Sunday, July 12, 2026

Liburan Juni

Alhamdulillah sekitar akhir Juni kemarin kami sekeluarga liburan lagi. Padahal setelah lebaran kemarin kami juga sudah liburan.
Kali ini kami bawa mobil pake kapal dan turun di Surabaya. Dari Surabaya kami ke Jakarta untuk menjemput kakak Arum. Dari Jakarta kami ke Puncak, dan balik lagi ke Jakarta semalam. Sekalian nganter kakak Arum ke Jakarta. 
Dari Jakarta kami ke Solo di nginep di Solo selama 2 malam. Dari Solo kami ke Malang, ke rumah tante Santi. Kebetulan tante Santi juga lagi liburan di Malang. Di Malang kami sempat nginep di taman Safari, jalan jalan ke Surabaya dan Batu.
Alhamdulillah liburan kali ini sangat berkesan walaupun hampir semuanya di luar rencana rencana awal.
Padahal rencana awal, setelah ke Jakarta kami mau ke Garut trus ke Tawangmangu. Tapi kami merubah rencana jadi ke Puncak, hanya supaya kami bisa bersama kakak Arum lebih lama. Karena kakak Arum nggak mau ikut ke Malang. Papa bahagia kalau liat kakak bersama kami dan adeknya lebih lama. Papa tau kalau kamu senang banget kalau ketemu adekmu, walaupun sekarang adekmu sudah besar dan sudah bersikap sok cool. Tapi tetap saja kakaknya masih suka peluk peluk adeknya.
Semoga kita bisa liburan bareng lagi ya.
Uploaded Image

Thursday, June 4, 2026

Altaf

Altaf sudah tambah besar sekarang, Agustus ini sudah 12 tahun. Badannya sudah hampir setinggi mamanya. Sepatu nya pun sudah hampir sama dengan papa ukurannya. Tapi sekarang juga nggak se-sweet dulu, sudah memasuki masa remaja, kadang kadang suka melawan sama mamanya.
Bulan lalu, mama ada marah sama Altaf, dan Altaf pun marah juga sambil sedikit teriak sama Mamanya lalu naik ke kamar sambil menangis. Karena Papa selalu nggak suka kalau anak Papa melawan Mama, papa naik ke kamar atas mau menasehati Altaf.
Waktu Papa masuk kamar, Altaf masih nangis sambil siap siap menjawab semua apa yang mau papa katakan.
Papa waktu itu bilang, "diam dulu nangisnya, jangan jawab dulu. Kalau Altaf masih belum tenang dan nangis, sulit buat papa nasehatin Altaf".
Lalu Altaf pelan pelan menghentikan nangisnya. Papa tungguin sampe Altaf bener bener tenang. Papa diam aja, sambil liat hape. Sesekali papa liat Altaf, cuma untuk memastikan bahwa Papa masih nunggu Altaf tenang dan berhenti nangis.
Altaf tampak sedikit heran, mungkin nggak nyangka respon papa seperti itu. Emang sebelumnya papa nggak pernah begini.
Setelah tangis Altaf berhenti dan tenang, baru papa mulai bicara. Papa rasa saat itu adalah momen terbaik papa dan Altaf. Papa bisa nasehatin Altaf dengan baik, sama seperti papa menjelaskan bahwa satu soal matematika bisa diselesaikan dengan lebih dari 1 cara tapi hasilnya sama. Alhamdulilah Altaf lebih bisa menerima dan di akhir papa minta dipeluk. 
Mudah2an Altaf bisa mengingat momen ini, Mudah2an papa bisa mengulangi cara ini. Mudah2an Altaf selalu tahu bahwa Papa dan Mama sangat sayang sama Altaf dan Kakak Arum sampai kapanpun.

Saturday, March 21, 2026

Akil Baligh

Maret 2026

Alhamdulillah sekitar 2 bulan lalu Altaf memasuki fase akil baligh. Altaf sekarang sudah tambah tinggi, suara Altaf pun mulai menjadi besar.
Altaf anak papa yang paling ganteng. Sudah masanya Altaf bertanggung jawab atas semua dosa yang Altaf lakukan. Papa dan Mama berharap, Altaf sudah tau apa saja perbuatan perbuatan yang masuk kategori dosa dan amal ibadah sesuai agama Islam. Papa dan Mama tidak akan berhenti menjaga, menuntun Altaf.
Semoga Altaf dan Arum menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Kalianlah harapan papa mama agar bisa menolong papa mama masuk surga.
Tetap tambah sayang sama Mama dan kakak Arum selamanya.


