Altaf agak lambat mulai berbicara, sampai umur 20 bulan, kata katanya yang paling jelas cuman mamam. Jadi kalau liat kita beli bungkusan, kamu tau itu makanan, pasti kamu bilang mamam, yang artinya kamu minta makan. Tapi untuk minum pun kamu bilang mamam.
Tapi bulan ini kamu punya kosa kata baru, yaitu Go dan Pa.. Go karena kamu lagi suka nonton serial Go Jetters, dan Pa kalau kamu menyebut atau memanggil papa.
Selebihnya kamu sering banget ngoceh, seperti mulai belajar menyusun kalimat yang lengkap. Walaupun papa belum me ngerti, tapi papa selalu berusaha menanggapinya.
Mudah mudahan kamu cepat berbicara lancar, jadi bisa ngobrol sama papa kalau papa telpon.
Buah Pikiran dan Tulisan, Pesan untuk buah hatiku... Arumdapta dan Altaf
Friday, May 27, 2016
Kata kata pertama
Monday, April 18, 2016
Bali
Bali
Awal bulan April ini kami sekeluarga ke Bali, cuman kami berempat. Tadinya mau ngajak kakak Tia atau Adis atau Devy, tapi mereka lagi sibuk sekolah dan try out.
Nggak lama sih kami di Bali, efektif cuma 4 hari. Hari rabu aku off, hari kamis traveling karena musti transit lewat Surabaya dan selasa sudah traveling pulang lagi lewat Surabaya lagi.
Nggak banyak juga tempat yang kami kunjungi, karena baru pertama kali ke Bali, untuk aku, jadi nggak terlalu tau mau kemana aja. Sudah coba browsing sih, tapi wisata untuk keluarga yang ada anak kecil belum 2 tahun memang nggak terlalu banyak. Tapi salah satu tujuan utama kita adalah Bali Safari, yah mirip mirip taman Safari di Puncak itu. CUman sayangnya karena Altaf masih suka rewel dan mamanya juga nampaknya kurang suka jadinya kami nggak maksimal jalan jalan di sana. Bahkan kami tidak sempat liat Safari nya. Yah gitu deh, kalau mamanya ngambek, Arum juga ikut ngambek. Yah sudahlah, lain kali lagi aja insyaallah kita kesini lagi kalau Altaf sudah lebih besar dan lebih ngerti. Satu yang kuperhatikan, animal show di sini lebih bagus dari pada yang di Singapore Bird Park, menurutku. Mungkin karena show-nya lebih informatif dan binatangnya lebih beragam, termasuk kucing dan tikus rumah.
Selain itu juga kami ke tanah Lot dan Bedugul. Kami juga nonton tari Kecak yang sangat bagus dan menghibur. Dan Bedugul ternyata sangat rapi dan indah. Kalau pantai kami pergi ke pantai Pandawa, pantainya sangat bagus dan bersih, pasirnya putih dan bulir bulir pasirnya besar besar seperti merica. Di pantai ini kami sempat lama, turis lokal cukup banyak di sini tapi turis luar nggak terlalu banyak. Tapi pantai Pandawa ini panas banget, kata supir kami memang di pantai ini paling panas. Dekat dekat pantai ini sebenarnya banyak pantai juga yang masih satu garis pantai, tapi kami cuma liat dari atas saja. Sempat juga mau singgah di pantai Blue Point sekedar mau menikmati pantai sambil makan di pinggir pantai, tapi rumah makan yang kami singgahi pelayannya ketus banget yang membuat kami membatalkan niat kami.
Sebenarnya aku pengen juga ke pantai pantai yang bagus bagus, tapi kayaknya nggak cocok buat kami yang membawa anak kecil. Sempat juga aku menawari anakku untuk ikut Sea Walking, tapi Arum nggak mau. Jadi memang liburan ini agak terbatas dan sedikit terkendala dengan anak kami yang paling kecil.
