menyediakan belasan rumah Pohon yang jadi spot foto yang bagus.
Sempat juga kami bernostalgia ke kampus istriku dan melewati tempat kosnya dulu.
Selain itu banyak juga wisata kuliner di Malang yang kita datangi, antara lain pecel, bakso president dan ketan susu di alun alun Batu.
Alhamdulillah liburan ini cukup lancar dan menyenangkan.