Friday, December 26, 2025

Matematika

Sekarang papa rutin ngajarin Altaf pelajaran matematika kalau pas papa off. Karena sebelum sebelumnya, pas waktunya Altaf ulangan, dan papa tidak di rumah, mama kesulitan mengajarinya. Jadi selama papa off, papa akan mengajari matematika sampe bab untuk ulangan berikutnya. Hampir setiap hari papa ngajarin matematika. 
Alhamdulillah, Altaf cukup pintar. Kadang kadang, Altaf bisa menghitung lebih cepat, walau papa inginnya Altaf mengerjakan soal dengan metode dan berurutan. Dan Alhamdulillah, kemarin sebelum berangkat kerja, Altaf sudah menyelesaikan sampai bab terakhir.
Terakhir, papa ngajarin tentang luas lingkaran secara sekilas, karena nggak tau pasti apakah bab itu masuk ulangan atau tidak. Papa ngajarin tentang Phi, dan Altaf cukup takjub bahwa aslinya nilai phi yang dibelakang koma sangat panjang. Bahkan papa tunjukan di youtube, ada yang bisa hapal angka phi sampai 100 angka di belakang koma.
Papa senang Altaf tampaknya antusias belajar matematika. Papa selalu tekankan, matematika itu penting dalam hidup dan sekolah. Papa tidak mau matematika menjadi momok yang menakutkan dalam pelajaran sekolah Altaf.
Semoga Altaf menjadi anak yang pintar dan sholeh terus.

Wednesday, June 18, 2025

Haji 2025

Alhamdulillah, tahun ini aku dan istri berangkat haji. Ini adalah salah satu cita cita terbesar kami. Bagi kami, ini adalah salah satu puncak perjuangan ibadah dan usaha kami, karena banyak sekali pengorbanan harta, jiwa dan emosi dalam perjalanan ini.
Bagiku, tujuan utama, selain perjalanan ibadah wajib ini bagi kami, adalah untuk memanjatkan doa di tempat dan waktu yang paling makbul menurut banyak ulama.
Satu doa yang kupanjatkan, yang kami minta pada Allah adalah dikukuhkannya kami sekeluarga dalam islam dan iman, dan dilimpahkannya hidayah dan syafaat untuk anak kami Arumdapta. 
Hanya doa ini yang membuatku berderai derai air mata. Hanya permintaan ini yang hanya Allah mampu mengabulkan. Tidak satupun manusia bisa memberikannya, bahkan nabi pun tidak akan mampu. Malahan, sebenarnya, hanya Allah lah yang mampu mengabulkan dan mengijabah segala doa manusia.
Aku tidak habis habisnya berderai derai airmata saat lempar jumrah terakhir, karena aku baru sadar, ini adalah kesempatan terakhir untuk memanjatkan doa yang akan dikabulkan Allah. Aku tidak akan pernah tau, kapan lagi aku akan bisa kembali ke tempat dan momen ini. Tempat dan momen dimana doa doa dikabulkan. Aku tidak akan tahu, apakah aku sudah layak untuk dikabulkan doa doanya. Aku masih takut, kami dipisahkan di akhirat nanti, tidak bersama sama di surgaMu. 
Waktu itu juga aku baru sadar, dengan segala kesulitan dan rintangan saat haji, bahwa aku rela menempuh perjalanan yang lebih berat hanya agar doa doa kami dikabulkan agar anak anak kami dilindungi dari api neraka. 
Tidak pernah lepas kami berdoa untuk anak anak kami, Altaf Malik Amma dan terutama Arumdapta Shabira Amma. Agar selalu dijauhkan dari api neraka dan dikumpulkan di surga Nya. Amin.
Di akhir perjalanan haji ini, kami berdoa, semoga kami diberi kesempatan untuk bisa kembali ke rumah Allah. Kami hanya berharap pada Allah, serta janji janji Nya bahwa doa kami, sebagai orang tua, untuk anak anak kami akan pasti dikabulkan Nya.


Monday, May 12, 2025

Ulang Tahun Mama

"Selamat ulang tahun dan selamat hari ibu ya mama. Arum sayang mama"
Itu pesan yang Arum kirim ke mama ketika mama ulang tahun hari ini.
Papa belum tau reaksi mama, tapi papa yang melihatnya menjadi terharu. Bagi papa, pesan ini sangat berarti. Papa berharap Arum sudah bisa mulai berdamai dengan mama. Bagaimanapun juga, mama adalah mama Arum. Papa ingat banget bagaimana Arum sangat tergila gila sama nenen mama.
Insyaallah, papa mama selalu berdoa, kita semua, papa  mama Arum dan Altaf dikumpulkan di surganya Allah.