Kami juga sempatkan 1 hari untuk jalan jalan di mall di Kuta aja, sekalian nonton Batman V Superman yang belum sempat kami tonton waktu di Balikpapan. Sekalian beristirahat karena capek juga kalau setiap hari jalan jalan jauh.
DI Bali kami menginap di Swiss Bell Hotel Tuban, masih daerah KUta. Kalau di Google Maps sih cuma 2.5 km dari bandara. Tapi kalau ambil taksi dari bandara biayanya 80 ribu rupiah. Padahal jalannya nggak sampai 30 menit. Hotelnya sih bagus banget, karena mash baru. Dan kami dapat kamar yang di pinggir kolam renang, jadi buka pintu sudah kolam renang. Hotelnya bersih, sarapannya lumayan lengkap dan enak, dan halal semua.
Aku sudah janji sama keluargaku, lain kali kita ke Bali lagi. Mudah-mudahan bisa ajak kakak Devy atau kakak Tia supaya Arum ada temannya. Insyaallah.
Thursday, March 24, 2016
Study Tour
Study Tour Arum
Tanggal 11 sampai tanggal 19 Maret ini Arum pergi study tour ke Jawa Timur, tujuan utamanya adalah ke kampung Inggris di Kediri dan Malang. Di Kediri Arum tinggal di kampung Inggris itu di sebuah kos-kosan. Tapi karena kos-kosan nya nggak ada AC dan kipas angin, walaupun udaranya nggak panas, kamu kayaknya kurang betah. Awalnya kamu ngeluh kalau badanmu gatal gatal, papa curiga itu cuma biang keringat karena kamu tidur kepanasan hingga keringatan. Besoknya papa sempat panik karena kamu nelpon tengah malam nangis nangis katanya badanmu sakit semua. Alhamdulillah besok paginya badanmu sudah kembali enak dan bisa beraktifitas lagi.
Untungnya besoknya kamu pergi ke Malang, di Malang kamu tinggal di hotel yang pastinya ada AC-nya sampai kamu pulang kembali ke Balikpapan.
Walaupun sebenarnya kamu pernah 2 kali pergi tanpa Papa dan Mama, tapi kali ini agak berbeda karena sudah ada adikmu. Kamu kerap video call supaya bisa liat adikmu, katamu kamu kangen sama Altaf.
Dan kali ini juga kamu bepergian dengan akomodasi yang tidak terlalu nyaman, tidak seperti di rumah dimana AC hampir nggak pernah mati. Papa harap kamu bisa belajar atau paham bagaimana rasanya hidup tidak sama Papa Mamamu. Kamu harus bisa menghargai Papa dan Mama yang sudah berusaha semaksimal mungkin agar hidupmu itu nyaman.
Belajarlah untuk hidup tidak selalu nyaman, karena hidup itu tidak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan. Dan supaya kamu bisa lebih mensyukuri apa yang sudah kamu punyai sekarang.
Monday, March 21, 2016
Study Tour
Study Tour Arum
Tanggal 11 sampai tanggal 19 Maret ini Arum pergi study tour ke Jawa Timur, tujuan utamanya adalah ke kampung Inggris di Kediri dan Malang. Di Kediri Arum tinggal di kampung Inggris itu di sebuah kos-kosan. Tapi karena kos-kosan nya nggak ada AC dan kipas angin, walaupun udaranya nggak panas, kamu kayaknya kurang betah. Awalnya kamu ngeluh kalau badanmu gatal gatal, papa curiga itu cuma biang keringat karena kamu tidur kepanasan hingga keringatan. Besoknya papa sempat panik karena kamu nelpon tengah malam nangis nangis katanya badanmu sakit semua. Alhamdulillah besok paginya badanmu sudah kembali enak dan bisa beraktifitas lagi.
Untungnya besoknya kamu pergi ke Malang, di Malang kamu tinggal di hotel yang pastinya ada AC-nya sampai kamu pulang kembali ke Balikpapan.
