Tidak seperti kebanyakan orang, aku tidak terlalu mudah memanggil sayang kepada seseorang. Bukannya aku menganggap kata itu sakral, hanya saja aku merasa risih memanggil sayang, kepada teman yang paling kusayang sekalipun.
Yang pertama kupanggil sayang, dengan tulus, adalah pacarku yang pertama. Orang yang memang kusayangi, sampai sekarang, karena dialah yang menjadi istriku.
Tapi tanpa akupun sadari prosesnya, pemilik panggilan sayang itu beralih ke putri kecilku. Hingga setahunya, cuma dialah yang kupanggil sayang. Bahkan dia marah jika kupanggil mamanya dengan panggilan sayang.
Yang aku tidak tahu, jika aku punya anak perempuan lagi, akankah panggilan sayang itu beralih?
Buah Pikiran dan Tulisan, Pesan untuk buah hatiku... Arumdapta dan Altaf
Tuesday, August 18, 2009
Thursday, August 6, 2009
Ulang tahunku
Dimulai dari 2 hari lalu, karena facebook, sudah ada beberapa temen yang mengucapkan selamat, tetap kuterima dengan senang hati.
Kemarin, juga ada yg mengucapkan selamat ulang tahun. Padahal, baru hari ulang tahunku.
Tadi malam Jam 00.00 lewat sedikit, ìstriku sms untuk mengucapkan selamat ultah. Dan hari ini, ketika tengah hari aku buka facebook, ada 30-an pesan di wall-ku. Capek juga mbalas satu-satu, tapi tetap dengan senang hati. Ada juga beberapa temen yg ngucapkan lewat sms.
Dan malamnya, secara tiba-tiba, crew muara sejahtera, mengeluarkan tumpeng sederhana. Hanya dilengkapi telur rebus, ayam goreng, keripik kentang dan buah-buahan. Ada lilinnya juga.
Akhirnya, lengkaplah hari ini. Terima kasih kepada semua temen yg mengucapkan, baik yang jauh maupun yang dekat.
Terima kasih Allah, atas temen-teman yang baik.
Kemarin, juga ada yg mengucapkan selamat ulang tahun. Padahal, baru hari ulang tahunku.
Tadi malam Jam 00.00 lewat sedikit, ìstriku sms untuk mengucapkan selamat ultah. Dan hari ini, ketika tengah hari aku buka facebook, ada 30-an pesan di wall-ku. Capek juga mbalas satu-satu, tapi tetap dengan senang hati. Ada juga beberapa temen yg ngucapkan lewat sms.
Dan malamnya, secara tiba-tiba, crew muara sejahtera, mengeluarkan tumpeng sederhana. Hanya dilengkapi telur rebus, ayam goreng, keripik kentang dan buah-buahan. Ada lilinnya juga.
Akhirnya, lengkaplah hari ini. Terima kasih kepada semua temen yg mengucapkan, baik yang jauh maupun yang dekat.
Terima kasih Allah, atas temen-teman yang baik.
Sunday, August 2, 2009
Little Princess
Princess kecilku, jika suatu saat kau bertemu seorang pangeran yang tampan, tahanlah hatimu. Jangan sampai keindahan fisiknya menyilaukanmu. Cukuplah engkau kagumi ciptaan-Nya dulu. Setelah kau tau akhlaknya, baru kau boleh mulai membuka hatimu.
Saturday, August 1, 2009
Cewek Aceh
Perlahan, kilasan kenangan itu kembali.
Tentang seorang wanita di masa kuliahku dulu.
Aku kenal dia di tempat kursus komputer kampusnya. Dari Aceh, Cukup manis dan berjilbab. Suatu saat, pernah dia ngajak ketemuan, mau berdiskusi katanya. Anehnya, dia ngajak bertemu di mesjid dekat kostku. Kenapa nggak di KFC aja?, pikirku waktu itu.
Ternyata dia tidak sendiri, ada 1 orang temen ceweknya juga, jilbaban juga. Dan ternyata dia memang mengajak diskusi tentang agama.
Kenapa aku? Aku juga nggak tau. Apa karena aku berstatus mahasiswa universitas islam indonesia?