Tuesday, April 15, 2025

Liburan April 2025

Awal April kemarin, kami berempat, Papa, Mama, Arum & Altaf, liburan bersama selama hampir 10 hari.
Sudah sejak lama sekali kami berempat, hanya kami berempat liburan bersama sama. Sebelumnya pernah liburan bersama, tapi juga bersama sama keluarga tante Santi dan Bu Nila.
Hari lebaran ke 2 kami dari Balikpapan ke Jogja, dan Arum dari Jakarta juga ke Jogja. Di Jogja 2 hari, lalu kami ke Malang, Jember, Surabaya dan balik kembali ke Jogja.
Sebenarnya, tidak banyak tempat wisata yang kami datangi, selain karena sudah banyak tempat yang pernah kami datangi, juga karena liburan kali ini kami ingin jalan jalan agak jauh pake mobil yang kami sewa dari Jogja. Dan juga misi ke Jember adalah menemui keluarga kami dari mbah Imam yang sudah lebih dari 20 tahun tidak ketemu. Alhamdulillah di Jember banyak sodara dan sepupu yang kami temui. Semoga bisa menyambung kembali tali silaturahmi.
Yang paling membahagiakan liburan ini adalah, Arum juga terlihat sangat bahagia walau nggak banyak tempat dikunjungi. Arum seperti sangat menikmati dekat dengan adeknya selama 24 jam selama 9 hari. Dia juga terlihat senang karena banyak dibelikan barang barang oleh papa mama nya. Dan Alhamdulillah,  mama juga lebih terlihat lunak dengan Arum. Bahkan kami sempat melakukan sesi foto keluarga di Studio foto di Jogja. Dan Arum sangat menikmati momen ini. Malah Altaf yang agak susah untuk diarahkan bergaya.
Semoga Arum bisa melihat bahwa papa mamanya masih sayang banget sama dia. Bahkan mama menawarkan untuk jalan jalan bareng lagi ke Korea untuk kesempatan berikutnya. 


Saturday, February 8, 2025

Sebelum tidur

Malam terakhir sebelum Papa berangkat kerja, sebelum tertidur, Papa berbicara setengah berbisik sama Altaf. "Maaf Papa kalau kali ini papa off nya sebentar aja ya..."
Altaf cuma mengeluh, "iya, kenapa sebentar aja".
Altaf mengeluh karena masih belum puas main game di hape papa. Tapi Altaf nggak pernah bilang, kalau dia lebih suka kalau ada Papa di rumah. Papa juga tidak pernah tau pasti, seberapa senang dia ada papa di rumah, dibanding kalau tidak ada papa. Altaf sangat anti menunjukan rasa sayang nya ke papa. Mungkin karena factor sama sama laki laki.
Tapi kalau sama mamanya, dia keliatan sayang banget. Dan Altaf juga merupakan kesayangan dan hiburan untuk mamanya, dengan celoteh celotehnya yang spontan dan lucu.
Papa sangat menikmati waktu off dengan Altaf. Papa sangat menanti nanti saat saat pergi ke mesjid bersama Altaf dan saat menemani Altaf berlatih futsal. 
Papa harap, papa bisa menjadi orangtua yang ditunggu tunggu kehadirannya oleh anak anaknya. Dan bahwa anak anak papa bisa bahagia dengan kehadiran papa.
Semoga papa dan mama dikumpulkan dengan Altaf dan Arum di surga Allah kelak.
Amin ya robbal alamin.

Saturday, January 25, 2025

Market Day

Di sekolah nya Altaf, sering sekali diadakan market day. Acara dimana murid murid berjualan dan murid, guru dan kadang orang tua lain membeli.
Di market day terakhir, Altaf jualan Cookies dan Coklat Kurma yang papa bawa dari Qatar.
Altaf semangat sekali berjualan. Katanya emang dia bercita Cita nanti kalau sudah besar mau berjualan. Waktu market day dibuka, Altaf semangat sekali menawarkan barang barang dagangannya. Sampai habis waktu berjualan dan waktunya acara penampilan dari anak anak kelas lain, masih banyak cookies dan coklat kurma yang tersisa. Tapi Altaf tidak parah semangat, dia membawa jualannya ke tempat penonton dan menawarkan ke guru guru dengan harga diskon. Alhamdulillah, banyak yang terjual. 
Papa kagum sama semangatmu, kamu bahkan tidak malu.
Tetaplah jadi anak yang selalu bersemangat dan pantang menyerah, semoga Allah selalu memberkahi kehidupanmu nanti dan selamanya.

