Saturday, August 11, 2012

12 Juli 2012

12-jul-2012
Sepulangnya aku dari job di Star Energy, aku mengajak istriku untuk ke liburan lagi dan pilihannya adalah ke Singapur lagi. Dari Jakarta kami berangkat naik Sriwijaya Air jam 09:20, tiketnya 1.8 jt untuk bertiga. Sesampainya di Singapur, karena belum booking hotel, kami minta tolong supir taksi yang kebetulan ramah banget, untuk mencarikan kami hotel yang murah. Patokannya kami cuma minta yang tidak jauh dari stasiun MRT. Dan akhirnya kami dapatkan Hotel Fragrance Lavender, dengan tarif S$118 weekdays dan S$ 148 untuk weekend, jadi total untuk 5 hari tarifnya S$ 620 (4.650 ribu rupiah). Sesampainya di hotel kami tidur dulu sampai sore, karena malam tadi pesawat istriku didelay dan baru nyampe jakarta jam 1-an. Sorenya kami ke Orchad road naik MRT, setelah sebelumnya kami membeli kartu MRT senilai S$12, termasuk isi 7 dollar satu tiket.

Pelukan

Minggu lalu pelan pelan aku mencoba untuk tidak menemani Arum tidur. Mulanya aku tidur di lantai dan Arum tidur tetap tidur di kasur. Tapi akhirnya malah dia ikut tidur di lantai. Besoknya, waktu dia tidur di kasur dia malah kesulitan tidur, akhirnya aku memeluknya sampe dia akhirnya tertidur. Mudah-mudahan waktu dia nanti sudah haid, dia bisa tidur sendiri. Walau mungkin masih takut tidur sendiri, paling nggak dia nggak perlu tidur dipeluk lagi. Aku juga nggak tau, kenapa dia suka banget kupeluk kalau mau tidur atau tidur menempel denganku yang tidak pake baju. Mungkin dia sudah terbiasa dengan bau badanku. Yang berat buatku sebenarnya, adalah tidak memeluknya ketika tidur. Karena sebenarnya aku juga hobi banget memeluknya erat sambil mencium rambut dan kulitnya yang malah tidak berbau sama sekali. Jadi dalam proses penyapihan ini aku juga merasa berat. Kukuatkan hatiku, ini semua demi kebaikannya juga.

Monday, July 23, 2012

Arum dan sifatnya

Arum, anakku sayang...
Mungkin kamu sudah menyadarinya, bahwa kamu memiliki sifat yang sangat mirip dengan mamamu. Banyak sifatmu yang sangat mirip dengan mamamu, bahkan lagu dan makanan pun kalian banyak kesamaan. Belum lagi kata-kata dan ekspresi kalian, banyak sekali kesamaan. Dan papa tahu, kamu sebenarnya sangat mengidolakan mamamu. Apapun yang mamamu lakukan, kamu sepertinya ingin menirunya, bahkan papa tahu kamu mau berjilbab ke sekolah karena kamu ingin seperti mamamu. Sebenarnya ini merupakan peringatan, bahwa mamamu seharusnya lebih berhati-hati dalam bertindak, karena kamu pasti akan menirunya. Papa sebenarnya tidak keberatan, karena memang banyak sifat mamamu yang patut ditiru, yaitu keteguhan hati dan kebersihan. Tapi memang ada beberapa sifat yang menurut papa kurang baik. Tapi manusia memang tidak ada yang sempurna kan? Cuma satu sifat papa yang sepertinya menurun ke kamu, yaitu selalu ingin on time, tidak terlambat. Papa sebenarnya bangga, tapi kadang kala kamu terlalu berlebihan takut untuk terlambat, baik untuk sekolah atau untuk kursus. Tapi kamu harus pertahankan, karena waktu adalah sangat berharga, bahkan waktu tidak bisa dibeli dengan uang. Waktu juga harus dihargai terutama jika berkaitan dengan janji untuk bertemu. Biarlah orang orang sekitarmu masih tidak malu untuk tidak on time, tapi kita jangan mengikutinya, karena di luar sana, orang yang tidak menghargai waktu akan dianggap tidak profesional. Jadi menghargai waktu adalah salah satu kunci kesuksesan.

