Monday, March 21, 2016

Study Tour

Study Tour Arum

Tanggal 11 sampai tanggal 19 Maret ini Arum pergi study tour ke Jawa Timur, tujuan utamanya adalah ke kampung Inggris di Kediri dan Malang. Di Kediri Arum tinggal di kampung Inggris itu di sebuah kos-kosan. Tapi karena kos-kosan nya nggak ada AC dan kipas angin, walaupun udaranya nggak panas, kamu kayaknya kurang betah. Awalnya kamu ngeluh kalau badanmu gatal gatal, papa curiga itu cuma biang keringat karena kamu tidur kepanasan hingga keringatan. Besoknya papa sempat panik karena kamu nelpon tengah malam nangis nangis katanya badanmu sakit semua. Alhamdulillah besok paginya badanmu sudah kembali enak dan bisa beraktifitas lagi.
Untungnya besoknya kamu pergi ke Malang, di Malang kamu tinggal di hotel yang pastinya ada AC-nya sampai kamu pulang kembali ke Balikpapan.
Walaupun sebenarnya kamu pernah 2 kali pergi tanpa Papa dan Mama, tapi kali ini agak berbeda karena sudah ada adikmu. Kamu kerap video call supaya bisa liat adikmu, katamu kamu kangen sama Altaf.
Dan kali ini juga kamu bepergian dengan akomodasi yang tidak terlalu nyaman, tidak seperti di rumah dimana AC hampir nggak pernah mati. Papa harap kamu bisa belajar atau paham bagaimana rasanya hidup tidak sama Papa Mamamu. Kamu harus bisa menghargai Papa dan Mama yang sudah berusaha semaksimal mungkin agar hidupmu itu nyaman.
Belajarlah untuk hidup tidak selalu nyaman, karena hidup itu tidak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan. Dan supaya kamu bisa lebih mensyukuri apa yang sudah kamu punyai sekarang.

Thursday, February 18, 2016

1.5 Tahun

Altaf, kamu aktif sekali, kamu hampir nggak pernah diam. Ada saja yang kamu lakukan, dan kalau kamu jalan seolah nggak pernah pelan. Selalu lari kesana kemari. Sebenarnya itu hal yang patut kita syukuri, karena tandanya kamu sehat. Kalau papa off, papa selalu berusaha membawamu melibatkan kamu dalam kegiatan papa. Karena kalau papa off, banyak pekerjaan pekerjaan di rumah yang musti papa lakukan.
Minggu ini papa dapat tugas dari mama untuk merubah engsel pintu kabinet kitchen set. Sambil papa kerjain, papa biarkan kamu terlibat dan kalau bisa malah membantu, walaupun ujung ujungnya kamu cuma hambur hambur alat alat dan baut dari tool box papa. Tapi paling tidak kamu tau bahwa ada pekerjaan yang kita laki laki harus bisa kita kerjakan sendiri.
Kamu juga membantu papa menyikat lantai teras depan, walaupun kamu cuma bantu pegang selang siram siram lantai sambil memakai sepatu boot-mu hadiah dari tante Santi dan kakak Ataya dan Lila. Kamu juga bantu bantu papa siram tanaman di halaman depan kita karena hujan sudah lama tidak turun di kota kita. Sempat juga papa rekam aksimu pake hape, dan papa hampir sulit percaya kalau kamu baru 1 setengah tahun. Baru satu setengah tahun lalu kamu lahir, kecil, berkulit abu abu dan hampir tak berdaya. Tapi sekarang kamu sudah aktif, bisa bantu bantu papa siram tanaman.
Minggu ini juga untuk kedua kalinya papa ajak kamu sepedaan sampai lapangan merdeka di hari minggu. Menikmati car free day di sana dan makan sop singkong ceker yang ternyata kamu juga suka. Pulangnya kamu ketiduran di sepeda sampai ke rumah.
Sayangnya, seharusnya papa off 2 minggu, tapi karena kekurangan orang, cuman seminggu papa sudah harus naik kerja lagi.. Agak berat sebenarnya, papa merasa belum lunas waktu papa untuk Altaf. Apalagi 2 hari ini kamu mulai tau dan minta bicara di telepon waktu papa telpon. Mungkin kamu masih kangen sama papa, seperti papa yang masih kangen sama kamu.
Mudah-mudahan kita selalu dikaruniai kesehatan dan rezeki supaya papa tetap punya waktu untuk bermain, berpetualang dan belajar dengan Altaf.
Sementara, Altaf di rumah sama mama ya. Makan yang banyak, istirahat yang cukup. Karena kalau sama papa kamu agak kurang istirahatnya..
Oh iya, minggu ini juga untuk pertama kalinya semenjak aqiqahmu kamu potong rambut. Setelah sebelumnya papa berhasil merapikan rambutmu yang mulai panjang, tapi untuk kali ini tidak bisa. Kamu selalu menolak kalau papa berusaha merapikan dan memotong rambutmu. Akhirnya papa ajak kamu ke tempat potong rambut langganan papa dan mencukur rambutmu menyerahkannya ketangan yang lebih profesional. Alhamdulillah, walaupun kamu nangis dan sedikit ada salah potong, rambutmu sekarang lebih rapi dan lebih ganteng. Nggak seperti sebelumnya.
Love you and miss you always Altaf, Arum dan Mama...

