Sunday, November 17, 2013

Korean Tour 27 September 2013

Korean Tour
27 September 2013

Setelah minggu yang menegangkan karena belum ada kepastian siapa yang menggantikan di lokasi, akhirnya kami berangkat juga tanggal 27 September menuju Jakarta.
Dengan Batik Air dari Balikpapan menuju Jakarta, Batik Air ini masih satu induk dengan Lion Air, bedanya ini adalah yang full service, dapat makan dan ada tipi-nya.Alhamdulillah kali ini tidak ada delay, jadi kami sampai di Jakarta sekitar jam 4-an. Padahal kita berkumpul di Terminal 2 baru jam 22:30, jadi kami cari lounge di Terminal 3 sambil menunggu waktu berkumpul.
Jam 22:30 kami berkumpul dengan semua anggota Tour dan tour leader di Terminal 2. Ternyata yang mengurus check-in pesawat dan bagasi. Paspor dan dokumen perjalanan juga dibagikan saat itu juga. Setelah briefing singkat, kami masuk bandara menuju ruang tunggu. Pesawat yang membawa kami ke Korea adalah Asiana Air jam 23:30.
Di pesawat istriku sempat hampir pingsan karena kelelahan, aku yang tidak bisa tidur jadi sibuk mengurusi istriku. Kami minta tolong pramugari, tapi sayangnya pramugarinya agak susah berbahasa Inggris. Aku sudah beberapa kali melihat kondisi istriku yang seperti ini sudah mengerti, Aku cuma minta agar istriku bisa diberikan tempat yang agak lapang buat berbaring dan bernafas. Mulanya istriku direbahkan di area pantry, tapi karena mereka mau menyiapkan makan malam, akhirnya istriku diberi tempat di kelas bisnis untuk sementara waktu dan alhamdulillah tidak lama istriku kembali pulih dan bisa kembali ke tempat duduk semula.

Monday, July 29, 2013

Dewasa

Arumdapta anak papa yang cantik jelita. Kamu sekarang sudah memasuki usia dewasa, kamu sudah nggak mau lagi dipeluk dan dicium papa. Papa tidak terlalu masalah sebenarnya, karena papa tau saat itu akan datang. Tapi papa sebenarnya masih sering kangen sama Arum, makanya papa masih suka berkumpul dan bercengkrama dengan Arum dan mama. Walau Arum sekarang lebih suka di kamar sendiri daripada jalan sama papa dan mama. Pada sekarang cemburu karena Arum lebih dekat sama mama daripada sama papa. Tapi nggak papa, asal jangan terlalu ribut sama mama ya. Kalian adalah 2 orang yang paling papa sayangi di dunia ini, jadi kalau kalian ribut itu menyusahkan hati papa. Arum harus lebih sabar dan tidak usah terlalu melawan kalau mama ngomel, karena begitulah mama. Walau Arum sekarang sudah mulai dewasa, tapi jangan sampai merasa papa dan mama jauh ya. Ketahuilah, papa dan mama selalu ada di dekatmu. Kalau ada masalah sekecil apapun, bicarakan dengan mama atau papa. Papa dan mama pasti mendengar. Karena kamulah satu satunya yang paling berharga yang papa mama punya. Papa mama harap kamu bisa lebih menjaga diri. Dan apapun yang kamu lakukan, harap pertimbangkan kasih sayang kami. Terima kasih Allah karena sudah diberikan anak yang membanggakan untuk kami, walau cuma 1. Mohon perlindungan hingga dia dewasa nanti.

Monday, July 8, 2013

blown up

Blown Up 28-May-2013 Bagi kami, slickliner, blown up dan putus kawat adalah merupakan mimpi buruk. Dan hari ini itu terjadi sama aku. Karena kurang awas waktu cabut DHSV, blown up dan putus kawat. Untung tool-nya nggak stuck dan kawatnya tersisa sedikit, dan untungnya lagi waktu sekali fishing, semua tool string naik termasuk DHSV-nya. Ini jadi pelajaran yang sangat berharga. Dan aku juga salut sama crew-ku yang sigap mempersiapkan fishing. Semoga tidak pernah terjadi lagi dan semoga crew-ku diberi berkah.