Yang membuat aku terkesan bukan karena aku bisa meladeni diskusi itu. Tapi karena ada cewek seperti itu, yang mau berbagi wawasan, tanpa menggurui, tanpa mendoktrin, dan tanpa menuding.
Sayangnya, namanya masih samar di ingatanku. Seperti amnesia menyerangku.
Tentang seorang wanita di masa kuliahku dulu.
Aku kenal dia di tempat kursus komputer kampusnya. Dari Aceh, Cukup manis dan berjilbab. Suatu saat, pernah dia ngajak ketemuan, mau berdiskusi katanya. Anehnya, dia ngajak bertemu di mesjid dekat kostku. Kenapa nggak di KFC aja?, pikirku waktu itu.
Ternyata dia tidak sendiri, ada 1 orang temen ceweknya juga, jilbaban juga. Dan ternyata dia memang mengajak diskusi tentang agama.
Kenapa aku? Aku juga nggak tau. Apa karena aku berstatus mahasiswa universitas islam indonesia?
Yang membuat aku terkesan bukan karena aku bisa meladeni diskusi itu. Tapi karena ada cewek seperti itu, yang mau berbagi wawasan, tanpa menggurui, tanpa mendoktrin, dan tanpa menuding.
Sayangnya, namanya masih samar di ingatanku. Seperti amnesia menyerangku.
Thursday, July 30, 2009
Keputusan Besar
Aku baru saja mengambil keputusan besar. Aku dan istriku memutuskan membeli rumah baru.
Ini keputusan yang besar, melihat harga rumah itu sendiri. Mikirin bayar DP-nya aja bikin deg-degan. Mudah-mudahan perhitungan kita nggak meleset.
Belum lagi kami melakukan perubahan yang pembayarannya di luar DP itu tadi.
Tapi itu memang resiko yang harus kita ambil untuk sesuatu yang besar. Itulah yang akan menjadi tabungan untuk biaya sekolah anakku.
Lebih baik aku merasa kepepet dan kekurangan sekarang, daripada aku pontang-panting di usia tuaku nanti.
Tidak ingin aku jadikan hal ini kesombongan. Semoga Allah melindungi aku dari sifat sombong. Karena tak sedikitpun kita berhak sombong di hadapan-Nya.
Ini keputusan yang besar, melihat harga rumah itu sendiri. Mikirin bayar DP-nya aja bikin deg-degan. Mudah-mudahan perhitungan kita nggak meleset.
Belum lagi kami melakukan perubahan yang pembayarannya di luar DP itu tadi.
Tapi itu memang resiko yang harus kita ambil untuk sesuatu yang besar. Itulah yang akan menjadi tabungan untuk biaya sekolah anakku.
Lebih baik aku merasa kepepet dan kekurangan sekarang, daripada aku pontang-panting di usia tuaku nanti.
Tidak ingin aku jadikan hal ini kesombongan. Semoga Allah melindungi aku dari sifat sombong. Karena tak sedikitpun kita berhak sombong di hadapan-Nya.
Sunday, July 19, 2009
Kau
Kamu lah penuntunku, walau ku jalan menuntunmu. Di jalan sulit hidupku.
Kamu lah pelindungku, walau kau berlindung di bahuku. Dari semua godaan dunia ini.
Kamu lah penghangatku, walau kau yang kedinginan minta kupeluk. Di dingin malam-malamku.
Kamu lah senyumku, walau aku yang melucu untukmu. Di masa masa suram hariku.
Kamu mata air kebahagiaanku. Air terjun semangatku. Sungai semangatku dan lautan ibadahku.
Kamu lah pelindungku, walau kau berlindung di bahuku. Dari semua godaan dunia ini.
Kamu lah penghangatku, walau kau yang kedinginan minta kupeluk. Di dingin malam-malamku.
Kamu lah senyumku, walau aku yang melucu untukmu. Di masa masa suram hariku.
Kamu mata air kebahagiaanku. Air terjun semangatku. Sungai semangatku dan lautan ibadahku.
Subscribe to:
Posts (Atom)