Saturday, December 5, 2015

25 November 2015

25 November 2015

Artha Ningsasi, adikku yang paling bungsu. Karena yang paling bungsu, menjadi anak yang paling disayang sama bapakku. Kami kakak kakaknya pun sangat menyayanginya. Yang paling kuingat adalah, dia sering tertidur waktu nonton tipi di lantai bawah, jadi aku sering menggendongnya naik kekamar atas. DIa sendiri mengaku bahwa, kadang kadang dia pura pura tidur biar tetap kugendong naik kekamar.
Tanggal 25 November menjelang tengah malam kemarin dia meninggal dunia, meninggalkan kami dan 3 anak yang masih kecil kecil. Memang sudah sejak 4 bulan terakhir ini kondisinya menurun, berat badannya terus turun. Dia yang dulunya gemuk dan chubby dalam 4 bulan turun 30 kilo-an. Sudah beberapa kali masuk rumah sakit, tapi hasilnya selalu berbeda-beda. Terakhir di rumah sakit dokter memvonis kanker ovarium. Tapi sayang, waktu diketahui penyakitnya itu, sudah terlambat. Kondisinya drop sampe titik terendah. Badannya tinggal tulang, nafasnya sudah susah. Setelah koma lagi selama 2 hari, dia meninggal dunia.
Aku sedih karena tidak pernah bisa membantu banyak di saat dia sakit dan di saat dia melewati masa masa sulit bersama anak anak dan suaminya. HArus diakui, dia telah melewati masa masa sulit setelah menikah karena ulah suaminya yang kadang kadang kurang menunjukan tanggung jawab.
Setelah dia meninggal, rasanya kami ingin marah dengan suaminya, tapi kami sadar itu tidak akan mengembalikan Artha.
Selamat jalan adikku tersayang, semoga Allah menghapus dosa dosamu. Semoga penyakit yang kamu derita mengangkat dosa dosamu dan semoga anak anakmu jadi anak yang sholeh dan sholehah sehingga bisa memasukanmu ke surga.

Sunday, November 22, 2015

November 2015

Minggu ini tidak terlalu bagus untuk Altaf, karena terlalu emosi, tanpa sadar aku marah dan teriak teriak sama Arum di depan Altaf. Altaf sampe nangis mendengarnya. Aku harap Altaf tidak menjadi trauma mendengarnya, aku harap memori ini tidak melekat erat di pikirannya. Maaf Papa yang tanpa sadar sudah marah marah di depanmu. Maafkan juga Papa karena Papa sudah marah arah sama Arum. Karena Papa tidak mau Arum bermalas-malasan, cuma karena alasan habis banyak kegiatan hari sebelumnya, kamu tidak mau sekolah. Kamu harus sadar bahwa papa susah payah bekerja demi supaya kamu bisa sekolah dan kursus. Dan waktu kamu tidak mau kursus cuma karena alasan malas atau capek dari kegiatanmu di hari sebelumnya, bikin papa marah. Kamu harus tau, banyak anak-anak di luar sana yang sangat ingin sekolah dan kursus, seharusnya kamu tidak menyia nyiakan kesempatan ini, seharusnya kamu lebih mensyukurinya. Kalaupun kamu tidak kursus atau sekolah, paling kamu cuma tiduran di kamar dan main hape. Harusnya kamu tau berapa banyak waktu yang terbuang percuma. Sedari muda, Papa ingin mengajarkanmu untuk tidak membuang-buang waktu dengan percuma. Jangan membuat kesempatan kesempatan terbuang percuma, dan jangan sia siakan masa sehatmu, sebelum masa sempit dan masa sehatmu.
Dan minggu ini nampaknya mamamu tambah kewalahan, Arum yang sudah besar tambah suka membantah Mama, Altaf yang tambah aktif makin susah dijaga, belum lagi urusan acara keluarga yang urusan rumah yang tampaknya menjadi beban buat mamamu. Arum, bantulah mamamu walau cuma sedikit. Paling tidak, bantulah supaya tidak terlalu suka membantah. Sangat bagus kalau kamu bisa membantu menjaga adikmu Altaf waktu mama sedang sibuk dengan yang lainnya.
Papa jadi nggak bisa tenang kerja, Papa selalu kepikiran beban mamamu, papa kepikiran Altaf yang suka jadi sasaran emosi mamamu. Nggak ada yang bisa papa lakukan lagi yang bisa membantu mengurangi beban mamamu. Karena kondisi pekerjaan papa yang tidak bisa membantu lebih banyak menjaga Altaf.
Altaf lebih sabar ya... Jangan terlalu membebani mama. Nanti papa off, papa janji menjaga Altaf setiap waktu. Nanti papa ajak Altaf bertualang lagi, jalan jalan lagi. Sementara papa belum pulang, ALtaf main main di rumah aja ya...
Mama harus lebih sabar yah, harus lebih bersyukur... Insyaallah cuma pahala yang besar untuk mama imbalannya.
Amin...