Thursday, September 19, 2024

12 September

Hari ini Papa ketemu Arum lagi di bandara. Kalau biasanya ketemu Arum waktu papa pulang dari Qatar, tapi kali ini ketemu Arum waktu Papa mau berangkat ke Qatar.
Seperti biasa, Arum beli makan, dan Papa cuma minum aja.
Seperti biasa juga, nggak terlalu banyak yang diomongin.
Sempat Papa perhatikan alismu yang tipis,  Papa Tanya apa alismu itu dilukis juga, dan kamu bilang tidak. Dan Papa tanya juga apa Arum pake bulu mata palsu, dan Arum juga bilang tidak. Ada sedikit kebanggan dalam hati Papa, karena itu salah satu kelebihan yang bisa Papa wariskan ke Arum. Arum tetap anak papa yang paling cantik.
Papa Sempat ambil fotomu untuk mamamu. Karena mama sudah lama tidak ketemu Arum.
Banyak foto Arum yang Papa simpan. Tapi yang jadi wallpaper hape Papa tetap foto Arum dan Altaf waktu Arum Pake jilbab dan masker sama adekmu di mobil. 
Papa terus berdoa semoga Arum pake jilbab lagi, Seperti dulu.

Thursday, September 12, 2024

Coklat

Sekitar akhir Juli kemarin, Arum tiba tiba nelpon, lewat tengah malam waktu Qatar. Arum nangis sambil ngomong. Dia bilang, skripsinya tidak akan bisa selesai tepat waktu untuk bisa wisuda bulan Agustus ini. 
Karena materinya agak susah, kalaupun bisa selesai, tapi tidak akan bisa dijamin kualitas nya bagus. Kalau nggak bisa wisuda Agustus ini, Harus wisuda semester depan, jadi harus bayar kuliah satu semester lagi.
Sepertinya Arum enggan membebani Papa Mama satu semester lagi.
Tapi bagi papa mama sebenarnya nggak papa. Papa juga tau kendala kendala dalam membuat skripsi.
Papa waktu itu cuma bisa bilang "nggak papa". "Selesaikan aja baik baik, ambil waktu untuk riset lebih banyak".
Sementara Arum masih nangis sesegukan, papa bilang lagi "sudah, nggak usah nangis, nggak papa. Nanti papa belikan coklat dari sini". Seperti papa mbujuk Arum waktu kecil dengan menjanjikan coklat.
Arum nggak usah terlalu khawatir, insyaallah papa masih bisa membayar uang kuliahmu. Selesaikan aja tugas Arum untuk kuliah dengan baik. Setelah itu, Arum usahakan cari beasiswa untuk lanjut kuliah ya.

Thursday, April 25, 2024

Altaf

Waktu kakak Arum pulang lebaran ke Balikpapan, kakak senangnya bercengkrama sama adeknya di kamar adeknya sambil nonton tivi, atau sekedar main hape. Papa tau, kakak sayang betul sama adeknya. Tapi sekarang, Altaf sudah lebih besar, dia sebenarnya lebih suka sendiri di kamar nya. Bahkan sekarang Altaf jarang mau ikut sama papa dan mama kemana mana, bahkan ke mall pun Altaf malas. Seperti kakaknya, dia betah banget di kamar nya. 
Makanya, beberapa kali, Altaf tidak mau ditemani kakaknya di kamar. Walau sebenarnya papa tau, Altaf juga senang ada kakaknya. Tapi pernah Altaf tidak mau menemani kakaknya di kamar yang membuat kakaknya marah. 
Pernah juga karena keusilan kakaknya, Altaf marah. Altaf melapor ke Papa, tapi papa tidak memarahi kakak, papa cuma bilang Altaf supaya sabar. 
Altaf nangis nangis, mengunci kamar dan bilang, kenapa Altaf nggak dibela, kenapa kakak nggak dimarahin. Papa coba bujuk Altaf, tapi Altaf nggak mau, tetap dalam kamar dan nangis, sambil terus ngomong "Altaf nggak pernah dibela, kakak terus yang dibela.. ". Papa minta Altaf bukain pintu, Altaf nggak mau. Sampai mama bilang, " Biarin aja dulu Pa.. ".
Hati papa sedih sekali sebenarnya, Papa merasa nggak berdaya. Papa sulit menjelaskan sama Altaf saat itu. Papa merasa serba salah. Papa berusaha keras menjaga mood nya kakakmu. Papa harap Altaf mengerti. 
Untungnya nggak lama, Altaf sudah mau turun dipanggil mama lagi. Altaf, alhamdulillah, memang jarang sekali marah atau sedih terlalu lama. 
Malamnya, sebelum tidur, papa minta maaf sama Altaf. Papa bilang sama Altaf. "Altaf harus sabar, karena Altaf laki laki, Altaf harus lebih mengalah sama kakak. Kakak itu sebenarnya pengen bermain dan bercanda sama Altaf. Kakak itu sebenarnya sayang sama Altaf, cuma Altaf yang bisa dipeluk peluk sama kakak. Papa minta maaf ya. Nanti Altaf papa belikan Roblox atau Lego ya". Malam itu Altaf cuma mengiyakan. Altaf dan Arum sama sama anak papa, yang paling papa sayangi di dunia ini. 

