Ganti Baju
Akhirnya, awal desember 2013 ini aku "ganti baju". Ganti baju adalah istilah yang kami gunakan jika kami berpindah perusahaan. Mulai desember ini aku pindah kerja ke EXPRO, sebuah perusahaan multi nasional yang bergerak di bidang yang sama dengan tempatku bekerja sebelumnya. Lingkup kerjanya pun sama, hanya saja lokasinya berbeda. Makanya disebut ganti baju, karena pekerjaannya sama aja, cuman baju/coverallnya aja yang berbeda.
Banyak alasan kenapa aku ganti baju, tapi yang utama adalah aku ingin mengembangkan pengetahuanku di bidang ini. Karena walaupun sudah 10 tahun bekerja, banyak hal hal yang belum kudapatkan di tempat sebelumnya. Hal ini karena karakteristik sumurnya yang berbeda-beda. Selain itu juga aku menginginkan kepastian mengenai penggajian dan keprofesionalan perusahaan tempatku bekerja.
Awal kerja yang kurasakan memang berat. Mobilisasi kerja disini lebih cepat, dalam sehari kita bisa rig up rig down 2 kali, apalagi kami terus kehujanan selama hampir seminggu disini. Dan akomodasi pun tidak seenak di area Total. Apalagi waktu pertama kali naik ternyata aku langsung in charge sebagai chief operator, padahal aku pikir aku harus orientasi dulu. Untung saja aku mendapatkan crew yang pengalaman dan sangat membantu sekali dalam pekerjaan. Alhamdulillah minggu pertama aku naik itu semua berjalan lancar.
Sekarang ini aku naik untuk trip kedua, alhamdulillah sampai saat ini lancar lancar aja. Walau lebih capek, tapi insyaallah karena niatnya belajar, maka semua proses ini dinikmati aja. Mudah-mudahan semua berjalan lancar, karena niatku untuk memberikan yang lebih baik untuk keluarga.
Buah Pikiran dan Tulisan, Pesan untuk buah hatiku... Arumdapta dan Altaf
Saturday, December 28, 2013
Tuesday, December 24, 2013
Insyaallah
Pagi tadi, sebelum aku berangkat kerja, aku sempatkan untuk membeli test pack untuk istriku. Sebenarnya sudah dari tadi malam mau beli, tapi kelupaan terus. Dan sudah beberapa hari ini istriku belum haid, padahal sudah lewat waktunya. Jadinya subuh subuh aku keluar cari apotik yang buka 24 jam buat beli test pack.
Waktu aku berangkat kerja tadi sih belum sempat di tes. Tapi kira kira 1 jam sesudah berangkat, aku ditelpon istriku, katanya dia test dua kali, hasilnya positif. Jadi kemungkinan besar hamil.
Kami mencoba menahan diri dulu, tidak mau terlalu senang tapi tetap harus berhati-hati. Karena kehamilan yang terakhir gagal, dan istriku harus dikuret. Jadi kami tidak gembar gembor dulu, aku cuma pesan sama istriku supaya jangan terlalu capek dan rajin minum madu yang dulu kami beli di korea.
Aku juga berdoa, semoga kami dan anak kami tetap diberi kesehatan. Itu saja yang kami minta. Amin.
Waktu aku berangkat kerja tadi sih belum sempat di tes. Tapi kira kira 1 jam sesudah berangkat, aku ditelpon istriku, katanya dia test dua kali, hasilnya positif. Jadi kemungkinan besar hamil.
Kami mencoba menahan diri dulu, tidak mau terlalu senang tapi tetap harus berhati-hati. Karena kehamilan yang terakhir gagal, dan istriku harus dikuret. Jadi kami tidak gembar gembor dulu, aku cuma pesan sama istriku supaya jangan terlalu capek dan rajin minum madu yang dulu kami beli di korea.
Aku juga berdoa, semoga kami dan anak kami tetap diberi kesehatan. Itu saja yang kami minta. Amin.
Sunday, December 22, 2013
Akil Baliqh
Kemaren, tanggal 22 desember 2013, Arum mulai haid. Tanda bahwa dia sudah memasuki fase dewasa, fase dimana semua dosanya dicatat. Fase dimana secara biologis dia sudah mampu bereproduksi.