Friday, April 27, 2012

Profesional

Waktu kemaren aku ketemu sama pak Kirman, salah satu operator senior kita, dia juga mengeluhkan kelakuan salah satu CO kita yang menolak naik kerja. Menurut dia, karena arogansi 1 orang yang mengakibatkan shut down, bukan hanya sesama CO saja yang rugi karena jadi sedikit days off-nya, tapi juga mengakibatkan kurangnya hari kerja operator-operator, crew kami. Kalau hari kerja kurang, berarti pendapatan juga berkurang. Astagfirullah, aku langsung tersadar bahwa efeknya cukup besar. Ternyata selama ini aku masih egois, aku kemaren berfikir bahwa cuma aku yang rugi karena susah off dan kurang istirahat. Harusnya aku lebih bersyukur karena masih sehat dan masih dipercaya untuk masih bisa kerja dan memimpin tim kerjaku. Untuk anakku tersayang, jika kelak kau besar nanti, bersungguh-sungguhlah dalam bekerja, bersikaplah profesional, sesungguhnya sikap profesional sesuai dengan tuntunan islam. Karena mungkin ada orang-orang yang tergantung pada hasil pekerjaan kita itu, secara langsung dan tak langsung. Maafkan juga papa kalau waktu papa dirasa kurang buat Arum, insyaallah akan papa cicil buat membayarnya.

Wednesday, April 25, 2012

job

Tanpa kita sadari, secara langsung atau tidak, apa yang kita lakukan berdampak pada orang di sekitar kita, kalau kita bekerja secara profesional, orang lain akan menerima imbas positifnya. Contohnya, cuma gara-gara 1 orang yang mangkir kerja, 1 unit shut down, banyak crew yang berkurang hari kerjanya yang mengakibatkan kurangnya pendapatan yang berimbas pada seluruh anggota keluarganya. Ternyata salah kalau selama ini aku berfikir cuma aku yang rugi karena kurang waktu off-nya, harusnya aku lebih bersyukur , bukannya mengeluh, masih diberi kepercayaan dan kesehatan untuk bekerja. Alhamdulillah.

Wednesday, April 18, 2012

cita-cita..

Salah satu cita-citaku adalah menjadi wali nikah untuk anakku Arumdapta. Aku tidak mau seperti kebanyakan orang yang malah menunjuk penghulu untuk menjadi wali nikah anaknya, aku ingin aku sendirilah yang jadi wali nikahnya. Karena itu salah satu tugas utama seorang ayah, menikahkan anaknya dan membekali ilmu dan akhlak untuk anaknya untuk mencari jodoh yang baik.
Untuk itu, aku harus tetap sehat sampai saatnya nanti dan aku harus menjaga anakku sampai saatnya nanti. Setelah itu, barulah aku bisa tenang.

Batal pulang..... lagi...

Tadi aku nelpon istriku dan anakku, Arum tadi bilang kangen. Aku juga kangen sama mereka, aku sudah jarang dapat waktu off yang cukup untuk melepas kangen. Apalagi semenjak salah satu temanku sudah tidak bisa bekerja lagi ke lapangan.
Kalau saja sesuai rencana, kemaren senin aku sudah pulang, atau paling tidak rabu besok. Tapi dengan alasan yang tidak masuk akal, penggantiku itu malah menolak naik. Aku yakin alasannya cuma satu, dia nggak mau naik ke barge ini, yang kerjaannya lebih ribet dan kompleks. Dari dulu dia memang begitu, nggak mau repot apalagi capek. Aku seringkali dongkol, tapi tetap saja nggak ada tindakan dari kantor.
Aaahhhh, capek kalau ngurusin dia itu.
Sabar sayang ya, doakan papa tetap sehat, biar papa bisa tetap kerja dan tetap bisa menemani Arum dan mama.