Friday, April 19, 2024

23 Februari 2024

23 Februari

Waktu papa baru pulang dari kerja, ada waktu sekitar 6 jam-an transit di Jakarta. Papa kepikiran gimana kalau ngajak Arum ketemu di bandara. Karena kalau papa yang musti ke kota, agak ribet dan takut kena macet. Lalu papa tawarkan ke Arum untuk ketemu papa di bandara, walau cuma sebentar, dan ternyata kamu mau. Memang, terakhir kali papa ketemu kamu adalah lebaran tahun lalu, lalu kamu ke Korea. Jadi sudah cukup lama papa nggak ketemu kamu. 
Setelah menunggu hampir 1 jam, akhirnya Arum datang. Pas ketemu, papa buka lengan papa, menawarkan memelukmu, dan kamu mau papa peluk. Papa tidak melewatkan kesempatan ini, papa cium pipimu berulang ulang. Lama sekali rasanya sejak terakhir papa menciummu. 
Lalu papa kasih kamu coklat, trus papa ajak makan ke Solaria. Lalu papa temanin kamu menuju terminal bandara. Supaya kamu tau caranya naik kereta bandara ke kota. Sebelum papa kembali ke bandara, dan Arum sudah siap di ruang tunggu kereta bandara, papa peluk lagi Arum dan papa cium lagi pipimu berkali-kali. 
Uang yang papa berikan untuk ongkos taksimu bolak balik bandara rasanya tidak sebanding dengan kebahagian papa bisa ketemu dan mencium pipimu . 

Wednesday, February 7, 2024

Korea

Korea

Akhir bulan ini, akhirnya Arum pulang dari Korea. 
Papa dan mama merasa, selama Arum di Korea, banyak pengeluaran Papa dan mama. Mungkin papa mama kurang tau, seberapa banyak tepatnya biaya yang Arum butuhkan selama di sana. Jadi bagi papa dan mama, itu cukup besar di luar perkiraan papa. Sebenarnya papa mama berusaha ikhlas dengan semua pengeluaran itu. Bahkan mama sebenarnya cukup bangga Arum bisa belajar di luar negeri, walau cuma sebentar. 
Papa cuma mau bilang, semua yang papa keluarkan buat Arum semua karena papa mama sayang sama Arum. Tapi papa tidak minta terima kasih dari Arum, papa cuma berharap Arum bisa bersyukur sama Allah. Karena ternyata, dengan rencana Nya, semua bisa terjadi. Karena dengan kasih sayang Allah, semua bisa terjadi. Coba Arum bandingkan dengan anak anak yang lain. Banyak yang jauh kurang beruntung dari Arum. Nggak usah jauh jauh, bandingkan aja dengan sepupu sepupu Arum terdekat. Mungkin Arum yang paling beruntung. 
Itu semua karena papa mama sayang Arum, dan karena Allah juga sayang sama Arum. 
Papa juga sempat bilang, "habis lulus ini, selesai tanggung jawab papa ya.. ".
Papa harap Arum  bisa memahaminya.
Tapi kalau Arum lapar, bilang papa. Kalau pun papa tidak bisa memberi uang, Arum bisa pulang kapan saja, InsyaAllah papa berusaha agar anak papa tidak kelaparan. 
Ingatlah anak papa tersayang, nggak ada yang lebih sayang sama Arum melebihi sayang papa dan sayangnya Allah. 

Friday, September 8, 2023

TK

Dulu, waktu Arum mulai sekolah TK Arum harus masuk pagi. Karena tidak terbiasa bangun pagi, papa berusaha membangunkanmu dengan selembut mungkin. Pas sudah waktunya bangun, papa gendong kamu, bawa keluar rumah. Di luar rumah, papa bangunkan kamu dengan perlahan. Kadang sambil menunjukkan ada kucing atau hal hal lain yang bisa menarik perhatian mu. Papa tidak ingin membangunkanmu secara tiba tiba. Alhamdulillah hingga akhirnya kamu bisa bangun tanpa perlu digendong lagi. Saat kamu sudah tambah besar pun papa tidak pernah membangunkanmu secara langsung. Kadang papa mengambil kesempatan untuk menciummu sebelum kamu bangun. Papa elus elus dulu alismu yang indah. Lalu mengelus pipimu secara perlahan supaya kamu bangun. 
Begitu pun sekarang, agar Arum bisa sadar, papa akan secara perlahan menyadarkan Arum dari kesalahanmu. Papa harap, secara perlahan Arum akan sadar. Yang pasti, papa dan mama terus berdoa sama Allah, karena hanya Allah lah pemilik hidayah.
Papa harap Arum tau, betapa sayangnya papa sama Arum dan Altaf dan mama. Papa berharap kita akan berkumpul di surga bersama. 