Perasaanku campur aduk, antara senang dan khawatir. Senang karena anakku sudah besar, sudah dewasa. Padahal rasanya baru kemaren aku menceboki dia, memandikan dia dan menghisap ingusnya waktu dia pilek. Tapi aku juga khawatir, apakah aku sudah cukup mengajarkannya tentang tanggung jawabnya kepada Allah, bahwa dia harus rajin sholat dan beribadah.
Beberapa bulan ini, jarak kami terasa jauh, dia sudah tidak mau dekat aku lagi, bahkan dia sudah tidak mau bicara lagi. Aku cuma bisa menciumnya tiap subuh saat dia tidur. Dan yang pasti, aku pasti mendoakannya di setiap doaku, semoga dia menjadi anak yang sehat, sholehah dan pintar. Amin.
Sunday, November 17, 2013
Korean Tour 3 oCTOber 2013
Korean Tour
3 oCTOber 2013
Di hari terakhir ini, kami berangkat dari Hotel dengan seluruh koper siap kembali pulang ke Indonesia. Tapi sebelumnya kami singgah dulu ke Insadong, tempat belanja juga. Ternyata di insadong ini barang barangnya lebih beragam, lebih banyak yang tradisional, lebih bagus dan yang jelas lebih murah. Disinilah sebenarnya favorit tempat belanja kami, sayangnya waktu kami tidak lama disini dan karena koper sudah penuh dan kami sudah berbelanja di tempat tempat sebelumnya, jadi tidak banyak yang kami beli disini.
Setelah itu kami menuju Airport Inchien, di dekat Inchien kami makan siang yang ternyata ada tempat belanja oleh olehnya juga. Dan ternyata masih sempat juga belanja lagi walau sedikit.
Dan akhirnya kami ke bandara Inchieon. Sebelum pesawat berangkat, masih sempat juga kami berharap bertemu salah satu artis Korea yang kami kenal, syukur syukur kalau bisa ketemu SNSD atau Super Junior, tapi sayangnya kami tidak beruntung.
Jadi kesimpulan dari liburan ini, Korea itu bersih banget dan rapi. Tempat wisatanya tertata rapi, tapi masih lebih ramah-turis Singapura. Dan perjalanan ikut paket tour ini kita lebih nyaman karena semua sudah diatur dan cukup murah. Tapi kekurangannya, kita tidak leluasa menentukan tujuan perjalanan dan banyak tempat yang tidak kunjungi lebih mendalam.
Ke Korea lagi? mungkin tidak dalam 5 tahun ini...
3 oCTOber 2013
Di hari terakhir ini, kami berangkat dari Hotel dengan seluruh koper siap kembali pulang ke Indonesia. Tapi sebelumnya kami singgah dulu ke Insadong, tempat belanja juga. Ternyata di insadong ini barang barangnya lebih beragam, lebih banyak yang tradisional, lebih bagus dan yang jelas lebih murah. Disinilah sebenarnya favorit tempat belanja kami, sayangnya waktu kami tidak lama disini dan karena koper sudah penuh dan kami sudah berbelanja di tempat tempat sebelumnya, jadi tidak banyak yang kami beli disini.
Setelah itu kami menuju Airport Inchien, di dekat Inchien kami makan siang yang ternyata ada tempat belanja oleh olehnya juga. Dan ternyata masih sempat juga belanja lagi walau sedikit.
Dan akhirnya kami ke bandara Inchieon. Sebelum pesawat berangkat, masih sempat juga kami berharap bertemu salah satu artis Korea yang kami kenal, syukur syukur kalau bisa ketemu SNSD atau Super Junior, tapi sayangnya kami tidak beruntung.
Jadi kesimpulan dari liburan ini, Korea itu bersih banget dan rapi. Tempat wisatanya tertata rapi, tapi masih lebih ramah-turis Singapura. Dan perjalanan ikut paket tour ini kita lebih nyaman karena semua sudah diatur dan cukup murah. Tapi kekurangannya, kita tidak leluasa menentukan tujuan perjalanan dan banyak tempat yang tidak kunjungi lebih mendalam.
Ke Korea lagi? mungkin tidak dalam 5 tahun ini...
Korean Tour 2 oCTOber 2013
Korean Tour
2 oCTOber 2013
Hari ini tujuan pertama kami adalah Bukchon Hanok Village, ini adalah suatu area di Seoul dimana bangunan rumah-rumahnya masih asli tradisional Korea. Kami tidak masuk terlalu jauh, cukup berfoto-foto didepannya saja. Sayang padahal ternyata di dalamnya lebih banyak yang bisa dilihat.