Walaupun sebenarnya kamu pernah 2 kali pergi tanpa Papa dan Mama, tapi kali ini agak berbeda karena sudah ada adikmu. Kamu kerap video call supaya bisa liat adikmu, katamu kamu kangen sama Altaf.
Dan kali ini juga kamu bepergian dengan akomodasi yang tidak terlalu nyaman, tidak seperti di rumah dimana AC hampir nggak pernah mati. Papa harap kamu bisa belajar atau paham bagaimana rasanya hidup tidak sama Papa Mamamu. Kamu harus bisa menghargai Papa dan Mama yang sudah berusaha semaksimal mungkin agar hidupmu itu nyaman.
Belajarlah untuk hidup tidak selalu nyaman, karena hidup itu tidak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan. Dan supaya kamu bisa lebih mensyukuri apa yang sudah kamu punyai sekarang.
Thursday, February 18, 2016
1.5 Tahun
Altaf, kamu aktif sekali, kamu hampir nggak pernah diam. Ada saja yang kamu lakukan, dan kalau kamu jalan seolah nggak pernah pelan. Selalu lari kesana kemari. Sebenarnya itu hal yang patut kita syukuri, karena tandanya kamu sehat. Kalau papa off, papa selalu berusaha membawamu melibatkan kamu dalam kegiatan papa. Karena kalau papa off, banyak pekerjaan pekerjaan di rumah yang musti papa lakukan.
Minggu ini papa dapat tugas dari mama untuk merubah engsel pintu kabinet kitchen set. Sambil papa kerjain, papa biarkan kamu terlibat dan kalau bisa malah membantu, walaupun ujung ujungnya kamu cuma hambur hambur alat alat dan baut dari tool box papa. Tapi paling tidak kamu tau bahwa ada pekerjaan yang kita laki laki harus bisa kita kerjakan sendiri.
Kamu juga membantu papa menyikat lantai teras depan, walaupun kamu cuma bantu pegang selang siram siram lantai sambil memakai sepatu boot-mu hadiah dari tante Santi dan kakak Ataya dan Lila. Kamu juga bantu bantu papa siram tanaman di halaman depan kita karena hujan sudah lama tidak turun di kota kita. Sempat juga papa rekam aksimu pake hape, dan papa hampir sulit percaya kalau kamu baru 1 setengah tahun. Baru satu setengah tahun lalu kamu lahir, kecil, berkulit abu abu dan hampir tak berdaya. Tapi sekarang kamu sudah aktif, bisa bantu bantu papa siram tanaman.
Minggu ini juga untuk kedua kalinya papa ajak kamu sepedaan sampai lapangan merdeka di hari minggu. Menikmati car free day di sana dan makan sop singkong ceker yang ternyata kamu juga suka. Pulangnya kamu ketiduran di sepeda sampai ke rumah.
Sayangnya, seharusnya papa off 2 minggu, tapi karena kekurangan orang, cuman seminggu papa sudah harus naik kerja lagi.. Agak berat sebenarnya, papa merasa belum lunas waktu papa untuk Altaf. Apalagi 2 hari ini kamu mulai tau dan minta bicara di telepon waktu papa telpon. Mungkin kamu masih kangen sama papa, seperti papa yang masih kangen sama kamu.
Mudah-mudahan kita selalu dikaruniai kesehatan dan rezeki supaya papa tetap punya waktu untuk bermain, berpetualang dan belajar dengan Altaf.
Sementara, Altaf di rumah sama mama ya. Makan yang banyak, istirahat yang cukup. Karena kalau sama papa kamu agak kurang istirahatnya..