Friday, September 1, 2023

Korean Study

Akhir Agustus ini Arum berangkat ke Korea Selatan untuk studi bahasa Korea selama kurang lebih 1 semester. Arum memang sudah lama meminta untuk diijinkan berangkat ke Korea untuk study karena memang ada program dari kampusnya. 
Sebelum papa menyetujuinya, Papa sempat nego sama Arum, kalau papa kasih, mau nggak Arum kembali ke akhlak Islami? Tapi Arum bilang tidak mau. Oke, papa kasih ijin Arum ke Korea, tapi bukan berarti papa sudah ikhlas Arum menyimpang akhlaknya. Papa mau kasih tau, bahwa papa masih berharap Arum akan kembali dapat hidayah.
Ada sedikit rasa berat di hati papa dan mama sebenarnya. Selain karena jumlahnya yang besar, juga karena mama dan papa sangat berharap akan lurusnya akhlak mu. 
Mamamu memang punya cita cita agar Arum bisa berkeliling dunia, mencari ilmu dan melihat kebesaran Allah. Sebenarnya ini juga cita cita mama yang ingin bisa berkeliling dunia. Tapi mama merelakan hartanya untuk cita cita Arum, walau Arum masih tidak mau kembali ke akhlak yang mama papa ajarkan. 
Walaupun mama kecewa, tapi mama tetap mentransfer duit buat biaya ke Korea. Mama juga selalu menyuruh papa untuk selalu mengecek ngecek "anak wedok" nya yang cantik jelita itu. 
Papa Mama masih mau memberikan Arum yang sebaik-baiknya, karena berharap Arum sadar, papa sama mama masih sayang banget sama Arum. Papa mama masih berharap Arum mau tobat. Papa mama nggak akan berhenti berdoa untuk limpahan taufiq dan hidayah untuk Arum. 
Papa tidak akan meninggalkan Arum, dan papa berdoa dan yakin bahwa Allah masih akan membimbing Arum. 
Gunakanlah akal sehatmu anak papa sayang, mana akidah yang benar. Mana akidah yang masuk akal. Mana akidah yang tidak masuk akal. 
Papa senang kamu masih rutin mengabarin papa, walau cuma hal hal kecil saja. Kamu harus tau, Papa selalu menunggu kabar dari kamu. Walau cuma kabar kamu sedang minum kopi di Indomaret. 
Maafkan papa kalau terlalu keras sama Arum. Maafkan mama kalau terlalu kaku. Maafkan juga papa kalau terlalu lembek sama kamu. Harusnya papa bisa lebih tegas mengajarkan agama padamu. Papa juga minta maaf sama Allah. Semoga dosa dosa papa diampuni, dan anak anak papa jadi anak yang sholeh dan sholehah. 

Saturday, May 20, 2023

Ulang Tahun

21 Mei 2023
Selamat ulang tahun anak papa tersayang, Arumdapta Shabira Amma. 
Papa ingat sekali momen momen kamu lahir 21 tahun lalu. Papa ingat pergi ke dokter karena tanggal perkiraan lahirmu sudah lewat. Oleh dokter langsung disarankan untuk di induce hari itu juga. 
Oleh dokter, malam itu juga dirangsang agar kontraksi. Besoknya, proses induksi nampaknya berhasil, bukaan rahim mulai berjalan. 
Papa ingat betul mamamu beberapa kali pingsan karena kesakitan. Dan setelah beberapa saat, papa ingat betul suara dokter menggunting jalan lahirmu. Suara gunting yang memotong daging. Dan akhirnya kamu lahir. Dan pertama kali papa melihatmu. Papa bukan sayang sama kamu semenjak pertama melihat mu. Tapi papa sudah sayang sama kamu semenjak kamu tumbuh didalam perut mamamu. 
Mamamu tanya sama papa, apakah kamu lahir sehat dan lengkap. Papa bilang, alhamdulillah, anak kita sehat, lengkap dan cantik. 
Papa ingat setelah itu papa pertama menggendong mu di ruang bayi, mencium ciummu dan melafazkan Adzan dan Iqomah di kedua telingamu. Mungkin kamu nggak pernah tau, berapa lama papa belajar adzan agar papa bisa melafalkan adzan sendiri saat kamu lahir. 
Hampir setiap momen bersamamu selalu papa ingat. 
Papa tetap selalu berdoa yang terbaik untuk Arum. Papa berdoa semoga Arum tetap dalam keislaman, dijauhkan dari kemusyrikan. Semoga selalu dibukakan akal dan hati agar dijauhkan dari kemusyrikan dan kelalaian akal. 
Papa berjanji selalu mendoakan agar diberi taufik dan hidayah sampai akhir hidup papa. 
Di umur 21 tahun ini, Arum harus bersiap siap, karena sebentar lagi akan memasuki masa dewasa dan mandiri. Sebentar lagi papa dan mama tidak bisa lagi sepenuhnya menyokong kehidupanmu. Kamu harus bisa mandiri, bekerja atau menikah, terlepas dari papa dan mama. 
Tapi sampai kapanpun, Arum tetap anak papa dan mama. Jangan takut bicara sama papa kalau Arum ada masalah atau kesulitan. Tapi papa dan mama tidak bisa lagi sepenuhnya menyokong mu. 
Jadilah orang yang kuat, lebih sabar dan lebih bersyukur. Berdamailah dengan mamamu dan tetaplah sayang dengan adekmu. Dia papa dan mama selalu menaungi mu. 
Ya Allah, berikanlah selalu kami sekeluarga taufik dan hidayahMu. Karena hanya Allah yang Maha Kuasa, tiada Tuhan selain Allah. 