Lalu kami menuju Gyeongbok Palace, istana raja Korea. Disini kami bisa melihat juga singgasana raja, tour guide kami memberikan sejarah singkat mengenai istana dan raja Korea ini.
Selanjutnya kami diajak menuju Ginseng Center, disini kami lagi lagi mendapat sales yang fasih berbahasa Indonesia, sebelum berbelanja kami mendapatkan penjelasan mengenai sejarah dan khasiat ginseng. Mereka juga sangat membanggakan tentang khasiat ginseng asli Korea dibandingkan dengan ginseng Cina, Jepang dan Amerika. Kami membeli Ginseng Extract karena kami tertarik dengan khasiat yang ditawarkan, walaupun harganya tidak bisa dibilang murah.
Selanjutnya kami diajak berbelanja di Duty Free Shop. Toko ini dikhususkan memang hanya wisatawan manca negara. Barang barang disini sudah bebas pajak, jadi seharusnya bisa lebih murah. Sebenarnya barang disini bagus bagus, tapi kebetulan tidak ada barang yang kami cari jadi saya tidak terlalu lama didalam. Sambil menunggu grup kami berbelanja, kami jalan ke sekitar Duty Free Shop ini dan ternyata dekat dengan pusat kota, seperti alun-alun, diseberang istana raja dimana ada air mancur dan patung raja Korea.
Sorenya kami diajak berbelanja di Myeondong Street. Kata guide kami, ini adalah pusat perbelanjaan seperti Malioboro di Yogya. Berbagai macam barang dari makanan sampai pakaian, dijual disini. Walau guide kami tidak terlalu menyarankan karena katanya disini banyak produk Cina. Tapi bagi kami yang penting kan murah. Tidak banyak juga kami berbelanja di sini. Malah kami mencoba Kebab dan Es Krim Turki yang penyajiannya bikin kita tertawa kaarena kami seolah olah dikerjai oleh pennjual es krim itu. Kami juga mencoba gula-gula Korea yang dibuat langsung di depan kami. Tapi yang berkesan adalah Food Street berupa lapisan roti dibawah dan telur ceplok dilapisan atasnya. Rasanya enak sekali, antara manisnya roti dan gurihnya telur ceplok. Yang unik, sang penjual tidak memegang duit pembayaran sama sekali. Pembeli disuruh memasukan uang pembayaran ke kotak yang disediakan. Dan bila ada kembalian, pembeli sendiri juga yang harus mengambilnya. Mungkin maksudnya biar higienis karena tangan sang penjual hanya memegang bahan-bahan makanan. Aku juga mencoba food street berupa potongan jeruk besar, bukan jeruk bali, yang ditaruh di mangkuk dan diatasnya disiram madu atau susu.
2 oCTOber 2013
Hari ini tujuan pertama kami adalah Bukchon Hanok Village, ini adalah suatu area di Seoul dimana bangunan rumah-rumahnya masih asli tradisional Korea. Kami tidak masuk terlalu jauh, cukup berfoto-foto didepannya saja. Sayang padahal ternyata di dalamnya lebih banyak yang bisa dilihat.
Lalu kami menuju Gyeongbok Palace, istana raja Korea. Disini kami bisa melihat juga singgasana raja, tour guide kami memberikan sejarah singkat mengenai istana dan raja Korea ini.
Selanjutnya kami diajak menuju Ginseng Center, disini kami lagi lagi mendapat sales yang fasih berbahasa Indonesia, sebelum berbelanja kami mendapatkan penjelasan mengenai sejarah dan khasiat ginseng. Mereka juga sangat membanggakan tentang khasiat ginseng asli Korea dibandingkan dengan ginseng Cina, Jepang dan Amerika. Kami membeli Ginseng Extract karena kami tertarik dengan khasiat yang ditawarkan, walaupun harganya tidak bisa dibilang murah.