Oh iya, minggu ini juga untuk pertama kalinya semenjak aqiqahmu kamu potong rambut. Setelah sebelumnya papa berhasil merapikan rambutmu yang mulai panjang, tapi untuk kali ini tidak bisa. Kamu selalu menolak kalau papa berusaha merapikan dan memotong rambutmu. Akhirnya papa ajak kamu ke tempat potong rambut langganan papa dan mencukur rambutmu menyerahkannya ketangan yang lebih profesional. Alhamdulillah, walaupun kamu nangis dan sedikit ada salah potong, rambutmu sekarang lebih rapi dan lebih ganteng. Nggak seperti sebelumnya.
Love you and miss you always Altaf, Arum dan Mama...
Saturday, December 5, 2015
25 November 2015
25 November 2015
Artha Ningsasi, adikku yang paling bungsu. Karena yang paling bungsu, menjadi anak yang paling disayang sama bapakku. Kami kakak kakaknya pun sangat menyayanginya. Yang paling kuingat adalah, dia sering tertidur waktu nonton tipi di lantai bawah, jadi aku sering menggendongnya naik kekamar atas. DIa sendiri mengaku bahwa, kadang kadang dia pura pura tidur biar tetap kugendong naik kekamar.
Tanggal 25 November menjelang tengah malam kemarin dia meninggal dunia, meninggalkan kami dan 3 anak yang masih kecil kecil. Memang sudah sejak 4 bulan terakhir ini kondisinya menurun, berat badannya terus turun. Dia yang dulunya gemuk dan chubby dalam 4 bulan turun 30 kilo-an. Sudah beberapa kali masuk rumah sakit, tapi hasilnya selalu berbeda-beda. Terakhir di rumah sakit dokter memvonis kanker ovarium. Tapi sayang, waktu diketahui penyakitnya itu, sudah terlambat. Kondisinya drop sampe titik terendah. Badannya tinggal tulang, nafasnya sudah susah. Setelah koma lagi selama 2 hari, dia meninggal dunia.
Aku sedih karena tidak pernah bisa membantu banyak di saat dia sakit dan di saat dia melewati masa masa sulit bersama anak anak dan suaminya. HArus diakui, dia telah melewati masa masa sulit setelah menikah karena ulah suaminya yang kadang kadang kurang menunjukan tanggung jawab.
Setelah dia meninggal, rasanya kami ingin marah dengan suaminya, tapi kami sadar itu tidak akan mengembalikan Artha.
Selamat jalan adikku tersayang, semoga Allah menghapus dosa dosamu. Semoga penyakit yang kamu derita mengangkat dosa dosamu dan semoga anak anakmu jadi anak yang sholeh dan sholehah sehingga bisa memasukanmu ke surga.
Sunday, November 22, 2015
November 2015
Dan minggu ini nampaknya mamamu tambah kewalahan, Arum yang sudah besar tambah suka membantah Mama, Altaf yang tambah aktif makin susah dijaga, belum lagi urusan acara keluarga yang urusan rumah yang tampaknya menjadi beban buat mamamu. Arum, bantulah mamamu walau cuma sedikit. Paling tidak, bantulah supaya tidak terlalu suka membantah. Sangat bagus kalau kamu bisa membantu menjaga adikmu Altaf waktu mama sedang sibuk dengan yang lainnya.
Papa jadi nggak bisa tenang kerja, Papa selalu kepikiran beban mamamu, papa kepikiran Altaf yang suka jadi sasaran emosi mamamu. Nggak ada yang bisa papa lakukan lagi yang bisa membantu mengurangi beban mamamu. Karena kondisi pekerjaan papa yang tidak bisa membantu lebih banyak menjaga Altaf.
Altaf lebih sabar ya... Jangan terlalu membebani mama. Nanti papa off, papa janji menjaga Altaf setiap waktu. Nanti papa ajak Altaf bertualang lagi, jalan jalan lagi. Sementara papa belum pulang, ALtaf main main di rumah aja ya...
Mama harus lebih sabar yah, harus lebih bersyukur... Insyaallah cuma pahala yang besar untuk mama imbalannya.
Amin...