Arum Mulai Gede

Arum sekarang sudah mulai besar. Tahun ini dia berusia 11 tahun. Aku tau dia sudah memasuki usia aqil baligh. Susunya pun sudah mulai tumbuh. Sepupunya, si Devi, sudah mulai haid sejak umur 10 tahun. Arum sudah mulai dewasa, dia sudah tidak mau kupeluk peluk lagi, kecuali waktu aku baru pulang. Kalau tidur pun sudah tidak mau dipeluk lagi, walau kadang dia memilih tidur di lantai sama aku, tidak di tempat tidurnya. Dan minggu ini, ada lompatan besar, Arum mendadak mau tidur sendiri di kamarnya. Dia membiarkan aku tidur sama mamanya, suatu hal yang sangat drastis. Malam pertama sih aku masih terus monitor, tapi tampaknya dia tenang tenang aja tidur sendiri. Sampai akhirnya aku naik lagi ke lokasi, dia tetap tidur malam sendiri. Kalau suka-sukaan sama cowok sih aku belum ada lihat tanda-tandanya. Tapi istriku selalu monitor dengan sering mengajak Arum ngobrol. Prinsipku, dia harus mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari keluarganya, jadi dia tidak perlu mencari kasih sayang dan perhatian dari luar. Kami juga berusaha memenuhi semua kebutuhan dan kesukaannya, walau kami tetap harus menahan banyak permintaannya demi supaya dia tidak jadi anak yang manja. Satu hal yang aku masih khawatirkan, dia masih belum mau sholat sendiri. Walau kalau kami berjamaah sholat maghrib dia selalu ikut. Aku takut nanti pas saat dia mulai baligh, dia masih belum terbiasa sholat. Anakku sayang, belajarlah segera untuk menjalankan sholat 5 waktu, dan jangan pernah tinggalkan sampai kapanpun. Karena dengan sholat, kita bisa menjaga akhlak dan perilaku kita. Dan percayalah, sholat yang awalnya wajib itu akan menjadi kebutuhan buat kita.

Tuesday, March 12, 2013

hard times

Ini bulan yang berat bagi karyawan Barikin, bayangkan, sampe tanggal 29 ini kami belum menerima gaji. Bulan lalu pun kami terlambat menerima gaji, separuh tanggal 12 dan separuhnya lagi tanggal 29. Sedangkan bulan ini kami belum menerima sama sekali. Seluruh teman teman resah, bayangkan, biasanya kami terima gaji maksimum tanggal 10. Dan mungkin tidak semua karyawan yang mempunyai tabungan untuk sebulan kedepan. Kalau cuma buat makan aja mungkin masih "ada". Tapi yang berat adalah untuk menutupi cicilan cicilan. Bahkan sudah ada yang didatangi debt collector. Keresahan juga terlihat dari status fesbuk teman-teman. Walau sebelumnya ada himbauan untuk tidak mengumbar urusan dalam perusahaan, tapi kita sudah tidak tahan lagi, ini sudah kelewatan, dan teman teman sudah terlalu kesal hingga melampiaskannya ke fesbuk. Kuakui, teman teman ini sangat loyal, walau sudah telat sebulan, mereka masih saja tetap mau bekerja, walau ada 1-2 orang yang selalu memprovokasi untuk demo atau mengambil tindakan. Aku pun sebenarnya berfikir kalau demo tidak akan menyelesaikan masalah, malah akan menambah masalah. Aku pun percaya bahwa manajemen sudah berusaha maksimal untuk mengatasinya. Walau akhirnya emosiku pecah juga karena nggak ada info sama sekali setelah pemberitahuan resmi tanggal 21 kemaren. Setelah dijanjikan 1 minggu, dari kemaren tidak ada satupun info walaupun itu info yang negatif, bahwa gaji belum cair. Ini salah satu faktor yang mendorongku untuk pindah ke perusahaan lain, selain faktor faktor lain, walau sebenarnya aku masih merasa berat.