Selanjutnya kami diajak berbelanja di Duty Free Shop. Toko ini dikhususkan memang hanya wisatawan manca negara. Barang barang disini sudah bebas pajak, jadi seharusnya bisa lebih murah. Sebenarnya barang disini bagus bagus, tapi kebetulan tidak ada barang yang kami cari jadi saya tidak terlalu lama didalam. Sambil menunggu grup kami berbelanja, kami jalan ke sekitar Duty Free Shop ini dan ternyata dekat dengan pusat kota, seperti alun-alun, diseberang istana raja dimana ada air mancur dan patung raja Korea.
Sorenya kami diajak berbelanja di Myeondong Street. Kata guide kami, ini adalah pusat perbelanjaan seperti Malioboro di Yogya. Berbagai macam barang dari makanan sampai pakaian, dijual disini. Walau guide kami tidak terlalu menyarankan karena katanya disini banyak produk Cina. Tapi bagi kami yang penting kan murah. Tidak banyak juga kami berbelanja di sini. Malah kami mencoba Kebab dan Es Krim Turki yang penyajiannya bikin kita tertawa kaarena kami seolah olah dikerjai oleh pennjual es krim itu. Kami juga mencoba gula-gula Korea yang dibuat langsung di depan kami. Tapi yang berkesan adalah Food Street berupa lapisan roti dibawah dan telur ceplok dilapisan atasnya. Rasanya enak sekali, antara manisnya roti dan gurihnya telur ceplok. Yang unik, sang penjual tidak memegang duit pembayaran sama sekali. Pembeli disuruh memasukan uang pembayaran ke kotak yang disediakan. Dan bila ada kembalian, pembeli sendiri juga yang harus mengambilnya. Mungkin maksudnya biar higienis karena tangan sang penjual hanya memegang bahan-bahan makanan. Aku juga mencoba food street berupa potongan jeruk besar, bukan jeruk bali, yang ditaruh di mangkuk dan diatasnya disiram madu atau susu.
Korean Tour 1 oCTOber 2013
Korean Tour
1 oCTOber 2013
Hari ini tujuan pertama kami adalah Kimchi School, sebelum belajar kami ke lantai 1 dulu. Di sini disediakan pakaian tradisional Korea, setelah memakai pakaian tradisional Korea sesuai ukuran masing-masing, kami berfoto-foto, baik sendirian, keluarga maupun grup.
Setelah itu kami ke lantai dua dimana kami belajar membuat kimchi. Sebenarnya cara membuatnya sederhana saja, tapi mungkin bahan bahan yang agak berbeda dengan yang ada di Indonesia menjadikan rasanya mungkin sedikit berbeda jika membuatnya di Indonesia. Selain itu, ternyata ada juga bubuk gingseng sebagai bahannya. Katanya gingseng ini memiliki khasiat yang sangat tinggi sehingga orang orang Korea itu sehat sehat dan jarang yang gendut.
Setelah itu seharusnya kami dijadwalkan menuju One Mount Ice Ring, sebuah permainan indoor yang ditutupi oleh salju dan es. Tapi oleh tour guide kami, diberi pilihan untuk ke perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan saja, setelah pengambilan suara, akhirnya kami ke perbatasan ini.
Sebenarnya sih aku dan anakku lebih memilih ke Ice Ring, tapi kita kalah suara sama orang-orang tua yang lebih memilih untuk melihat perbatasan Korea. Di sini kami bisa melihat langsung perbatasan Korea Utara dan Selatan serta perbedaan tanah di kedua negara. Disini juga ada film dokumenter tentang sejarah pecahnya Korea ini. Menurut guide kami, sebenarnya rakyat Korea tidak mau adanya perpecahan ini, tapi karena kepentingan negara negara sekutu setelah perang dunia II, maka terpecahlah Korea ini.
Selanjutnya kami menuju Face Shop, sepertinya kami digiring kesini sebagai salah satu produk asli Korea. Kata Arum, Face Shop ini milik salah satu anggota boyband Korea. Di Face Shop ini kami dilayani oleh salah satu sales yang cantik yang ternyata bisa berbahasa Indonesia dengan baik, dan ternyata memang orang Indonesia, pantas saja. Kata istriku, barang barang di Face Shop ini harganya jauh lebih murah daripada di Face SHop di Indonesia, bisa sampai 3 kali lipat. Aku nggak terlalu betah disini, jadi au keluar toko dan mencoba jalan jalan disekitar Face Shop itu saja, sekalian cari memory card untuk kameraku.
Selanjutnya kami menuju National Folk Museum, sayang hari itu museum itu tutup, jadi kami hanya bisa masuk sedikit saja dan tidak sampai kedalam sekali.