Monday, March 6, 2023

Akhir Desember 2022

Waktu itu papa, mama, Altaf dan bu Nila pergi liburan ke Jawa. Kali ini kita membawa mobil, naik kapal ke Surabaya dan lanjut jalan jalan di seputaran Jawa Timur dan Jawa Tengah. 
Sesuai dengan rencana, tanggal 21, setelah menjemput Adis di Malang, kita ke Jogja. Dan Arum, yang kebetulan juga sedang libur kuliah, menyusul ketemuan di Jogja. 
Dari Jakarta akhirnya diputuskan pake pesawat. Dari bandara Jogja, sudah papa pesankan juga kereta bandara ke kota Jogja, karena jarak dari bandara ke kota lumayan jauh. Dan memakai kereta bandara adalah pilihan terbaik. 
Sesampainya di kota Jogja, kereta bandaranya dijadwalkan sekitar jam 11:40. Awalnya direncanakan, kalau papa belum sampai Jogja, Arum ke mall dulu atau langsung ke guest house yang sudah kami pesan. 
Alhamdulillah, ternyata dari Malang kami bisa sampai Jogja sekitar jam 12 siang. Papa berusaha bisa sampai lebih cepat, selain karena agar bisa cepat ketemu Arum, juga supaya Arum tidak perlu repot repot nunggu di mall. 
Alhamdulillah, kami sampai Stasiun Jogja jam 12 lewat sedikit saja. Dan Arum janjian tunggu di area penjemputan di stasiun. Arum juga WA, kalau dia pake jaket pink dan kacamata hitam. Seolah olah papa tidak akan mengenalinya kalau dia pake jaket pink. Padahal, papa yakin bisa mengenali Arum, dengan pakaian apapun yang pakai. 
Alhamdulillah, kami sempat ngumpul sekitar 3 hari di Jogja. Tapi nggak banyak yang papa dan mama bisa bicarakan ke Arum. Papa dan mama juga bingung harus mulai dari mana. Papa hanya puas bisa melihat Arum tertidur lagi. Bisa membangunkan Arum untuk sarapan, bisa jalan jalan ke mall bareng, bisa melihat Arum saling menggoda dan memeluk Altaf, dan bisa membelikan Arum barang barang yang Arum minta. 
Waktu akhirnya Arum kembali ke Jakarta dengan kereta api. Papa, Mama, Altaf dan Adis mengantar ke stasiun. Papa turunkan Arum di area keberangkatan. Arum sempat mencium Adeknya, salim sama papa dan mama, tapi menolak untuk memeluk papa, seperti biasanya. Papa tunggu kamu masuk stasiun, memastikan kamu aman sampai masuk stasiun. Seolah olah papa takut ada yang menghalangi kamu masuk ke pintu stasiun. Padahal papa pengen memeluk Arum, mama juga pengen memeluk Arum. Tapi papa cukup puas melihat Arum memeluk adeknya. 
Tidak ada yang banyak papa bicarakan, begitu juga mama. Semua hampir seperti biasanya. Papa yakin kamu tau apa yang papa dan mama rasakan. Dan papa juga cuma bisa menebak nebak apa yang kamu rasakan, apa yang perlu kamu bicarakan, dan apa yang tidak perlu kamu bicarakan. 
Ketahuilah Arum anak papa yang tersayang. Papa nggak bisa banyak ngomong, tapi namamu tidak akan pernah lepas dari setiap doa doa yang papa dan mama panjatkan kepada Allah. Bahkan setiap adekmu berdoa, papa dan mama selalu ajarkan supaya ikut mendoakanmu. Semoga anak anak papa selalu diberikan yang terbaik. Semoga taufik dan hidayah Allah selalu diberikan kepada kalian berdua. 