Dilema

Dilema Aku sedang dalam dilema. 2 minggu lalu aku sudah mendapat sinyal positif atas lamaranku ke Elnusa, aku bahkan sudah melakukan psikotest. Tapi sampai sekarang belum ada panggilan lagi dari Elnusa. Sementara itu, tawaran dari Oman datang minggu ini, padahal tele intervew-nya sudah lebih dari 2 minggu lalu. Tawaran yang dari Oman ini cukup menjanjikan, tapi sayangnya jadwalnya 3 bulan on dan 1 bulan off. Terus terang, jadwal ini buat aku berat banget. Aku kayaknya nggak bakal sanggup berpisah dengan Arum dan mamanya selama itu. Arum juga sudah protes tidak setuju. Wong kalau aku off cuma seminggu aja dia protes. Setelah aku cari cari info, ternyata temanku yang kerja di Oman juga schedulenya 35 - 35. Kalau schedulenya seperti itu aku juga pasti mau. Walaupun sebenarnya aku pengen mencari pengalaman baru dengan bekerja di tempat yang lain. Aku masih menunggu tawaran dari Elnusa. Mudah-mudahan tawarannya bagus. Karena bagiku, kalau yang ditawarkan kurang lebih sama dengan yang sekarang, aku lebih baik tetap di sini. Karena lebih dekat dari rumah, dan aku tidak harus berpisah terlalu lama dengan anak istriku. Uang bukan segalanya, bagiku keluarga tetaplah yang utama. Buat apa gaji besar tapi waktu untuk keluarga tidak ada.

Thursday, February 7, 2013

Study Tour Arum

Tanggal 10 sampai 13 Januari lalu, Arum pergi Study Tour dengan teman sekolahnya ke Bandung dan Jakarta. Mulanya kami mau Arum ditemani oleh mamanya, tapi Arum bersikeras untuk pergi sendiri. Akhirnya dengan berat kami ijinkan dia pergi sendiri. Sebenarnya tahun lalu Arum juga pernah pergi sendiri ke Jakarta, tapi waktu itu dia pergi dengan tantenya, jadi kami tidak terlalu khawatir. Tapi kali ini Arum pergi tanpa Mamanya atau Tantenya, jadi kami sedikit khawatir. Kami masih ragu apakah dia sudah cukup mandiri untuk mengurus dirinya sendiri. Kamis subuh kami antar Arum ke bandara, tadinya aku mau tunggu sampe pesawatnya take off, tapi lagi lagi dia minta segera ditinggal, karena malu sama teman-temannya. Waktu dia telpon sesampainya di Jakarta, separuh kekhawatiranku berkurang. Walaupun mamanya nggak berhenti mewanti-wanti mengingatkan Arum untuk makan, mandi dan barang-barang, tapi aku percaya bahwa Arum pasti bisa. Dan alhamdulillah sampai waktunya pulang Arum bisa mandiri. Dan ketika kujemput pada minggu malam, aku tidak bisa berhenti khawatir sampe akhirnya pesawatnya mendarat dengan selamat. Yang mengejutkan, Arum membelikan mamanya baju yang sangat disukai mamanya. Aku jadi terharu, walau aku tidak dibelikan apa-apa. Bagiku, Arum pulang dengan selamat dan menunjukan dia bisa mandiri sudah sangat cukup bagiku. Suatu saat nanti, cepat atau lambat, aku harus bisa melepaskan Arum untuk mencapai cita-citanya. Jika nanti saatnya tiba, papa harap kamu mampu lebih mandiri. Doa papa selalu menyertaimu.