Sore harinya kami diajak berbelanja di Dongdaemun Fashion Market, DOota. Disini katanya pusat fashion di Seoul dengan kualitas yang bagus tapi harganya miring. Dan ternyata memang kualitas bajunya serta modelnya bagus bagus, tapi tetap saja bagiku masih mahal. Dan ternyata baju ukuran istriku tidak tersedia disini. Jadinya kami membeli satu buah jaket dan satu buah baju untuk Arum. Disini sebenarnya kami diberi waktu yang panjang, yaitu sampai jam 9 malam, tapi ternyata waktu belanja yang panjang yang sudah kami harapkan ternyata tidak terlalu banyakk terpakai, selain karena capek, juga karena harganya yang ternyata cukup mahal.
1 oCTOber 2013
Hari ini tujuan pertama kami adalah Kimchi School, sebelum belajar kami ke lantai 1 dulu. Di sini disediakan pakaian tradisional Korea, setelah memakai pakaian tradisional Korea sesuai ukuran masing-masing, kami berfoto-foto, baik sendirian, keluarga maupun grup.
Setelah itu kami ke lantai dua dimana kami belajar membuat kimchi. Sebenarnya cara membuatnya sederhana saja, tapi mungkin bahan bahan yang agak berbeda dengan yang ada di Indonesia menjadikan rasanya mungkin sedikit berbeda jika membuatnya di Indonesia. Selain itu, ternyata ada juga bubuk gingseng sebagai bahannya. Katanya gingseng ini memiliki khasiat yang sangat tinggi sehingga orang orang Korea itu sehat sehat dan jarang yang gendut.
Setelah itu seharusnya kami dijadwalkan menuju One Mount Ice Ring, sebuah permainan indoor yang ditutupi oleh salju dan es. Tapi oleh tour guide kami, diberi pilihan untuk ke perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan saja, setelah pengambilan suara, akhirnya kami ke perbatasan ini.
Sebenarnya sih aku dan anakku lebih memilih ke Ice Ring, tapi kita kalah suara sama orang-orang tua yang lebih memilih untuk melihat perbatasan Korea. Di sini kami bisa melihat langsung perbatasan Korea Utara dan Selatan serta perbedaan tanah di kedua negara. Disini juga ada film dokumenter tentang sejarah pecahnya Korea ini. Menurut guide kami, sebenarnya rakyat Korea tidak mau adanya perpecahan ini, tapi karena kepentingan negara negara sekutu setelah perang dunia II, maka terpecahlah Korea ini.
Selanjutnya kami menuju Face Shop, sepertinya kami digiring kesini sebagai salah satu produk asli Korea. Kata Arum, Face Shop ini milik salah satu anggota boyband Korea. Di Face Shop ini kami dilayani oleh salah satu sales yang cantik yang ternyata bisa berbahasa Indonesia dengan baik, dan ternyata memang orang Indonesia, pantas saja. Kata istriku, barang barang di Face Shop ini harganya jauh lebih murah daripada di Face SHop di Indonesia, bisa sampai 3 kali lipat. Aku nggak terlalu betah disini, jadi au keluar toko dan mencoba jalan jalan disekitar Face Shop itu saja, sekalian cari memory card untuk kameraku.
Selanjutnya kami menuju National Folk Museum, sayang hari itu museum itu tutup, jadi kami hanya bisa masuk sedikit saja dan tidak sampai kedalam sekali.
Sore harinya kami diajak berbelanja di Dongdaemun Fashion Market, DOota. Disini katanya pusat fashion di Seoul dengan kualitas yang bagus tapi harganya miring. Dan ternyata memang kualitas bajunya serta modelnya bagus bagus, tapi tetap saja bagiku masih mahal. Dan ternyata baju ukuran istriku tidak tersedia disini. Jadinya kami membeli satu buah jaket dan satu buah baju untuk Arum. Disini sebenarnya kami diberi waktu yang panjang, yaitu sampai jam 9 malam, tapi ternyata waktu belanja yang panjang yang sudah kami harapkan ternyata tidak terlalu banyakk terpakai, selain karena capek, juga karena harganya yang ternyata cukup mahal.