Wednesday, November 23, 2022

Awal November 2022

Awal November 2022
Pagi itu, sehari setelah Arum bilang tentang keputusannya, setelah mengantar Altaf sekolah, papa dan mama sarapan di bubur mang Ujang. Awalnya papa dan mama cuma duduk berdua. Tempatnya seperti biasa, selalu hampir penuh. Lalu, mamamu liat ada bapak bapak tua, sendirian, sedang mencari tempat duduk karena ingin makan di tempat. Sempat bapak bapak itu mau duduk di meja sebelah kami, tapi ternyata kursinya juga sudah ada yang mau menempati. Akhirnya mamamu menawarkan duduk semeja dengan kami. 
Bapak bapak itu sudah tua banget, rambutnya putih semua. Dan ternyata bapak itu ramah sekali, langsung aja bapak itu mengajak kami mengobrol. Ternyata dia pensiunan Chevron. Istrinya sedang di Jakarta, ke tempat anaknya. Dia juga cerita, istrinya itu dulu non muslim, dan alhamdulillah sudah mualaf sejak dulu awal menikah. Bapak itu bilang, "bagi Allah, nggak ada yang mustahil". Mensyukuri istrinya yang telah dalam keislaman. 
Air mata papa hampir pecah, mama juga tertegun. Sepertinya, Allah menyampaikan pesanNya kepada kami, menjawab kami, atas masalah yang baru kami alami. Pulangnya, di mobil, ceramah di radio yang kami dengarkan pun, membahas tentang hidayah. Ini seperti rentetan pesan pesan yang mungkin  ingin Allah sampaikan kepada kami, setelah sehari sebelumnya pun di radio kami mendengar ceramah tentang hidayah. 
Papa sama mama berusaha kuat, papa dan mama cuma bisa berdoa sekarang. 
Papa yakin, masih ada waktu, masih ada kesempatan untuk hidayah itu kembali kepada anak kami yang paling kami sayangi. 
Papa berjanji, papa tetap sayang sama Arum sampai kapan pun. Sama seperti janji papa dan mama untuk selalu berdoa untuk kebaikan Arum. Dan terutama kami berdoa agar hati Arum dibukakan, dan agar Allah memberi hidayah selalu untuk anak anak papa dan mama. 
Papa kangen sama Arum.

Thursday, October 27, 2022

9 September 2022

Kakak Arum sudah mau mulai kuliah offline. Jadi Papa ngantar ke Jakarta. Alhamdulillah sebelumnya kost sudah dapat lewat aplikasi MamiKost. Dengan begitu prosesnya lebih gampang. Rencananya memang begitu, cari kost lewat online, booking untuk 2-3 bulan dulu. Jadi waktu datang ke Jakarta sudah bisa langsung masuk ke kost, nggak perlu cari cari lagi. Nanti kalau dirasa kurang cocok, sambil kost di situ, cari cari kost baru. 
Alhamdulillah, sudah hampir 2 bulan ini tampaknya kakak Arum betah betah aja.
Sebenarnya awalnya Arum ditawarin untuk berangkat sendiri, tapi Arum nggak mau. Mamanya Arum juga maunya Arum tetap diantar ke Jakarta, untuk liat kondisi kost nya dan beli keperluan keperluan kostnya. Supaya tidak terlalu mengeluarkan biaya yang besar, cuma Papa saja yang mengantar Arum ke Jakarta. Dan karena cuma Papa sendirian yang mengantar, Papa cuma 3 hari aja di Jakarta.
Hari pertama datang, langsung ke kost nya Arum. Liat kondisi kamarnya sebentar, kami pergi ke Hypermart terdekat untuk beli keperluan nya Arum. Besoknya kita jalan lagi sampai malam, cari keperluan untuk Arum sekalian cari oleh oleh buat Altaf. 
Hari ketiga, kami datang ke CFD sebentar, tadinya mau cari lekker kesukaannya Arum, tapi tidak ketemu. Mau beli beli yang lain juga malas karena aku nggak bawa tas besar. Akhirnya setelah istirahat sebentar, Arum pulang ke kost-nya, dan aku ke bandara untuk pulang ke Balikpapan. 
Tidak terlalu banyak kekhawatiran kami membiarkan Arum kost di Jakarta. Apalagi dijaman online seperti sekarang, beli makan dan transportasi jadi gampang sekali. 
Beberapa kali Arum ke mall untuk jalan jalan atau ketemu teman temannya, alhamdulillah bisa aja. Malah sering pake bus Transjakarta juga. 
Uang saku yang disepakati dari awal alhamdulillah sepertinya cukup cukup aja, karena Papa dan Mama selalu berpesan, dicukup cukupin.
Alhamdulillah Arum juga belajar masak nasi, dan masak masak sederhana sendiri. Padahal waktu di Balikpapan, jarang sekali masak sendiri. 
Papa selalu berdoa, semoga Arum selalu dilindungi oleh Allah. Papa juga selalu minta Arum diberikan lingkungan terbaik, teman teman terbaik dan ilmu yang terbaik untuk kebaikan Arum. Semoga Arum dan Altaf jadi anak yang sholehah, sholeh, pintar dan kuat.