Tuesday, October 27, 2015

Father Time

Papa selalu berusaha meluangkan waktu sebanyak mungkin dengan Altaf, papa selalu mencoba mengisi kegiatan dengan Altaf. Papa ingin mengajari  sebanyak banyaknya pekerjaan papa kalau di rumah kepada Altaf.
Days off ini, papa sekali lagi mengajak Altaf memindahkan tanaman yang Baru papa beli. Papa juga mengajak Altaf membersihkan motor. Sengaja papa biarkan Altaf berbasah-basahan sambil membantu papa. Karena dengan mamamu, tidak banyak petualangan yang Altaf dapatkan. Papa bermimpi bisa mengajak Altaf menjelajah alam, berarung jeram, berkemah dan mendaki gunung.

Monday, October 26, 2015

Shake it

Altaf ternyata suka sekali dengan video klip-nya Sistar yang judulnya Shake It. Awalnya aku yang memang sangat suka dengan Sistar sering memutar single terbaru Sistar tersebut. Mungkin dia sering ikut dengar juga dan lagunya yang memang catchy dan riang banget, serta video klip-nya yang colorful menarik perhatiannya. Jadi kalau ada lagu Sistar itu diputar, dia pasti diam, malah sekarang senyum senyum sambil goyang tangan atau tepuk tangan. Jadi kalau Altaf agak cerewet di mobil, langsung aja kami putar lagu itu dia langsung anteng.
Jadi, untuk yang ini, seleranya sama banget sama Papanya...

Saturday, October 24, 2015

October 2015


21 October 2015
Days off minggu ini kita padat acara, terutama hari sabtu minggu. Di minggu yang padat ini juga aku banyak waktu untuk Altaf. Selain acara rutin antar jemput Arum sekolah, ada acara arisan istriku dan family day di sekolah Arum.
Tidak seperti biasanya, setiap pagi mengantar Arum sekolah, Altaf kubawa serta. Berdiri di kursi samping supir, atau berdiri bersama aku sambil aku menyetir. Walaupun istriku sempat khawatir karena aku harus menyetir dan memegang Altaf, alhamdulillah aman aman aja. Tapi memang harus lebih konsentrasi dan tidak bisa terlalu laju mengemudinya. Alhamdulillah Altaf lebih anteng kalau pas ikut aku. Malah kadang kadang dia berdiri di kursi sebelahku.
Aku mau mengajak Altaf karena kadang kadang waktu seminggu off itu terasa tidak cukup banyak kuhabiskan dengan Altaf. Kalau dia ikut ngantar kakak Arum sekolah, dia bisa kupeluk dan kucium sering sering. Sekalian memberi waktu istirahat istriku paling nggak 30-45 menit sendiri. Saat off, aku berusaha memberi waktu sendiri untuk istriku, waktu dia bisa mengerjakan hal hal lain tanpa terus dibuntutin ALtaf.
Minggu ini lebih istimewa, hari sabtu istriku ikut acara jalan santai, bagian dari acara reuni temen teman SMA-nya. Aku coba membawa Altaf sendiri, dari jam 7-an sampe jam 10-an, sempat cerewet sih, tapi sebisa mungkin kualihkan perhatiannya. Kuajak main ke taman, main main sama kucing. Sampai akhirnya dia cerewet banget karena ngantuk, dan akhirnya tertidur di pangkuanku sambil aku menyetir. Malamnya istriku pergi ke acara reuni, dari jam 7 malam kami antar istriku ke acaranya, lalu kuajak Arum dan Altaf jalan jalan ke Mall beli buku, trus pulang ke rumah. Di rumah, Altaf sempat main sama kakak Arum sampai jam 9-an, trus karena ngantuk, cerewet sampai akhirnya tertidur di gendonganku. Waktu istriku datang jam 11, dia sudah tertidur dan baru terbangun besok pagi jam 5. Ini adalah rekor terlama Altaf berpisah dari mamanya. Aku sebenarnya nggak keberatan, tapi Altaf memang sangat tergantung sama mamanya, jadi sulit berpisah.
Kasian anakku Arumdapta, dia yang tampil di acara family day sekolahnya mengeluh karena kami tidak menontonnya saat dia tampil. Pagi itu istriku sedang jalan santai, sedang aku sibuk mengajak Altaf main. Maafkan papa yah, lain kali kalau Arum tampil papa akan usahakan untuk menonton Arum. Papa juga baru tau ternyata Arum berharap kami menonton dia tampil, padahal setahuku dia malu kalau melihat dia tampil. Minggu sebelumnya waktu dia tampil di pembukaan mall Pentacity kami tidak hadir, karena aku sedang di lokasi dan istriku repot mengurus Altaf. Papa usahakan supaya lain kali Arum tampil kami bisa menontonnya ya...