Korean Tour 30 September 2013
Korean Tour
30 September 2013
Hari ini kembali ke Seoul dengan pesawat Asiana Airlines lagi. Sesampainya di Seoul kami langsung naik bus menuju Nami Island. Perjalanan ke Nami Island dari bandara Gimpo sekitar 2 jam-an. Sampai sana sudah agak sore, jadi waktunya sempit.
Nami Island ini merupakan sebuah pulau yang kecil di tengah sungai. Pulau ini menjadi terkenal karena menjadi tempat syuting drama Korea yang judulnya Winter Sonata. Di sana ada juga patung pemeran utama drama ini. Sebenarnya pulau ini biasa saja, tapi ditata dengan baik dan bersih sehingga banyak spot spot untuk berfoto yang indah, terutama untuk yang berpasangan. Spot utamanya adalah jajaran pohon cemara yang tinggi tinggi yang juga jadi image di drama korea Winter Sonata itu yang paling memorable. Pengunjung Nami Island pada saat itu banyak banget, bukan hanya wisatawan manca negara, tapi juga wisatawan lokal. Sayang sekali waktu kami terbatas dan memang sudah sore, jadi kalaupun lebih lama kami disini pasti sudah gelap juga.
Sepulangnya dari Nami Island, kami disinggahkan ke Yeoju Premium Outlet. Menurut tour guide kami, ini merupakan pusat perbelanjaan yang baru yang menjual barang barang bermerk dengan harga yang "miring". Walaupun katanya miring, tapi tetap mahal aja bagiku, karena memang barangnya asli semua.
Nampaknya, tempat ini merupakan bagian dari persinggahan wajib untuk paket paket wisata Korea, jadi suka tidak suka kami harus kesini.
Setelah makan malam, kami ke hotel di Seoul. Hotel yang kami dapatkan, lebih tepatnya merupakan sebuah residence. Tidak seperti hotel umumnya, residence ini seperti apartemen saja. Kamar hotelnya sangat kecil dan ringkas, persis seperti apartemen, ada mesin cuci dan kompor juga di dalamnya. Tapi bagi kami sebenarnya ini sudah cukup, yang penting kami bisa beristirahat dengan baik setelah seharian jalan-jalan.
30 September 2013
Hari ini kembali ke Seoul dengan pesawat Asiana Airlines lagi. Sesampainya di Seoul kami langsung naik bus menuju Nami Island. Perjalanan ke Nami Island dari bandara Gimpo sekitar 2 jam-an. Sampai sana sudah agak sore, jadi waktunya sempit.
Nami Island ini merupakan sebuah pulau yang kecil di tengah sungai. Pulau ini menjadi terkenal karena menjadi tempat syuting drama Korea yang judulnya Winter Sonata. Di sana ada juga patung pemeran utama drama ini. Sebenarnya pulau ini biasa saja, tapi ditata dengan baik dan bersih sehingga banyak spot spot untuk berfoto yang indah, terutama untuk yang berpasangan. Spot utamanya adalah jajaran pohon cemara yang tinggi tinggi yang juga jadi image di drama korea Winter Sonata itu yang paling memorable. Pengunjung Nami Island pada saat itu banyak banget, bukan hanya wisatawan manca negara, tapi juga wisatawan lokal. Sayang sekali waktu kami terbatas dan memang sudah sore, jadi kalaupun lebih lama kami disini pasti sudah gelap juga.
Sepulangnya dari Nami Island, kami disinggahkan ke Yeoju Premium Outlet. Menurut tour guide kami, ini merupakan pusat perbelanjaan yang baru yang menjual barang barang bermerk dengan harga yang "miring". Walaupun katanya miring, tapi tetap mahal aja bagiku, karena memang barangnya asli semua.
Nampaknya, tempat ini merupakan bagian dari persinggahan wajib untuk paket paket wisata Korea, jadi suka tidak suka kami harus kesini.
Setelah makan malam, kami ke hotel di Seoul. Hotel yang kami dapatkan, lebih tepatnya merupakan sebuah residence. Tidak seperti hotel umumnya, residence ini seperti apartemen saja. Kamar hotelnya sangat kecil dan ringkas, persis seperti apartemen, ada mesin cuci dan kompor juga di dalamnya. Tapi bagi kami sebenarnya ini sudah cukup, yang penting kami bisa beristirahat dengan baik setelah seharian jalan-jalan.
Subscribe to:
Posts (Atom)






